H.O.S. Cokroaminoto Guru Politik Tiga Ideologi| Tokoh Politik Islam Indonesia Part- 8

HOS Cokroaminoto Inspirator tanpa Batas
0 1.836

H.O.S. Cokroaminoto Guru Politik Tiga Ideologi. Haji Oemar Said (H.O.S.) Cokroaminoto lahir di Ponorogo 6 Agustus 1882. Ia meninggal 17 Desember 1934 di Yogyakarta. Ia adalah sosok penting dan guru bangsa bagi Indonesia. Ia bukan hanya menjadi guru ngaji anak-anak di surau, tetapi menjadi guru bangsa tokoh penting Indonesia. Ia menjadi Ketua Partai Politik Islam pertama di Indonesia, yakni PSI.

Melalui Cokroaminotolah, lahir sosok nasionalis seperti Soekarno, tokoh Sosialis seperti Samaoen dan tokoh Islamis seperti Kartosuwiryo. Dengan nalar ini, wajar jika kemudian disebut bahwa dia menjadi guru dalam tri tunggal wajah ideologi yang hidup di Indonesia. Ideologi yang satu sama lain, tampak sangat diametral.

Bagaimana tidak disebut diametral. Sosok Cokroaminoto ini, mampu melahirkan sosok nasionalis secular dengan bentuk wajah negara NKRI, dan bentuk Negara Islam Indonesia (NII), serta cita-cita Komunisme yang dibawa Samaoen, Alimin dan Muso. Banyak sumber menyebut bahwa dari ketiga santri ini, Aminoto lebih suka sama Soekarno. Karena itu, menjadi dapat dimengerti mengapa, salah satu anaknya bernama Siti Oetari, dinikahkan dengan Soekarno.

Cokroaminoto disebut ketiga tokoh tadi, sebagai guru dan pujaan bagi mereka. Mereka digembleng dengan cara yang sangat keras oleh sosok ini. Vaik Soekarno, Samaoen, maupun Kartosuwiryo,  ketiganya sering membuntuti Aminoto berkeliling dari satu daerah ke daerah lain di Nusantara.

Aminoto bahkan dianggap Soekarno sebagai guru ngaji agama [Islam] yang membawa pesan perjuangan. Aminotolah, menurut Soekarno yang menebarkan semangat Indonesia merdeka. Ia mendorong seluruh santrinya untuk membebaskan diri dari penindasan Hindia Belanda.

Yang membedakan Soekarno dengan Samaoen dan Kartosuwiryo adalah, sikap dan pandangannya ketika berada di rumah Cokroaminoto. Soekarno ternyata lebih banyak diberi buku untuk dibacanya. bacaan di rumah Cokroaminoto inilah yang menyebabkan Soekarno memiliki literature yang cukup baik sebagai pegangan hidupnya. Bacaan Soekarno atas buku-buku yang tersedia di rumah Cokroaminoto inilah, yang menyebabkan dia pada akhirnya diakui intelektualitasnya pada kelas dunia.

Buku-buku yang dibaca Soekarno di rumah Cokroaminoto ini, telah membawa dirinya terbang ke angkasa pemikiran. Pikiran Thomas Jefferson yang menyusun buku Declaration of Independence [1776] bagi Amerika misalnya, telah merumuskan konsep negara Indonesia merdeka. Melalui buku ini, ia juga mengarungi pemikiran George Washington, tentu saat Jepang membombardir Harlbour. Semua bacaan itu, bukan hanya telah menginternalisasi dirinya menjadi pemikir, tetapi, menjadi aktivis yang benar-benar aktif. Ini pula pada akhirnya, mengapa Soekarno tidak begitu suka terhadap Amerika.

Pesan Aminoto kepada Murid-muridnya

Dalam Wikipedia, 31 Maret 2017, disebutkan bahwa konsep Cokroaminoto adalah konsep trilogi darinya masyhur. Ketiga trilogy dimaksud adalah Setinggi-tinggi ilmu, semurni-murni tauhid, sepintar-pintar siasat.

Melalui konsep ini, Aminoto ingin menyatakan bahwa suasana perjuangan Indonesia, memerlukan tiga kemampuan pada seorang pejuang kemerdekaan. Pesan Aminoto kepada Para murid-muridnya ialah: ¬†“Jika kalian ingin menjadi Pemimpin besar, menulislah seperti waerawan dan berbicaralah seperti orator. Perkataan ini membius Soekarno, sehingga setiap malam, ia berteriak belajar pidato. Teriakan Soekarno membuat kawan-kawannya seperti; Muso, Alimin, Kartosuwiryo dan Darsono terbangun dan tertawa menyaksikannya. By. Prof. Cecep Sumarna

Komentar
Memuat...