Take a fresh look at your lifestyle.

Ibunya adalah Guru Terbaik Thomas Alfa Edison Dialah “Nancy Matthews Elliott”

0 119

Jika anda memiliki seorang anak yang nakal dan sering dianggap bodoh oleh orang lain, maka, pantas jika anda belajar kepada perjalanan Thomas Alfa Edison. Manusia yang waktu sekolah di SD divonis idiot oleh guru-gurunya itu, sehingga ia hanya mengikuti sekolah selama tiga tahun ini, lahir di Milan, Ohio, tanggal 11 Pebruari 1847. Ia akhirnya patut dianggap berhasil melalui belaian dan kasih sayang seorang ibu yang kemudian dikenal nama Nancy Matthews Elliott.

Nancy Matthews Elliott Mengubah si Idiot Menjadi Genius

Bagaimana cerita ini bermula. Ceritanya berlangsung seperti ini: “Suatu hari, Edison pulang dari sekolah dan membawa lipatan kertas yang dititipkan gurunya, untuk ibu Edison. Kertas itu, berisi suatu surat penolakan sang guru atas keikutsertaan Edison di sekolah dimaksud”.

Saat itu, ibunya menangis dan Edison tidak mengerti mengapa ibunya menangis. Kemudian Edison bertanya, ada apa bu. Ibunya membacakan surat itu.  “Ibu …Anakmu terlalu Jenius. Sekolah ini terlalu kecil untuk dia dan kita tidak memiliki cukup guru hebat untuk mengajarinya. Tolong ajari dia oleh anda sendiri ….”

Setelah itu, Edison tidak sekolah untuk beberapa tahun lamanya, sampai kemudian keuarga ini pindah. Di tempat barunya itu, yang waktu itu Edison sudah remaja, ia baru dapat meneruskan pendidikan lanjutan dan meyakinkan guru-guru mereka di sekolah menengah itu, bahwa Edison memiliki kesanggupan mengikuti pendidikan dimaksud. Bertahun-tahun, sang ibu hanya merawat Edison dan mengajarnya dengan berbagai pelajaran yang sangat berharga.

Sampai kemudian ia dewasa, menikah dan berhasil menemukan lampu pijar yang banyak manfaatnya untuk kita semua. Saat dia sudah berhasil itu, tentu ibunya sudah meninggal dan tidak menyaksikan anaknya itu berhasil. Lipatan kertas sebelum kematian ibunya itu, diletakkan di sebuah meja dirumahnya itu, yang ketika Edison benar-benar berhasil, ia mengunjungi rumah ibunya. Di lihat disuatu meja atas lipatan kertas. Ia penasaran untuk membaca lipatan kertas itu. Isi tulisan dalam lipatan kertas itu, ternyata surat yang dulu secara polos dibawa Edison ke rumah ibunya dari gurunya di SD. Ia membaca surat itu yang hamper tidak dipercayainya Karena berisi sebagai berikut: “…. Ibu, anakmu gila (mentalnya sakit). Kita tidak ingin dia kembali ke sekolah lagi …”

Edison Menulis dalam Diary

Edison tentu menangis keras dan berlangsung dalam durasi waktu yang panjang. Dalam diary-nya, akhirnya ia menulis: “Thomas Alfa Edison adalah seorang anak gila  dan oleh ibunya yang pahlawan itu, kini telah dirubah menjadi seorang manusia jenius di abad ini”

Cerita ini, mengilhami siapapun, termasuk dunia pendidikan temporer, bahwa keberhasilan pendidikan, sumbu utamanya terletak pada keluarga. Khususnya ibu yang melahirkan anak dimaksud. Semain tinggi tingkat kasih sayang dan belaian yang diberikan seorang ibu, disertai dengan tingginya harapan seorang ibu akan keberhasilan anaknya, maka, akan semakin tinggi pula peluang keberhasilan anak dimaksud. Kuatkanlah keyakinan ibu, sebab disitulah keberhasilan anak akan tercapai. By. Prof. Cecep Sumarna

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar