Take a fresh look at your lifestyle.

Haji itu Napak Tilas Ketunggulan Tuhan| Mencari Tuhan di Kaki Ka’bah Part- 9

50 120

Haji itu Napak Tilas Ketunggulan Tuhan. Pakaian serba putih sudah digunakan Crhonos dan keluarganya. Malam ini, ia bersama keluarganya akan berangkat. Tetapi pengunjung tidak pernah sepi di rumahnya. Ia terus menerus menerima tamu, bahkan sampai larut malam. Terlebih saat di mana, waktu menuju keberangkatannya, tinggal menghitung jam. Tamu yang merupakan kolega dan teman dekatnya, semakin banyak yang datang.Iapun sering kesulitan memperoleh waktu untuk istirahat.

Di tengah segenap suasana rumahnya yang sangat ramai, ia meminta dokter yang biasa menangani sakit keluarganya, untuk hadir. Ia meminta obat-obatan bagi dirinya, tentu yang utama bagi Shofi, yang semakin hari, sakitnya semakin parah. Tubuhnya tinggal kulit dan tulang.  Sangat gampang sekali menggigil kedinginan. Dokter “keluarganya” dimaksud, sesungguhnya menyarankan, akan lebih baik jika Shofi tidak jadi berangkat haji. Tetapi, Shofi sudah berada dalam puncak keyakinannya, bahwa dia harus berangkat, tentu bersama Crhonos, tahun ini juga.

Di detik-detik terakhir, ia banyak menghabiskan waktunya untuk ngopeni kedua anaknya yang masih kecil. Sementara si bungsu masih sangat bayi, sehingga sulit diajak bercengkrama. Mereka berdua terus diajak berbicara dan diberi petuah-petuah suci, meski ia tahu kalau anaknya, pasti tidak mengerti atas apa yang disampaikannya.

Berangkat dalam Lantunan Ketuhanan

Perubahan detik dan menit terus terjadi. Akhirnya, pukul 21 malam, tiba juga. Crhonos memeluk dua anaknya yang masih kecil dan satu lagi yang masih sangat bayi. Berumur kurang lebih 12 bulan.Setelah ia merasa puas bercengkrama dengan anaknya itu, lalu ia melepasnya dan meminta kakaknya, Ruslani, untuk mengurusi anak-anaknya yang ditinggalkan.

Setelah itu, Crhonos disarankan guru ngajinya, untuk melaksanakan shalat safar. Crhonos-pun melaksanakan shalat dimaksud dengan sangat khusu”. Ia berdo’a kepada Tuhannya dalam jeritan spiritual yang sangat mendalam. Do’a itu terlantun sebagai berikut:

“Ya Allah … Saat ini aku ingin tersenyum. Suatu persembahan senyuman seperti Sulaiman pernah tersenyum saat mendengar bagaimana semut berbicara dengan teman-temannya. Malam ini, aku ingin berdo’a seperti Nabi-Mu Ya Allah. Akan kutiru do’a Sulaiman dalam bentuk kalimat: “Ya Allah ya Tuhanku. Berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku. Nikmat itu telah juga Kau anugerahkan kepada ke dua orang tuaku. Berilah kami kekuatan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai. Ya Allah masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shaleh”.

“Ya Allah aku tahu, dosaku jauh lebih banyak dari kebaikanku. Dosa yang kusemai sejak aku mengerti akan sesuatu, pasti sudah menjadi bongkahan yang sangat besar. Karena itu, tidak mungkin rasanya kebaikan ini mampu membeli apapun yang telah Kau berikan kepada kami. Namun, jika didalam diri dan jiwaku ada sepercik kebaikan dalam hidup, berikanlah kebaikan itu, untuk kesehatan dan keselematan ibu-bapakku, tentu aku dan istriku didalamnya. Aku bertawashul terhadap kebaikankku jika ada, akan keselematan kami dalam menjalani perintah-Mu.

Tak pernah berhenti, Crhonos terus menerus berdo’a seperti ini. Setelah itu. ia mendekati Shofi yang duduk bersila dengan linangan air mata. Ia mendekatinya dengan pelan. Mengapa Papah menangis? Apakah ada sesuatu yang membuat Papah ragu akan keberangkatan ini. Apa kau ragu bahwa seluruh harta yang digunakan ini, bukan saja halal, tetapi juga ikhlash aku berikan. Apakah papah sudah siap berangkat. Sanggupkah Papah menjalani suatu perjalanan yang sangat panjang ini. Shofi dengan menyeka air mata, segera berpaling dan dDengan suara terbata-bata, Shofi berkata:

“Papah sudah siap. Papah juga tidak ragu akan kehalalan harta yang kau persembahkan. Aku tahu, karena selama hidupku, aku merasa tak pernah memberi makanan atau minuman yang dapat membuat satu tetes darah yang kualirkan untuk kalian dari harta yang tidak halal. Aku yakin, kalian termasuk tentu dirimu Crhonos, akan selalu menjaga semua ini. Justru, aku ingin bertanya kepadamu, sudahkah kamu siap menjalani perjalanan spiritual ini. Sudahkah kau ikhlashkan seluruh kekayaanmu untuk kau tinggalkan? Sudahkan kau titipkan anakmu kepada Tuhan-mu. Kau harus yakin, sebaik-baik pemelihara adalah Tuhan. Titipkanlah seluruh apa yang kita miliki, termasuk tentu anak-anakmu ke pada Tuhanmu. Kamu harus tahu, hanya Tuhanlah sebaik-baik pemelihara.

Crhonos mengangkat tubuh Shofi dengan menggandeng tangannya. Ia membalutkan segala sesuatu yang serba putih. Shofi tersenyum simpul. Ia berbisik, Ya Allah berilah aku kekuatan untuk melaksanakan perintah-Mu. Lalu, Chronos, menggandeng Vetra yang sejak dari tadi sudah berdiri bersama ibu mertuanya, bernama Siti. Mereka dengan pakaian serba putih, berangkat perlahan. Masuk satu persatu ke dalam kendaraan yang telah disediakan.

Crhonos dan keluarganya akhirnya berangkat menuju KBIH di mana mereka biasa latihan. Tiga mobil berjalan cukup merayap pelan. Maklum sangat padat kendaraan yang melintasi jalan utama menuju KBIH dimaksud. Sehingga, perjalanan yang biasanya hanya dibutuhkan waktu 20 menit, saat kegiatan dimaksud, dijalani Crhonos dalam waktu tidak kurang dari dua jam.

Di KBIH Crhonos Mendampingi Shofi Tetidur

Beberapa saat sampai di KBIH, Crhonos dan keluarganya ternyata menunggu cukup lama. Banyak sekali KBIH ini menghimpun jumlah jama’ah yang akan berangkat melalui dirinya. Para jama’ah yang cukup beragam itu, begitu sibuk mengikat dan mempersiapkan tas-tas besar yang akan dibawa mereka ke tanah suci.

Crhonos tidak sesibuk seperti jama’ah lain. Ia malah memeluk Shofi dengan erat di suatu pojok aula KBIH. Suasana malam itu, terasa sangat dingin. Inilah cuaca yang kurang ramah dirasa Shofi. Ia mengalami gangguan pernafasan dalam waktu yang cukup lama. Terpaan penyakit ini, sesungguhnya tidak memiliki kesanggupan untuk terlalu lama, hidup dalam aroma terbuka, terlebih di malam hari. Akhirnya, Crhonos mempersilahkan Shofi untuk tidur dibahunya. Dibiarkan semua barang bawaannya diurus sama Vetra dan Ibu Crhonos bernama Siti.

Saat Shofi tertidur di paha Crhonos, ia ingat ucapan Shofi beberapa puluh tahun yang lalu, saat Crhonos sakit. Saat itu, aku sakit dengan suhu badan yang sangat panas, ungkap Crhonos membathin. Aku ketakutan, seolah aku akan mati. Lalu Shofi memeluk Crhonos dengan erat. Iapun membiarkan Crhonos kecil tidur di atas pahanya dengan kekar. Shofi menyelimutinya dan berkata:

“Saat ini aku sedang memanjakanmu Crhonos. Mengapa aku memanjakannya? Agar kelak suatu hari, saat di mana aku tidak lagi kekar, saat di mana aku tidak lagi mampu tidur sendiri karena ketakutan, kau dapat menemaniku dengan baik. Kau biarkan pahamu, untuk ditiduri sama aku. Tidurlah dengan baik dan tenang. Aku menjagamu dari segenap bahaya yang mungkin menimpamu.

Saat itu, Crhonos menangis dan meneteskan air mata. Ingat masa indah bersama Shofi. Ia berkata dalam bathinnya: “Wahai papahku, tidurlah dipahaku dengan tenang. Kini pahakulah yang lebih kekar daripada pahamu. Jangan kau pikirkan apapun. Aku sudah mempersiapkannya dengan baik. Lelaplah dalam tidurmu. Ini perjalanan yang akan dilalui cukup panjang. Istirahatlah … aku akan menjagamu dengan baik, sebagaimana kau telah menjagaku dengan baik juga sejak lahir sampai aku dewasa.

Setelah segala keperluan jama’ah selesai, satu persatu penumpang naik ke dalam bis. Crhonos membiarkan semua orang naik. Ia membiarkan dirinya terlambat, karena dengkuran tidur Shofi masih sangat terdengar. Setelah tinggal beberapa orang lagi, Crhonos akhirnya mengelus eambut Shofi dengan hangat. Ia berdo’a: “Ya Allah bangunkanlah papahku. Berilah dia segenap kenikmatan tidur ini, seperti telah tidur dalam semalaman”. Setelah mengucapkan kalimat dimaksud, Shofi tiba-tiba bangun. Hai anakku, ayo kota berangkat. Orang sudah pada naik mobil.

Crhonos berkataL “Papah sudah siap untuk berangkat? Ya sudah siap. Alhamdulillah saya merasa begitu ringan. Tidur ini cukup lelap. Akhirnya keduanya berjalan dengan pelan menuju pintu mobil. Para jama’ah sangat baik sehingga tempat duduk Crhonos dan Shofi tetap berada di baeisan paling depan.

Do’a Perjalananpun dimulai

Setelah Crhonos dan Sofi duduk, ketua Rombongan jama’ah, bernama KH. Ahmad Yani mengumandangkan do’a. Ia meminta seluruh jama’ah untuk mengikuti apa yang dibaca. Do’a itu berbunyi:

“Dengan menyebut nama-Mu ya Allah. Kini kami berangkat. Di waktu kami berangkat dan berlabuh ini, sesungguhnya Engkau Tuhanku benar-benar Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang. Kami ingin mengagungkan-Mu ya Allah dengan pengagungan yang semestinya. Kami sadar bahwa bumi seluruhnya dalam genggaman-Mu, baik hari ini maupun pada pada hari kiamat. Langit digulung dengan kekuasaan-Mu ya Allah. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi Dia dari apapun, termasuk dari apa yang dipersekutukan mereke yang mensekutukannya.

Sambil berbisik, Shofi berkata kepada Crhonos. “Hai kamu harus ya Crhonos, substansi hajji adalah mengajarkan prinsip dasar ketauhidan. Manusia yang bertauhid, pasti akan menciptakan kebaikan antar sesama. Kau harus ingat. Inilah pelajaran pertama melalui do’a yang kita lantunkan bersama. Mobilpun melaju dengan pelan … akhirnya jama’ah asyik dengan dunianya sendiri. By. Charly  Siera –bersambung

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

  1. maemunah fadillah berkata

    Part 9, ibadah haji itu mengajarkan tentang prinsip dasar ketauhidan, karena manusia yang bertauhid pasti akan memberikan kebaikan kepada seasamanya.

  2. Rif'atul Ula berkata

    Dari part ini rasa haru terhadap pengorbanan yang telah dilakukan oleh orangtua selama hidup Kita membuat Kita sadar bahwa Orangtua selalu mendoakan kesuksesan Kita.
    Termasuk sukses dalam beribadah, Orangtua Kita tidak akan pernah mebiarkan anaknya gagal dengan selalu memberikan petuah-petuah sebagai bekal dalam menjalani hidup

  3. Diah ayu nuratillah berkata

    Berbakti kepada kedua orang tua tentu kewajiban bagi setiap anak. Sikap chronos dalam penggalan novel ini menunjukkan bahwa kasih sayang ia kepada bapaknya sangat tulus. Dengan berangkat bersama ketanah suci, dan dengan menjaga kedua orang tuanya selama perjalanan adalah point paling penting yang sangat menginspirasi semua orang dalam part ini. Terimakasih pelajaran sangat berharga saya dapatkan setelah membaca ini.

  4. Sukinih berkata

    alhamdulillah ahkirnya chronos dan keluarga menunaikan ibadah ke tanah suci (mekkah). . allah akan mengabulkan doa hambanya yang teguh dan penyabar. . sekian.

  5. Elok Firdausiana berkata

    Dan akhirnya chornos dan keluarga telah berhasil menunaikan ibadah haji. Masih dengan sikap baktinya chornos kepada orang tuanya, maka dengan keadaan bapaknya yang sedang sakit, chornos masih tetap setia mendampingi dan menjaga bapaknya yang sedang sakit sebagai bkti kebaktiannya anak terhadap orang tuanya

  6. Amalia Fitriyanti berkata

    Assalamualaikum
    Waktu yang ditunggu akhirnya tiba. Disaat pak shofi dan keluarganya dalam perjalanan menuju ibadah haji. Kasih sayang orang tua akan di ingat selalu oleh anaknya dan membalas nya dengan kasih sayang pula. Bahkan apa yg sudah di balas itu belum lah cukup. Karena apa yg orang tua lakukan kepada kita adalah sangatlah besar sehingga kita tidak mampu untuk menyeimbangkannya.

  7. Intan Sulistiani MPI-B/SMT III berkata

    Sangat dan sangat menyentuh hati, tanpa disadari ternyata pengorbanan dan kasih sayang orang tua banyak diabaikan oleh anak” zaman sekarang, saya sangat bersyukur masih mempunyai ibu dan ayah yang tidak pernah lelah untuk selalu menafkahi dan memotivasi sehingga menjadi pribadi yang lebih bersyukur kepada Allah swt.
    Sekian.

  8. Siti Hamidah Tadris IPS A / 1 berkata

    Bismillah,
    Alhamdulillah dalam part 9 ini akhirnya Chronos beserta keluarga berangkat haji, meskipun Shofi dalam keadaan tidak sehat, tetapi sofi yakin dapat menunaikan ibadah haji ini. Perlu kita contoh, sikap cronos sebagai anaknya yang terus menjaga dan merawat ayahnya.

  9. Rina Agustiana A/1 berkata

    chonos tak perna berhenti untuk berdo’a seperti ini, setelah itu ia mendekati shofi yang sedang duduk bersila dengan linangan air mata.
    suatu hal yang sangat berat meninggalkan anak-anak nya yang masih kecil
    tetapi ia harus menjalankan pemberangkatkan haji nya sehingga ia harus ada yang di korban kan dari salah satunya yaitu anak-anaknya
    sebaik-baiknya titipan Allah itu adalah seorang anak yang di titipkan kepada orang tuanya untuk di didik.

  10. Hasanatun Nadia berkata

    Bismillah..
    Kewajiban kita sebagai anak adalah berbakti kepada orang tua. Karena Nilai yg telah orang tua kita berikan kepada kita tidak akan bisa terbalaskan walaupun dg menaikkan mereka haji. Maka dari itu selayak nya kita sebagai anak jgn pernah bosan untuk berbakti kepada mereka sebelum akhirnya mereka benar-benar telah pergi meninggalkan kita.

  11. Hasanatun Nadia berkata

    Bismillah..
    Rasa sayang dan sikap berbakti chronos kepada papah nya adalah suatu rasa dan sikap yg harus kita tiru. Bagaimana pun keadaan nya kita harus berbakti kepada orang tua yg telah merawat dan mengasihi kita sejak kita masih dalam kandungan.

  12. Hasanatun Nadia berkata

    Bismillah..
    Rasa sayang dan sikap berbakti chronos kepada papah nya adalah suatu rasa dan sikap yg harus kita tiru. Bagaimana pun keadaan nya kita harus berbakti kepada orang tua yg telah merawat dan mengasihi kita sejak kita masih dalam kandungan. Nilai yg telah orang tua kita berikan kepada kita tidak akan bisa terbalaskan walaupun dg menaikkan mereka haji. Maka dari itu selayak nya kita sebagai anak jgn pernah bosan untuk berbakti kepada mereka sebelum akhirnya mereka benar-benar telah pergi meninggalkan kita.

  13. Ega Sopana berkata

    Part 9 ini saya ingin berpendapat, dan pada akhirnya crhonos bisa menunaikan haji bersama kedua orang tuanya, tetapi cobaan pun datang lagi yaitu shofi yang mengalami gangguan pernafasan dalam waktu yang cukup lama. Dan akhirnya pun crhonos bersama shofi berangkat naik bis. Dalam pendidikan yaitu pasti setelah sukses ada saja ujian yang kita dapat, tetapi dari ujian itu jangan menyerah begitu saja karena Allah akan membantu orang yang sedang berusaha.

  14. Ega Sopana berkata

    Part 8 ini saya ingin berpendapat, dan pada akhirnya crhonos bisa menunaikan haji bersama kedua orang tuanya, tetapi cobaan pun datang lagi yaitu shofi yang mengalami gangguan pernafasan dalam waktu yang cukup lama. Dan akhirnya pun crhonos bersama shofi berangkat naik bis. Dalam pendidikan yaitu pasti setelah sukses ada saja ujian yang kita dapat, tetapi dari ujian itu jangan menyerah begitu saja karena Allah akan membantu orang yang sedang berusaha.

  15. Ade Rossy Indra Pertiwi berkata

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    akhirnya cronos dan shofi beserta keluarga akhirnya berangkat ke tanah suci, hal yang membuat saya kagum adalah shofi yang sangat antusias untuk pergi ketanah suci walaupun ia sedang sakit parah, dan kita ambil pelajaran dari cronos yang sebagai anak selalu menjaga orang tuannya yang sedang sakit dengan baik.

  16. Fariz maulana ibrahim tadris ips a/1 berkata

    Assalamualaikum wr.wb
    Part 9
    dalam kelanjutan cerita sebelumnya,di part 9 ini akhirnya crhonos bersiap siap untuk berangkat,dalam hitungan jam lagi masih terlihat banyak tamu yang berdatangan,di sisi lain pak Shofi yang sedang mengalami sakit tetap bersikeras untuk beribadah haji,sungguh luar biasa selain itu pak Shofi juga ber amanat dan mengingatkan kepada crhonos “manusia yang bertauhid,akan melakukan kebaikan antar sesama”.
    Wassalamualaikum wr.wb

  17. Silmy Awwalunnis
    Silmy Awwalunnis berkata

    Alhamdulillah cronos dan keluarga akhirnya berhasil menunaikan ibadah haji. cronos yang sangat menyayangi bapaknya sangat menjadi panitan bagi para pembaca.

  18. Farrin Nurul Aina berkata

    Setiap hari minggu chornos dan keluarganya mengikuti latihan manasik di KBIH Islamic Center dengan tekun.Bagi chornos haji adalah kegiatan dimana umat manusia dipersatukan.Chornos akhirnya bisa melunasi biaya keberangkatan ibadah haji dengan cepat.Chornos juga sudah membayangkan bagaimana ia akan berkumpul diBaitullah dengan umat muslim dari penjuru dunia.mereka berkumpul dari berbagai ras,suku dan bangsa dalam satu waktu dan tempat yang sama dengan mengumandangkan “Labaik Allahuma Labaik,labaikala syarika laka laabaik,inal hamda waa nikmata laka wal mulka la syarika lak”

  19. Farrin Nurul Aina berkata

    Pada part 9 ini akhirnya crhonos dan keluarga nya berangkat haji juga. di part ini crhonos benar2 memperlihatkan sayangnya ke orang tuanya terlihat saat dia membiarkan shofi untuk tdr di pahanya sambil memeluknya erat. Betapa senangnya crhonos bisa memberangkatkan orang tua nya haji

  20. Lenny Erdiani Choerun Nissa berkata

    Di part 9 ini, terdapat sebuah pelajaran dalam melaksanakan ibadah haji. “Bahwasannya, manusia yang bertauhid pasti akan menciptakan kebaikan antar sesama.”

  21. Fifit Fitri Nur'aeni/Ips/1B berkata

    Assalamualaikum wr wb
    Charnos beserta keluarganya berangkat ke makkah untuk menunaikan ibadah haji.
    Dalam cerita part 9 ini charnos sangat peduli terhadap papahnya dan sangat mementingkan papahnya di banding barang barangnya .
    Karena memang orang tualah yang terbenting dalam hidup kita.
    Terimakasih

  22. Isah Siti Khodijah berkata

    Bismilahirahmanirahin
    Asalamualaikum wr wb
    Novel mencari tuhan di kaki kabah part 9, pada part ini akhirnya selangkah lagi Chronus beserta keluarga bisa berhaji. Tetapi, saya sedih, dlm keadaan yg menggembirakan ini Shofi malah sakit parah sekali. Semoga Shofi bisa selamat sampai tujuan.
    Chronus sangat mencintai Papah nya, saya sampai menangis membaca nya, betapa Chronus sangat mencintai papah nya, pelajaran yang dapat diambil adalah sayangi orang tua mu dalam keadaan apapun.
    Terima kasih
    Wasalamualaikum wr wb

  23. Aida Nur Aisyah berkata

    Assalamu’alaikum wr. wb
    Pada part 9 ini menceritakan detik-detik dimana Chronos dan Shofi serta keluarga akan berangkat ke Baitullah. Dan Allah pun kembali menguji keluarga Chronos. Setelah bersusah payah agar bisa berangkat haji dengan dana yang terbatas, sementara setelah pada saatnya akan berangkat Allah menimpakan musibah di mana Shofi sedang sakit. Namun, karena keinginan yang kuat pada akhirnya dapat berangkat meski dalam kondisi sakit tersebut dengan selalu didampingi oleh Chronos. Di sinilah Allah ingin menguji keluarga ini sebelum Allah menaikkan derajatnya. Dan lagi-lagi, keluarga Chronos pun dapat kembali lolos dalam ujian tersebut. Selama saya membaca bagian demi bagian dalam novel ini part ini menurut saya adalah part yang paling menguras emosi saya. Dimana keinginan yang baik namun selalu diuji oleh Allah dan kenangan masa lalu Chronos yang Shofi yang mengingatkan saya akan pentingnya berbakti kepada kedua orang tua.
    Sekian
    Terima Kasih
    Wassalamu’alaikum wr. wb

  24. Muhamad Udin berkata

    Assalamualaikum wr.wb
    dalam part 9 ini chornos beserta keluarganya bisa berangkat haji walaupun shofi sedang sakit tetap shofi tetap berangkat haji. dan pesan yang saya ambil dari part 9 ini adalah substansi hajji adalah mengajarkan prinsip dasar ketauhidan. Manusia yang bertauhid, pasti akan menciptakan kebaikan antar sesama.
    jadi kita sebagai umat muslim harus selalu berbuat baik dan saling membantu sesama.

  25. Rahmat Maulana (MPI-4) berkata

    Birulwalidain merupakan kebaikan-kebaikan yang dipersembahkan oleh seorang anak kepada kedua orang tuanya. Alhandulillah dalam part 9 ini, Allah akan kabulkan keinginan hambanya yang teguh dalam pendirian, penyaabar, bijak dalam mengambil keputusan dan bisa melewati segala ujian dan cobaan yang menimpa crhonos, akhirnya keluarga yang sedang kita bahas ini bisa melaksanakan sebagian dari kewajiban yaitu menunaikan ibadah haji.
    Semoga kita semua termasuk orang-orang yang beruntung.

  26. Asiro (1415109002) MPI/4 berkata

    Bissmillahirrahmaanirrahiim…
    Dalam novel part 9 ini yang berjudul “Haji itu Nipak Tilas Ketunggulan Tuhan”. Adalah awal pertama kali Chronos, Shofi dan keluarganya berangakat menunaikan panggilan Allah. Dalam part ini terlihat kebaktian seorang Chronos kepada ayahandanya, Shofi. Yang sudah tidak sesehat dulu. Perjalanan yang sungguh mengharukan dan penuh dengan lantunan ketuhanan.

  27. tubagus rizqy yahya mpi/4 (1415209028) berkata

    Subhanallah…Begitu baktinya chronos terhadap orangtua hingga allah meridhoi kebrangkatannya menuju ka’bah. Karna Ridho allah ialah tergandung kepada ridho ke 2 orangtua.

  28. tubagus rizqy yahya mpi/4 (1415209028) berkata

    Ya Allah ya tuhan kami, hanya kepadaMu lah kami meminta dan memuji….sungguh dasyatnya kehidupan chronos, dengan ikhtiar dan tawakal yang tak pernah ia tnggalkan hingga Allah memberikan jalan untuk menunaikan ibadah haji

  29. Winda Dwi Nurrachmawati (1415109032) MPI-4 berkata

    Dalam part 9 ini, menggambarkan bahwa kebahagiaan sesungguhnya yang keluarga shofi dan chronus benar-benar utuh. Walaupun kesedihan mewarnai saat ingin menjelang kepergian ketanah suci namun tertutupi dengan kebahagiaan dan keharuan kebahagiaan dari keluarga shofi dan chronus.
    Kutipan yang dapat dipelajari dari part ini ialah “Sebaik-baik pemelihara adalah Tuhan. Titipkanlah seluruh apa yang kita miliki, termasuk tentu anak-anakmu ke pada Tuhanmu. Kamu harus tahu, hanya Tuhanlah sebaik-baik pemelihara.” Allah selalu ada untuk hambanya yang membutuhkan dan Allah merupakan tempat hamba kembali dari segala kesukaran dalam kehidupan dunia.

  30. Indah kusumawati (mpi-4) berkata

    Di part 9 ini saya sangat tetjaru ketika pak shopi tertidur di pahanya cronos, dan cronos mengongat waktu masa kecilnya yg sma tertidur di pangkuan shpi ketika sakit demam, dimna ada kasih sayang yg terpancar dari seorang anak kepada ayahnya serta berbakti kepada orang tuanya. Alahamdulillah pabggilan allah pun sudah terpenuhi.. barakallah

  31. Siti Sutihatin MPI-4 berkata

    Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba. Crhonos dan keluarganya berangkat untuk menunaikan ibadah haji. Meskipun ayahnya, Shofi, dalam kondisi fisik yang lemah. Namun dengan semangatnya dan keyakinannya pada Allah untuk menunaikan rukun Islam yang kelima itu, ia tidak mengurungkan niatnya untuk berangkat haji.

  32. Koko Santoso (MPI/4) berkata

    Part 9
    Haji Itu Napak Tilas Ketunggulan Tuhan
    Pada part ini banyak air yg membanjiri pipi, sembaring menghantarkan pemberangkatan haji. Tatkala dalam perjalanan, Shofi teringat Crhonos kecil yg mana pernah terlelap dalam pangkuannya. Mendengar kisah iyu Crhonos berinisiatif memberikan pahanya sebagai bantalan tidur Shofi. Perjalanan berhaji berjalan begitu khidmat~

  33. Riana sri anisah MPI/4 berkata

    Alhamdulilah di part 9 ini chronos dan shofi di penuhi dengan rasa kegembiraan akan berangkatnya haji atas keyakinan dan niatnya. Ya meskipun kondisi nya sedang tidak stabil tetapi dia semangat untuk melaksanakan niat nya dengan sepenuh hati.

  34. dinny alfiana. s MPI4 berkata

    setelah membaca part 9 ini, saya seakan merasakan kebahagiaan yang dirasakan Chronos dan keluarga. betapa kuasa NYA mengalahkan semua keraguan di awal akan keberangkatan Chronos untuk berhaji. dan dalam part ini juga, saya terharu akan sikap Chronos pada Shofi. memang sudah semestinya, bagi seorang anak menjadi tempat bernaung orang tuanya dikala mereka sudah tak lagi sekekar dahulu. subhanallah.

  35. Firman Maulana mpi smt 4 berkata

    Part 9
    Dalam part ini, suasana keluarga chronos bercampur aduk. Suasana bahagianya chronos akhir nua bisa berangkat haji dengan seksama dan suasana harunya untuk sementara waktu ia harus meninggalkan ketiga anaknya serta menjaga ayahnya yaitu shofi yg sudah rentan sakit sakitan karena usia nya yg tidak muda lagi, dan chronos harus menyerahkan semuanya kepada Allah apapun itu yg terjadi

  36. Sri Rokhmah/MPI-4 (1415109026) berkata

    saya mengutip dari kalimat terahir yaitu bisikan shofi kepada chronos “Hai kamu harus ya Crhonos, substansi hajji adalah mengajarkan prinsip dasar ketauhidan. Manusia yang bertauhid, pasti akan menciptakan kebaikan antar sesama.
    itu artinya ibadah haji merupakan prinsip dasar ketauhidan, dimana setelah ibadah haji tersebut tidak hanya hubungan kepada Allah saja yang harus ditingkatkan. namun hubungan kepada manusia (sesama) pun tetap harus ditingkatkan. karena apalah, melaksanakan ibadah haji tidak hanya mendapatkan gelar sebagai haji lalu selesai.

  37. Sri Hardianti-MPI/4-1415109024 berkata

    dalam part sembilan ini barokalloh keluarga chronos dan mertuanya dapat berangkat ketanahsuci dengan di iringi suasaana yang begitu teramat mengaharukan. masyaalloh akhirnya mereka dapat ke memenuhi panggilan alloh…

  38. Muhammad Yasir Arafah MPI/4 (1415109012) berkata

    Bismillahirrahmanirrahim, part yang sangat mengharukan. Dimana rasa bakti anak kepada orang tua, dan rasa kasih sayang yang ditunjukkan anak kepada orang tuanya. Keinginan yang diucapkan dalam lantunan doa akhirnya menemui titik ujung, dimana mereka berempat berangkat untuk menunaikan ibadah haji.

  39. Nur Aliffah/ MPI 4 berkata

    Dalam part 9 ini akhirnya keluarga chronos pergi menunaikan ibadah haji. Chronos sangat merasa bahagia karena keluarganya akhirnya bisa menunaikan ibadah haji secara keingginannya, walaupun chronos harus meninggalkan anak-anaknya dirumah, Tetapi chronos telah menitipkan anak-anaknya terhadap keluarganya yang lain.

  40. Siti Nurbaeti (1415109022)-MPI/4 berkata

    Alhamdulillah dengan kuasa-Mu Chronos beserta orang-orang yang dicintainya dapat berkunjung untuk beribadah di Baitullah. Hal yang dapat di pelajari dalam part 9 ini yaitu ta’zim terhadap kedua orang tua, yakinlah dengan ta’zim kepada kedua orang tua akan memberikan banyak kemudahan untuk melewati berbagai persoalan yang terjadi selama hidup di dunia.

  41. Ega Sugandi (1415109003) MPI/4 berkata

    Setelah menjelang keberangkatan shofi sedang dalam keadaan sakit saran dokter pun untuk tidak memberangkatkan shofi berangkat ke mekkah karena keadaanya yang sangat menghawatirkan. Namun tekad shofi yang sudah bulat mengutkan semngatnya untuk tetap berangkat ke tanah suci seakan ia tidak sedang dalam keadaan sakit, chromos selalu berdoa kepada Allah dengan doa yang sama seperti nabi sulaiman tanpa henti ia selalu mengumandangkan doanya ketika ia disuruh oleh guru ngajinya untuk sholat syafar. Sampai waktu ketika mereka berangkat ke KBHI untuk menuju bandara. Ketika saampai shofi sedang dalam keadaan drop ia sesak nafas hingga terjadi lumayan lama, dan chromos sebagai seorang anak memeluk ayahnya yang sedang sakit tersebut dengan linangan air mata karena shofi bercerita akan masa kecil chroonos. Dan momen tersebut membuat shofi tersama memiliki energy yang lebih untuk menjalankan aktivitasnya menuju kebandara.

  42. pujiati MPI/4 berkata

    dalam part 9 ini chronos larut dalam kebahagian, namun diiringi kesedihan juga krena harus meninggalkan anak-anaknya selama beberapa minggu untuk beribadah kepada Allah. chronos dan shofi telah mempersiapkan segalanya untuk ibadah haji mulai dari kesiapan hati, perbekalan, mental dan fisik.

  43. Yunita Nur RahmawatiMPI/4 (1415109034) berkata

    Dalam part 9 ini pada akhirnya choronos beserta keluarganya telah di berikan kebahagiaan yang sangat luar bisa karena bisa menunaikan ibadah haji bersama adapun pak shofi yang sebagaimana ia sedang sakit tapi beliau tetap yakin dan semangat untuk berangkat haji

  44. Asyifa Nuraeni Kartika Ali/MPI/4 berkata

    Alhamdulillah dalam part 9 ini akhirnya Chronos beserta keluarga berangkat haji, meskipun Shofi ada kendala dengan penyakitnya tetapi dia tetap yakin untuk tetap berangkat. Perlu kita contoh sikap Chronos kepada ayahnya yang sedang sakit menjaga dan merawatnya dengan kesabaran. Itulah cinta anak kepada ayah yang sesungguhnya.

  45. MAFTUHAH MPI/4 (1415109011) berkata

    Di part ini, akhirnya semua orang yang crhonos cintai ikut larut dalam kebahagiaan. Mereka berangkat menuju rumah Allah dengan lantunan do’a disepanjang perjalanan. subhanallah

  46. Sri Rahayu MPI/4 (1415109025) berkata

    dalam part 9 ini semua orang yang di cintai Chronos larut dalam kebahagian yaitu mereka sudah siap untuk menuju Baitullah, dengan penuh suka dan duka yang tak terhingga…… Barakallah

  47. siti Halimah MPI/4 berkata

    bismillahirrahmanirrahiim, , ,
    akhirnya allah mengabulkan apa yang menjadi harapan siti, vetra, shopi dan crhonos mereka berangkat haji bersama. keyakinan telah menguatkan cita-cita shopi untuk bisa memberangkatkan orang-orang yang dia sayangi meskipun harus meninggalkan anak-anak yang mereka cintai. begitupun dengan pak shopi yang telah bertekad untuk melaksanakan ibadah haji meski keadaanya didak baik untuk perjalanan haji ini.

  48. Wiwin Darwini MPI/4 berkata

    Bismillah,
    Pada part 9 ini saya salut dengan keyakinan Shofi bahwa sahnya ia tetap kuat walaupun ia sedang mengalami sakit yang cukup parah, namun rasa sakit itu ia patahkan dengan kekuatan nya bahwa ia mampu untuk melaksakan ibadah haji.
    Dalam part ini juga mengajarkan kita semua bahwa seorang anak haruslah ingat akan keringat dan jerih payah orang tua mereka yang mampu membesarkan anak nya sampai anaknya sukses. Dan sebagai anak yang shaleh kita patut untuk membalas semua keringat dan jerih payah kedua orang tua kita.
    Mari mulai lah dari sekarang jangan membuat orang tua kita meneteskan air mata kesedihan karena perilaku kita yng susah diatur, mulai lah dari sekarang kita untuk mencoba membahadiakan kedua orang tua kita dengan menjadi anak yang shaleh dan patuh.

  49. Fera Agustina (1415109004)/ MPI/ 4 berkata

    Bismillahirakhmanirrahim,,
    part 9, haji itu napak tilas ketunggalan tuhan, dalam part ini sangat bersyukur Alhamdullilah ternyata allah dengan begitu cepatnya mengabulkan semua doa-doa shofi beserta keluarga nya untuk mudahkan menunaikan ibadah haji, meskipun shofi dengan keadaan yang tidak sehat secara jasmaninya, namun shofi tetap kuat demi menunaikan ibadah nya kepada Allah Swt.

  50. uyunurrohmah MPI semester4 berkata

    assalamualaikum wr.wb.
    alhamudulillah akhirnya chronos beserta keluarga berangkat untuk melaksanakan ibadah haji terutama pak shofi meskipun sakit beliau tetap yakin dan semangat untuk berangkat ibadah.