Take a fresh look at your lifestyle.

H.O.S Tjokroaminoto Inspirator tanpa Batas| Tokoh Politik Islam Indonesia Part-9

0 57

H.O.S Tjokroaminoto Inspirator tanpa Batas. Film berjudul Tjokroaminito Guru Bangsa, telah tayang sejak 09 April 2015 di seluruh bioskop Indonesia. Film Besutan Garin Nugroho ini, mampu membawa pemira untuk menelusuri asal usul politik genuine Indonesia. Film ini, mampu menampilkan sosok Aminoto sebagai peletak dasar identitas bangsa. Identitas bangsa Indonesia, yang diwujudkan oleh satu gerakan social dan politik. Gerakan ini kemudian dikenal dengan nama Sarekat Islam (SI).

Fickloc Film yang menayangkan film dimaksud, telah membawa kita pada aroma nusantara sebelum memiliki nama Indonesia. Inilah film yang mampu menampilkan satu sosok penting, yang disebut Anies Basweda dalam acara Mata Najwa di Metro TV, 08 April 2015, sebagai sentral yang menginspirasi pejuang kebangsaan hari ini.

Hal sama disampaikan Anhar Gionggong, yang menyebut bahwa jika kita kagum pada soekarno, maka, apa yang ditampilkan proklamator itu, hanya sebagian kecil dari apa yang mampu ditampilkannya dari sosok Aminoto. Lebih lanjut, Anhar menyebut bahwa konsep yang menyebut bahwa bangsa yang besar adalah mereka yang menghargai pahlawannya, adalah ungkapan Cokroaminoto.

Sama dengan dua tokoh tadi, AM. Fatwa menyebutnya bahwa Tjokroaminoto, telah menginspirasinya dalam berpartisasi politik. Buku yang ditulis Aminoto dengan judul: Islam dan sosialisme dan Program-program dan asas sarikat Islam, menurut Fatwa telah menginspirasinya untuk terjun dalam dunia politik. Buku itu, katanya, telah dibaca sejak dirinya bar uke luar dari Sekolah Rakyat. Di sinilah ajaran tentang trilogy ditemukan.

Aminoto Berjuang tanpa Senjata

Garin menyebut Tjokroaminoto adalah guru penting bagi tokoh nasional Indonesia. Dia dianggap berbahaya bagi Hindia Belanda Karena pemikirannya. Ia memang tidak mewariskan bedil atau senjata dalam memperjuangkan kemerdekaan. Ia hanya meninggalkan warisan keilmuan dalam masyarakat yang plural. Di tengah desakan Belanda yang demikian kejam, Tjokroaminoto justru menuturkan bahwa niat yang baik tidak akan luntur oleh perkataan dan tidak akan habis dimakan zaman.

Film ini memperlihatkan bagaimana Tjokroaminoto ahli dalam mengutarakan pentingnya kemerdekaan kepada masyarakat. Hanya saja, kemerdekaan yang sesungguhnya adalah dalam berpikir dan berekspresi. Karena itu, wajar jika ia mampu melahirkan murid seperti Soekarno, Semaun dan Kartosuwiryo. Ketiga muridnya itu, telah menjadi guru bagi tiga ideologi yang hidup di Indonesia. Nasionalis sekuler, Komunis dan Islamis.

Apa yang menyebabkan Belanda berang kepada Aminoto. Ternyata, mereka takut dengan gagasan besarnya yang menyebut bahwa suatu bangsa hanya dapat dibangun oleh kemanusiaan. Dan penjajahan adalah karakter anti kemanusiaan. Inilah tema-tema diskusi yang dihelat di SI. Karena itu, tidak salah juga jika disebut bahwa SI lah yang pertama kali melakukan pembentukan identitas bangsa.Tjokroaminoto tetap teguh berjuang mesti dirinya dan SI yang dia pimpin, ditempa rangkaian tragedy.

Kegigihannya yang demikian pula, telah mendorong Agus Salim untuk mengajaknya berhijrah secara politik. Apa yang dikatakan Tjoktoaminoto saat diajak hijrah. Dia mengatakan: “jika kita ingin menjadi pejuang, maka, kita mempersiapkan diri dengan cara setinggi-tinggi ilmu, sepintar-pintar siasat dan semurni-murni tauhid. By. Prof. Cecep Sumarna

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar