Hajiku Hanya Bermodal Takwa | Mencari Tuhan di Kaki Ka’bah Part- 15

47 95

Hajiku Bermodal Takwa. Genaplah sudah, seluruh jama’ah haji rombongan Shofi, melaksanakan shalat arbain di Masjid Nabawi. Tentu Crhonos dan istrinya, Vetra, selesai juga melaksanakan ibadah wajib dan Sunnah di masjid ini. Suatu ibadah yang disebut Shofi, berlandas pada hadits yang lemah, jika definisinya hanya delapan hari, yakni seukuran dengan 40 kali shalat.

Meski disebut Shofi, hanya memiliki landasan nash yang lemah, faktanya tetap saja, Crhonos dan Shofi, tentu terlebih istri dan ibunya, lebih getol melaksanakan shalat di Masjid ini. Mereka selalu bilang, mumpung berada di Medinah dan tidak memerlukan ongkos untuk datang ke Masjid. Banyak waktu dihabiskan di masjid ini. Mereka banyak membaca al Qur’an serta berdiskusi seputar Masjid ini.

Hari itu, tepat setelah delapan hari berada di Medinah, senin pagi waktu setempat, jama’ah diminta bersegera mempersiapkan diri. Mereka diberitahu bahwa pada pukul 13.00 jama’ah akan berangkat menuju Mekkah. Seluruh jama’ah diminta mempersiapankan segala keperluan keberangkatan mereka. Tas mana yang masuk bagage dan mana yang dibawa ke atas jok. Mereka sejak pagi dini hari, kebanyakan sudah berlelah-lelah mempersiapkan segala keperluan keberangkatannya ke Mekkah.

Tas jama’ah sudah mulai bertambah banyak. Bobotnya jangan ditanya. Karena tentu jauh lebih berat. Bahkan mungkin hampir dua kali lipat jumlah tas ketika mereka datang ke Medinah. Saat Crhonos menyaksikan pemandangan seperti itu, ia hampir berkomentar. Tetapi, Shofi segera menjawabnya dengan kalimat: “Hai Crhonos … inilah Indonesia. Jika tidak begitu, maka, mereka tidak memenuhi persyaratan untuk disebut sebagai bangsa Indonesia.

Seluruh jama’sudah diberitahu bahwa mereka akan mulai memakai pakaian ihram. Meski Medinah tidak termasuk ke dalam posisi miqat, tetapi, untuk memudahkan urusan, petugas haji, menyarankan agar memakai pakaian ihram dari Medinah saja. Sebelumnya, mereka juga diminta untuk melaksanakan mandi sunnah. Nanti, pada saat berada di miqat (bir ali), tinggal melaksanakan shalat sunnah dan niat saja.

Mengenang Bir Ali

Nalar semacam itu, menyebabkan jamaah telah memakai pakaian ihram dari Masjid Nabawi. Meski miqatnya akan dimulai di Masjid Bir Ali, tetapi mereka sudah siap siaga memakaikan seluruh atribut ihram. Letak miqat mereka di Bir Ali ini, berada dalam posisi sebagai perbatasan antara tanah haram dan Kota Medinah. Jaraknya diperkirakan sekitar sebelas kilo meter.

Bir Ali, di zaman Rasulullah sering disebut dengan Lembah Aqiq. Lokasi Masjidnya, sedikit turun ke bawah, menuju lembah yang relatif hijau. Inilah masjid yang membentuk dirinya seperti sebuah kotak besar. Masjid ini diarsiteki seorang teknik sipil bernama Abdul Wahid el Wakil.

Masjid yang menjadi miqat, dengan jamaah sudah memakai pakaian ihram dimaksud, tentu saja memiliki nilai historisnya sendiri. Misalnya, mengapa ia disebut Bir Ali? Kata bir, ternyata ia merupakan bentuk kata jama untuk arti sumur. Masjid ini disebut sumur-sumur, karena di zaman rasulullah, Ali bin Abi Thalib banyak menggali sumur di sekitar Masjid. Meski hari ini, sumur-sumur dimaksud, sudah tidak lagi tampak, tetapi penyebutan Bir Ali dimaksudkan untuk mengenang Ali, yang banyak menggali sumur.

Terdapat dua nama lain, selain Bir Ali. Nama itu adalah, masjid Syajarah. Disebut Masjid Syajarah, karena banyak ahli sejarah yang menyatakan bahwa di sekitar masjid ini, dulu rasulullah Muhammad, sempat berteduh di bawah sebuah pohon. Tidak sedikit, yang juga menyatakan bahwa Masjid ini, disebut masjid Hulaifah. Disebut demikian, karena tempat di mana Masjid ini berdiri, berada pada distrik Dzul Hulaifah.

Ada tiga amalan yang dilakukan jama’ah, saat mengambil miqat. Termasuk tentu, jika miqat itu dimulai di Bir Ali. Ketiga amalan itu adalah: 1). Mandi Sunnah ihram dan sekaligus memakai pakaian ihram; 2). Shalat Sunnah ihram, sebanyak dua rakaat, dan; 3). Melaksanakan niat ihram serta bertalbiyah sebanyak-banyaknya. Untuk jama’ah ini, mandi sunnah dan berpakaian ihram sudah dilakukan. Sehingga jama’ah, lebih banyak memfokuskan diri pada pelaksanaan shalat sunnah dan niat ihram.

Di Masjid yang luasnya sekitar 9.000 meter persegi , keluarga Shofi, melaksanakan shalat sunnah dan membaca berbagai do’a yang dianjurkan. Di dalam Masjid yang terdiri dari 26.000 meter persegi bangunan masjid, dan 34.000 taman ini, mereka tertunduk penuh histeria. Mereka tidak memperdulikan ratusan bis yang ada di pelataran Masjid. Maklum, Masjid ini memang memiliki lapangan parkir dan paviliun yang cukup luas, sehingga memungkinkan banyak jumlah kendaraan yang parkir di sini.

Mengenang Do’a Shofi di Bir Ali

Shofi yang badannya terus melemah, seperti hendak menyempurnakan amalan anaknya, Crhonos. Ia meminta anaknya itu, untuk menuntunnya ke dalam masjid. Ia sebenarnya, telah disarankan untuk tinggal di Mobil saja. Toch niat dapat dilakukan di dalam bis. Tetapi, Shofi tetap memaksa. Ia malah meminta Crhonos dan keluarganya, untuk ikut melafalkan apa yang diungkapkannya saat dia berdo’a. Ia berdo’a dengan mengucapkan rangkaian kalimat berikut ini:

“Ya Allah, bukakanlah untukku, keluargaku dan seluruh umat mukmin di manapun, pintu-pintu rahmat-Mu. Jangan Kau bosan atas permohonanku ini. Mengapa? Karena aku tahu dan sadar, bahwa hanya Engkaulah yang memiliki segenap rahmat untukku dan untuk keluargaku. Ya Allah ya Rabbi, Engkau adalah sembahanku. Aku ingin kembali mengukuhkan bahwa tidak ada yang menandingi-Mu. Tidak ada satupun sesembahan yang paling hak, mengalahkan posisi-Mu.Ya Allah ya Rabbi, Engkaulah sesungguhnya Dzat yang menjadi Pencipta. Sedangkan aku, sesungguhnya hanya makhluk yang tidak memiliki kuasa apapun. Atas apapun juga.

Ya Allah yang rabbi ya kariem … hari ini aku dan keluargaku berjanji, untuk kembali mengikatkan diriku kepada-Mu. Aku berharap Kau dapat tetap menjaga kami agar selalu berada dalam perikatan perjanjian bersama-Mu. Aku yakin bahwa, sebelum kami terlahir ke muka bumi, sudah kusyahadatkan diriku oleh diri-Mu. Syahadat itu menyatakan bahwa hanya Engkaulah satu-satunya Tuhan kami. Hanya Engkaulah satu-satunya harapan kami.

Ya ghaffar yang ya Razzaq, aku bukan hanya sekedar mengakui-Mu sebagai Dzat Maha Ada, tetapi, juga wujud yang Maha Tunggal. Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan yang telah kuperbuat. Aku mengakui-Mu sebagai Tuhan-ku yang Maha Bijaksana, karena hanya karena Engkaulah, aku memperoleh segenap rahmat dan kenikmatan. Ya Allah … Aku mengakui segenap dosaku kepada-Mu yang demikian besar. Karena itu, aku mohon ampunilah aku. Aku tahu hanya Engkaulah yang dapat mengampuni dosaku”

Setelah itu, Shofi sujud relatif lama. Kami tidak tahu, kata Crhonos, do’a apa yang dia bacakan saat sujud itu dilangsungkan. Sementara itu, Crhonos demikian sedih menyaksikan bagaimana bapaknya yang dulu sangat gagah dan parlente itu, beberapa tahun terakhir ini, terus ciut dan kurus kering. Usianya yang hampir menginjak 72 tahun itu, hari itu hanya memiliki irama bathin, yang secara fisik tampak sangat lemah.

Crhonos Berdo’a dalam Nalar Kesedihan

Saat Siti, Vetra dan Crhonos menyaksikan polah Shofi, mereka menangis. Di bathin keluarga ini, suasana berlangsung secara melankolis. Lalu tanda diperintah, dalam duduknya yang syahdu, Crhonos mengangkat kedua tangannya. Ia berdoa dengan sangat khas, yang meminta salah satunya, agar Allah berkenan menjaga bapaknya, supaya tuntas dan dapat menyempurnakan ibadah hajinya.

Ya Allah di tempat suci inilah, aku berharap Kau mengabulkan do’aku. Kami tidak membawa bekal apa-apa. Kami hanya berharap, dapat mencukupkannya dengan kepasrahanku kepadamu. Kami membawa ketakwaan kami guna mencari-Mu di tanah haram. Aku ingin menyempurnakan sumpahku beberapa tahun yang lalu, bahwa mereka kumintakan untuk tidak dijemput-Mu, sebelum melaksanakan haji.

Hari ini, saat kami mulai memakai pakaian ihram, kulihat bapak-ku demikian lembab. Matanya sangat sayu dan tubuhnya ke biru-biruan. Entah mengapa, aku takut bapakku Kau jemput saat ini. Ya Allah jagalah dia. Bantulah dia menunaikan kewajibannya kepada-Mu. Rabbana taqabbal minna, innaka anta sami’u al alim [Ya Tuhanku, aku percaya, Engkau berkenan mendengar dan menerima do’a kami]

Air mata Crhonos terus menetes ke pipinya. Lalu ia mendekati Shofi yang sudah selesai sujud. Ia mengangkatnya dan memapahnya ke luar dari Masjid ini. Vetra dan Siti menyaksikan bagaimana dua laki-laki itu, berlinangkan air mata dengan tetesan yang semakin deras. By. Charly Siera –bersambung

  1. Hasanatun Nadia berkata

    Bismillah..
    Kita sebagai umat Muslim harusnya saling mendoakan, apalagi untuk sesama keluarga, karena dia adalah bentuk kasih sayang kita kepada keluarga kita.

  2. Rina Agustiana A/1 berkata

    Ada tiga amalan yang dilakukan jama’ah saat mengambil miqat termasuk tentu,jika miqat itu di mulai di Bir Ali .Tiga amalan itu adalah
    1 mandi sunnah ihram dan sekaligus memakai pakaian ihram
    2 sholat sunnah ihram sebanyak dua rakaat
    3 melaksanakan niat ihram serta melaksanakan bertalbiyah sebanyak banyaknya. Untuk jama’ah ini ihram yang sudah di lakukan .

  3. Elok Firdausiana berkata

    Keadaan Shofi yang makin lemah, namun tidak ada sedikitpun kata putus asa dalam diri shofi untuk tetap melanjutkan perjalanan hajinya. Chronos sebagai anak tidak tega melihat orang tuanya yang kondisinya semakin lemah, dia terus berdo’a memohon kepada Allah untuk kesembuhan shofi agar bisa mejalankan ibadah haji sampai selesai.

  4. fajar maulana berkata

    Pada cerita mencari tuhan di kaki ka’bah part 15 ini, sofi dan chronos begitu bingungnnya dengan pembekalan jama’ah indonesia yang lain mereka terlihat seperti membawa persiapan yang lebih dibandingkan dengan sofi dan choronos. Mereka berdo’a dan didalam do’a nya sempat bilang “ya Allah kami hanya berbekal Takwa untuk menghadap kepadamu”. Dengan melihat orang tua yang kelihatannya sudah tidak kuat menjalani ibadah Haji, sofi dan choronos pun berdo’a lagi sambil menangis.

  5. siti hayyun berkata

    dalam part 15 ini chronos berdoa kepada Allah untuk menguatkan shofi agar shofi mampu menjalankan ibadah haji sampai selesai . keluarga shofi berangkat haji didasarkan oleh niat .ketulusan dan ke ikhlasan .hingga mereka membawa ketakwaan dalam melaksanakan ibadah haji

  6. Amalia Fitriyanti berkata

    Subhanallah..
    Sangat sedih ketika membaca part 15 ini, mereka berdoa sangat khushu sekali bahkan mereka pasrahkan kepada Tuhan lewat doa-doa tulus mereka dengan diiringi tangisan yang sangat menyentuh hati bagi pembacanya. Pak shofi yang slalu memohon ampunan kepada Allah. Bukan hanya dia bahkan istri, anak, dan menantunya pun sama. Tak hanya tangis dalam sedih mereka pun menangis dalan bahagia.

  7. Dezidni Tazqiah MPI3 berkata

    Bismilah..
    Saat siti,vetra dan crhonos menyaksikan polah shofi, mereka menangis. Di bathin keluarga ini suasana berlangsung secara melankolis.
    lalu tanda d perintah dlm duduknta yg syahdu, ia berdoa dgn sangat khas ,yg meminta salah satunya agar Allah berkenan menjaga bpknya supaya tuntas dan dapat menyempurnakan ibadah hajinya.. sungguh luar biasa doa nya. Subhanallah

  8. Siti Hamidah Tadris IPS A / 1 berkata

    Bismillah,,
    Dalam part 15 ini menceritakan perjalan Crhonos dan keluarga pada saat berada di Bir Ali yakni sumur- sumur yang dibangun Nabi dan para sahabatnya dan pada saat itu kondisi ayahnya mulai menurun lagi. Bagaimana hati Crhonos tidak tersayat melihat ayah yang kesehatannya mulai menurun dan tudak lupa chronos terus berdoa kepada Allah SWT agar ayahnya selalu diberi kesehatan dan akhirnya sang ayah tetap kondisi kesehatannya.

  9. Intan Sulistiani MPI-B/SMT III berkata

    Tidak bisa dipungkiri dipart ini mengajarkan bahwasanya tidak ada sesuatu yang dapat disombongkan, segala sesuatunya hanyalah milik Allah yang maha segalanya. Sandarkan segala sesuatu hanya kepada nga karna dialah yang maha membolak balikkan yang dikehendaki.
    Sekian.

  10. Lenny Erdiani Choerun Nissa berkata

    Chronos sangat khusyu dalan melakasanakan ibadah haji. Di usianya yg semakin tua, ia selalu khusyu dalam berdo’a… mereka menunaikan ibadah haji, hanya sebatas bermodal ketakwaan. Chronos pun terus berdo’a kepada Allah, agar senantiasa Allah selalu melindungi ayahnya sampai selesai melaksanakan ibadah haji.

  11. M. DIDI WAHYUDI berkata

    Air mata Crhonos terus menetes ke pipinya. Lalu ia mendekati Shofi yang sudah selesai sujud. Ia mengangkatnya dan memapahnya ke luar dari Masjid ini. Vetra dan Siti menyaksikan bagaimana dua laki-laki itu, berlinangkan air mata dengan tetesan yang semakin deras

  12. Ega Sopana berkata

    Hikmah yang bisa saya ambil dari part 15 ini yaitu ketika crhonos sedih menyaksikan bagaimana bapaknya yang dulu sangat gagah itu. beberapa tahun terakhir ini, tubuh nya ciut dan kurus kering. Usianya yang hampir 72 tahun. Dari novel ini sangat menyentuh hati , karena hidup didunia ini pasti yang muda akan tua dan mati. Di dunia hanyalah sementara gunakan waktu dengan berbanyak ibadah jangan maksiat.

  13. Farrin nurul aina berkata

    Dari Madinah rombongan memakai pakaian ihram, di masjid nabawi. Walaupun sebenarnya miqat mereka di masjid Bir Ali. Pada saat di masjid bir Ali dalam keadaan shofi yang semakin lemah, dia masih menyempatkan untuk berdoa meminta ampun kepada Allah. Bisa dilihat disini betawa khusyu nya shofi dalam melaksanakan ibadah haji dia tidak menyia-nyiakan kesempatan yang dia punya.

  14. Isah Siti Khodijah berkata

    Bismilahirahmanirahim
    Asalamualaikum wr wb
    Sudah genap 8 hari berada di Madinah, saatnya semua rombongan haji berangkat menuju Mekkah, para jamaah memakai pakaian ihram menuju masjid Bir Ali, penyebutan Bir Ali dimaksudkan untuk mengenang Ali, yang sering menggali sumur. Masjid ini disebut juga Masjid Syajarah atau masjid Hulaifah.
    Hal yang dapat di petik pelajaran adalah berhaji itu selain bermodalkan materi juga harus bermodalkan taqwa. Semoga doa chronos terkabulkan. Dan saya masih sangat kagum sekali dengan sosok Shofi.
    Terimakasih
    Wasalamualaikum wr wb

    1. Fariz maulana ibrahim tadris ips a/1 berkata

      Assalamualaikum wr.wb
      Part 15
      Rombongan crhonos bersiap melanjutkan perjalanan menuju mekkah,mereka selalu menyempatkan sholat di masjid nabawi,mumpung lagi disana mereka tidak menyia-nyiakan hal tersebut,setelah itu mereka menuju perbatasan madinah dan mekkah,disitu terdapat masjid bir ali,tidak lupa didalam masjid mereka selalu berdoa kepada Allah,amalan dan ketaqwaan mereka tidak pernah luntur semenjak mereka berada di indonesia sampai sekarang berada di tanah suci.
      Pelajaran yang kita ambil bila kita pergi kemanapun bekal itu tidak harus berupa materi,namun yang lebih penting bekal ketaqwaan,apalagi mau beribadah haji.
      Wassalamualaikum wr.wb

  15. Silmy Awwalunnis
    Silmy Awwalunnis berkata

    Kondisi Shofi yang semakin memburuk tak membuat padam semangat shofi untuk tetap melanjutkan kewajiban ibadah hajinya. rombongan keluarga shofi sebentar lagi akan melanjutkan pergi ke makkah, maka dengan rasa sedih yang bercampur kebahagiaan namun cuga di hiasi kecemasan chronos menuntun shofi yang semakin melemah kondisinya.

  16. Aida Nur Aisyah berkata

    Assalamu’alaikum wr.wb
    Bismillahirahmanirahim
    Pada part 15 ini diceritakan bahwa para jamaah termasuk keluarga Shofi dan Chronos telah memakai pakaian ihram untuk melaksanakan ibadah haji ke Mekkah. Terdapat suasana haru dimana kondisi Shofi yang mulai melemah sementara niatnya untuk tetap melakukan ibadah haji masih besar. Tersentuh hati saya dimana seorang anak yang ingin membalas jasa kedua orang tuanya dengan memberangkatkan haji untuk mereka mengalami berbagai kendala yang diberikan Allah. Dan setelah permohonan itu terkabul, justru kondisi kesehatan ayahnya yang semakin menurun. Hal tersebut menjadi pelajaran kepada saya bahwa kita harus berusaha untuk berbakti kepada orang tua dengan segenap kemampuan yang kita punya saat ini dan selama mereka masih hidup.
    Sekian
    Terima kasih
    Wassalamu’alaikum wr.wb

  17. dhini apriliani berkata

    Asalamualaikum
    pada part 15 ini. Rombongan haji akan berangkat ke mekah, keluarga shofi berdoa kepada allah agar shofi bisa menyelesaikan ibadah hajinya sampai selesai dengan kondisi yang semakin memburuk.

  18. dhini apriliani berkata

    Asalamualaikum
    pada part 15 ini rombongan jamaah haji akan berangkat ke mekkah. Tetapi sayangnya keadaan shofi semakin hari semakin memburuk. Chronos istri dan ibunya berdoa kepada allah agar shofi di beri kekuatan untuk menjalankan ibadah haji sampai selesai

  19. Fifit Fitri Nur'aeni/Ips/1B berkata

    Assalamualaikum
    Pada part 15 ini sofi selalu berdoa,bersabar dan bertawakal kepada allah dalam keadaan apapun . Saya kagum walaupun sofi sedang sakit tetapi dia mempunyai keinginan yang tinggi
    Akhirnya keinginan yang di cita citakan sofi dan istrinya untuk melaksanakan haji tercapai .sofi dan charnos pun menangis bahagia berlinang air mata.

  20. Muhamad Udin berkata

    Bismillahirrahmaanirrahiim
    pada part ini saya terharu atas kejadian yang keluarga shofi alami, walaupun shofi sedang sakit Ia berdoa untuk keluarganya, kerabatnya, dan semua umat muslim di berikan agar Allah membukakan pintu-pintu rahmat-Nya,. pelajaran yang dapat saya ambil Sesulit dan selemah apapun keadaan kita tetap jangan lupa beribadah karana Allah sayang kepada kita dan akan mengangkat derajat kita bila kita bisa melalui ujian yang Allah berikan.

  21. Siti Sutihatin MPI/4 berkata

    Setelah delapan hari berada di Madinah, para jamaah bersiap untuk berangkat menuju Makkah. Jamaah haji sudah memakai kain ihram sejak di Madinah untuk memudahkan urusan. Crhonos pun berdo’a semoga Shofi dapat mengikuti ibadah haji sampai tuntas.

  22. Rahmat Maulana (MPI-4) berkata

    Dalam part 15 ini, kala itu.. ke khawatiran keluarga Crhonos terhadap shofi semakin bertambah, mengingat bahwa kondisi fisik Shofi dari awal mula pemberangkatan memang kurang baik, akan tetapi dengan keyakinannya bahwa Shofi bisa melewati ujian tersebut, dan Shofi pun meyakinkan keluarganya supaya tidak terlalu mengkhawatirkannya, selain itu Shopi berdo’a dan setelah itu, shofi sujud relative lama. Air mata keluarga Crhonos terus menetes, kemudia Crhonos mendekati Shofi yang sudah selesai sujud. Sikap dan prilaku Shofi yang demikian merupakan salah satu jalan untuk mencapai keridhaan Allah SWT. Yaitu menjalankan perintah-Nya dengan sekemampuan Shopi.
    Semoga kita termasuk orang-orang yang bertakwa.

  23. Indah kusumawati (mpi-4) berkata

    Dalam part 15 ini yg nertemakan haji bermodal takwa.saya merasa terharu dan sedih ketika melihat orang tua yg kita sayangi semakin rapuh, kurus dan semakin menua. Apalagi di cerita sebekumnya croros pernah berjanji agar kedua orang tuanya berangkat haji dan memohon kpd allah agar tidak mencabut nyawa mereka sebelum ibadah hajinya sempurna. Doa itu di kabulkan oleh allh bahwa mereka bisa berangkat haji. Entahlah di cerita selanjutnya apakah allah akan mengabulkan doa cronos yg meminta orang tuanya jgn di ambil dulu seelu. Hajinya sempurna.

  24. MAFTUHAH MPI/4 (1415109011) berkata

    di part 15 ini rombongan jama’ah haji melaksanakan sholat arba’in di masjid nabawi. semua jamaah haji melaksanakan ibadahnya dengan ikhlas, terlebih lagi shofi dan crhonos, mereka melaksanakan ibadahnya dengan penuh ketaqwaan dan keikhlasan, dengan segala kekurangan shofi, crhonos tetap menjaga shofi sembari melaksanakan ibadahnya dengan ikhlas dan penuh dengan ketaqwa’an. sungguh crhonos anak yang sangat membanggakan bagi kedua orang tuanya.

  25. Taqwa adalah bekal terbaik yang harus melekat terbawa para jamaah tamu Allah. Bukan berapa besar uang yang harus dibawa, dan bukan pula berapa banyak makanan dan pakaian yang harus disiapkan. Semua itu tidak lebih dari kelengkapan fisik dan material yang sangat artifisial. Tapi kelengkapan fasilitas non-material akan jauh lebih dibutuhkan selama melaksanakan ibadah di tanah suci. Mereka harus membawa bekal taqwa, agar semua rangkaian ibadah sesuai dengan manasik seperti diisyaratkan Allah dan Rasul-Nya dapat dilalui dengan sempurna. Seperti dalam firman Allah
    “Berbekallah!”, kata Allah, “dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa, dan bertaqwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang berakal”.

  26. Winda Dwi Nurrachmawati (1415109032) MPI-4 berkata

    Sungguh mengharukan perjalanan shofi dan chronus dalam melaksanakan ibadah haji. Rangkaian demi rangkaian ibadah haji mereka lalui bersama dengan penuh keikhlasan dan ketakwaan kepada Allah. Yang menjadikan ibadah yang mereka lakukan penuh dengan kekhusyuan. Dengan ketakwaan menjadikan diri memiliki pelindung dari kemunkaran.
    Dalam part 15 ini terdapat ilmu atau pembelajaran yaitu ada tiga amalan yang dilakukan jama’ah, saat mengambil miqat. Ketiga amalan itu adalah: 1). Mandi Sunnah ihram dan sekaligus memakai pakaian ihram; 2). Shalat Sunnah ihram, sebanyak dua rakaat, dan; 3). Melaksanakan niat ihram serta bertalbiyah sebanyak-banyaknya.

  27. Dinny alfiana s. MPI4 berkata

    Dalam part ini. Sosok anak seperti Chronod memang begitu membanggakan bagi orang tua. Disaat sang ayah tak lagi sekuat dulu, chronos selalu siap siaga berada disamping shofi. Bahkan ia tak segan-segan untuk menggendong sang ayah tatkala lelaki renta itu tak sanggup lagi berjalan. Subhanallah, sosok chronos memang anak yang tidak lupa akan jasa orang tua. Sudah sepatutnya kita pun sebagai anak mampu memperlakukan orang tua kita dengan baik. Wallahua’lam.

  28. Sri Rokhmah-MPI/4 berkata

    Bismillah, pada part 15 ini dengan tema haji hanya bermodal taqwa itu berarti, dalam novel pun tertera bagaimana saat shofi, chronos, vetra dan siti beserta jama’ah melakukan ibadah haji dgn kesungguhan. Pada saat kondisi shofi yg lemah,, chronos, vetra dan siti pasrah hanya saja tetap berdoa agar shofi diberikan kekuatan. Bagaimanapun kondisinya ibadah dan meningkatkan ketaqwaan adalah prioritas utama bagi mereka.

  29. Sri Rahayu MPI/4 (1415109025) berkata

    Bismillah………
    Pada part 15 ini mengajarkan kita bahwa kekuatan yang sebenarnya adalah niat yang suci, walaupun tubuh Shofi tidak sekuat dan segagah ketika masih muda namun niat didalam dada untuk beribadah tidak dapat dihalangi semua itu dilandasi oleh ketakwaan kepada Allah SWT, disertai kasih sayang seorang Chronos terhadap Shofi.
    Barokallah…………

  30. Fera Agustina/ MPI/4 berkata

    dalam part ini chronos tak henti-hentinya berdoa untuk kesembuhan ayahnya “shofi” chronos berdoa dengan khas nya dan meminta kesembuhan ayahnya agar Allah berkenan menjaga bapaknya, supaya tuntas dan dapat menyempurnakan ibadah hajinya. saya pribadi salut dengan shofi semangat nya mesipun lemah namun shofi tetap memaksakan diri untuk menuntaskan ibadah nya, sebhanallah banget shofiii….

  31. Firman Maulana mpi smt 4 berkata

    Part 15
    Dalam cerita ini saya hanya terfokus pada apa yg dikatakan oleh shofi ayah dari chronos, ia mengatakan “Hai Crhonos … inilah Indonesia. Jika tidak begitu, maka, mereka tidak memenuhi persyaratan untuk disebut sebagai bangsa Indonesia”. Mengapa shofi berkata demikian karena melihat orang indonesia yg begitu banyak bawaan nya, melihat keadaan seperti itu chronos ingin berkomentar tetapi didahului oleh sang ayah yaitu shofi dengan melontarkan jawaban seperti yg diatas. Bagian ini orang indonesia sangatlah konyol

  32. Siti Nurbaeti (1415109022)-MPI/4 berkata

    Sedih. Itulah yang dirasakan ketika melihat orang tua yang kondisinya sudah lemah, disaat yang bersamaan kita akan mengenang kebaikan-kebaikan yang telah ia (orang tua) lakukan meskipun sesekali pernah menyebalkan. Tetaplah kuat shofi untuk mentuntaskan kewajibanmu sebagai hamba yang taat 🙂

  33. Muhammad Yasir Arafah MPI/4 (1415109012) berkata

    Bismillahirrahmanirrahim, dalam part ini kondisi shofi semakin memburuk. Diumur yang sudah senja semangat shofi tidak mudah pudar, dia ingat doa yang terus dipanjatkan untuk bisa melaksanakan ibadah haji. Dia tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberi Allah kepadanya.
    Begitu pula dengan chronos, ia sangat berbakti kepada orang tuanya. Terutama pada ayahnya yaitu shofi, keteladanannya patut untuk ditiru. Bagaimana ia memperlakukan ayahnya sangat lembut dan penuh kasih sayang.
    Lamunan yang berbalut sedih ketika melihat sang ayahanda yang sudah menua itu.

  34. Sri Hardianti-MPI/4-1415109024 berkata

    bismillah
    dalam pat lima belas ini yang berjudul “hajiku hanya bermodal taqwa” kita sadar betul bahwa kita hanyalah manusia yng tidak mempunyai apa-apa, hanya dengan mengharap kepada alloh lah semuanya akan dipermudah..
    dan sebagai orang yang telah diberi kemudahan untuk bisa berangkat haji maka hendaklah kita bersyukur karena alloh memberikan kita kesempatan yang sangat luar biasa.

  35. umar faruq mpi 4 berkata

    kenikmatan takada duanya berada di tanah nabi, kenikmatan yang begitu indah dan didambahkah di setiap muslim hanya saja mendapatkan kenikmatan yang hebat membutuhkan jiwa yang keras untuk mendapatkannya, kesabaran,keikhlasan,ketawakalan,dan sebagainya, semua itu adalah paket kita apabila menginginkan sesuatu.
    Sebagai umat islam yang diberikan kesempatan sebagai tamu Allah untuk melaksanakan ibadah haji haruslah bersyukur dan tak kenal lelah. Karena ribuan umat islam yang lain tidak sedikit yang menginginkan kesempatan untuk menjadi tamu Allah. perbanyaklah doa ketika didalamnya.(mekkah)

  36. Nur Aliffah/ MPI 4 berkata

    sungguh mulia chronos dengan ayahnya, dalam part ini mereka berdua tidak habis-habisnya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Saya pribadi kagum dengan apa yang dilakukan oleh chronos dengan ayahnya. sungguh mulia mereka dimata Allah SWT yang selalu beribadah terhadap Allah SWT.

  37. Ega Sugandi (1415109003) MPI/4 berkata

    Mereka selalu bilang, mumpung berada di Medinah dan tidak memerlukan ongkos untuk datang ke Masjid. Banyak waktu dihabiskan di masjid ini. Mereka banyak membaca al Qur’an serta berdiskusi seputar Masjid ini sebelum mereka berangkat menuju mekah, banyak kesan tersendiri yang mereka rasakan selama 8 hari beribadah dimasjid nabawaih. Mereka melanjutkan perjalanan menuju Bir Ali dan kemudian kemekkah.

  38. Yunita Nur Rahmawati MPI/4 berkata

    pada part 15 Masjid yang menjadi miqat, dengan jamaah sudah memakai pakaian ihram karena disebut sebagai Bir Ali. Masjid ini disebut sumur-sumur, karena di zaman rasulullah, Ali bin Abi Thalib banyak menggali sumur di sekitar Masjid. Meski hari ini, sumur-sumur sudah tidak ada , tetapi penyebutan Bir Ali dimaksudkan untuk mengenang Ali, yang banyak menggali sumur. Ada tiga amalan yang dilakukan jama’ah, saat mengambil miqat. Termasuk tentu, jika miqat itu dimulai di Bir Ali. Ketiga amalan itu adalah: 1). Mandi Sunnah ihram dan sekaligus memakai pakaian ihram; 2). Shalat Sunnah ihram, sebanyak dua rakaat, dan; 3). Melaksanakan niat ihram serta bertalbiyah sebanyak-banyaknya. Untuk jama’ah ini, mandi sunnah dan berpakaian ihram sudah dilakukan. Sehingga jama’ah, lebih banyak memfokuskan diri pada pelaksanaan shalat sunnah dan niat ihram.

  39. Asiro MPI/4 (1415109002) berkata

    Bismillahirrahmaanirrahiim…
    Dalam novel part 15 ini yang berjudul “Hajiku Hanya Bermodal Taqwa” ini mengajarkan bahwa kita hanyalah makhluk yang sangat miskin dan lemah di hadapan sang Maha Kuasa yaitu Allah. Hanya taqwalah yang senantiasa membedakan kita dengan makhluk lainnya.

  40. Asyifa Nuraeni Kartika Ali/MPI/4 berkata

    Bismillahirrahmanirrahim
    Dalam part 15 ini menceritakan perjalan Crhonos dan keluarga pada saat berada di Bir Ali yakni sumur- sumur yang dibangun Nabi dan para sahabarnya, serata tempat sejarah yang lainnya, pada saat itu kondisi ayahnya mulai menurun lagi dan terlihat semakin lemah, bagaimana hati Crhonos tidak tersayat melihat ayahnya yabf kesehatannya mulai menurun, tetapi ia yakin dan memohon penuh harap kepada Allah bahwa ayahnya jangan dipanggil sampai tuntas melaksanakan ibadah haji, dan ternyata Allah mengabulkannya Shofi ayah Crhronos mulai bangkit dalam sujudnya dan Crhonos terus menjaganya dengan penuh kasih sayang, subhanallah betapa besar rasa cinta dan hormat seorang anak terhadap orang tuanya.

  41. pujiati/MPI/4 berkata

    pada bagian ini saya pribadi sungguh merasa terharu terhadap apa yang dilakukan dua orang ini (shofi dan chronos) mereka benar-benar sangat dekat hingga apa yang dirasakan oleh shofi pun terasa oleh chronos, saya juga benar-benar salut terhadap shofi dengan umur dan keadaan yang seperti itu dia benar-benar tidak mau menyia-nyiakan waktunya untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah, mungkin karena pergi haji dirasakannya akan dilakukan sekali seumur hidup, shofi sungguh orang yang benar-benar selalu berusaha menjadi lebih baik.

  42. Lu'lu Atul alawiyah (1415109010) MPI/4 berkata

    Bismillahirrohmaniirohim…
    Tidak ada lelah bagi keluarga shofi, mereka tetap bersemangat menjalani iabadah hajinya dengan penuh kekhusyuan dan shofi pun tidak menghiraukan dengan keadaannya yang kurang sehat itu karena ia beberapa tahun yang lalu mempunyai keinginan ibadah haji sebelum Allah menjemputnya. Bersyukurlah bagi mereka semua yang sudah melaksanakan ibadah haji tersebut. Allah menguji ketakwaan seseorang ketika orang tersebut mampu menjalani ujian yang dihadapinya dengan baik dan ia bersungguh-sungguh meminta petunjuk kepada Allah SWT.

  43. Siti halimah MPI/4 berkata

    bismillahirrahmanirrahim, ,
    kondisi shopi semakin hari semakin lemah membuat keluarganya khawatir akan kesehatannya, namun shopi meyakinkan mereka bahwa shopi kuat untuk menjalani ibadah haji ini, tidak lepas dari kata syukur shopi menjalankan ibadah haji ini dengan penuh semangat. namun chronos kawatir akan keadanya. chronos terus berharap dan berdoa agar shopi bisa menyeesaikan ibadah haji ini dengan sempurna.

  44. Ririn Nur'aeni berkata

    bismillah di part 15 ini..
    jama’ah rombongan cronos bersiap-siap untuk berangkat ke mekkah mereka berpakaian kain ihram. keadaan shofi semakin lemah namun ia tetap semangat untuk menjalankan serangkaian ibadah haji, dalam keadaan yang semakin lemah shofi berdo’a bukan hanya untuk dirinya dan keluarganya tetapi ia juga berdoa untuk umat islam agar Allah membukakan pintu-pintu rahmat-Nya. melihat kondisi ayahnya yang semakin lemah cronos lalu berdo’a agar Allah memberi kekuatan dan kesehatan untuk ayahnya agar mampu melaksanakan ibadah haji hingga selesai. subhanallah

  45. uyunurrohmah MPI4 (1415109031) berkata

    Setelah saya membaca part14 ini berikut review part ini:
    Para jamaah haji yg berangkat ke mekkah dari madinah melaksanakan niat ihram di Bir Ali atau lembah Aqiq. Dinamakan bir ali karena Bir berasal dari kata jama’ bahasa Arab yang artinya sumur-sumur dan dulu sayyidina Ali bin Abi Thalib banyak menggali sumur di daerah masjid tersebut. Selain disebut Bir Ali juga disebut masjid syajarah dan masjid Hulaifah. Disebut masjid syajarah karena menurut ahli sejarah dulu rasulullah bernaung di bawah pohon di daerah masjid tersebut dan disebut masjid Hulaifah karena berada di distrik Dzul-Hulaifah. Terdapat 3 amalan yg dilakukan para jama’ah saat mengambil miqat yaitu:
    1. Mandi sunnah ihram dan memakai pakaian ihram.
    2. Shalat sunnah ihram dua rakaat
    3. Niat ihram

  46. Nailiyatul Farhah MPI/4 (1415109013) berkata

    Bismillahirrohmaniirohim,
    Sebagai umat islam yang diberikan kesempatan sebagai tamu Allah untuk melaksanakan ibadah haji haruslah bersyukur dan tak kenal lelah. Karena ribuan umat islam yang lain tidak sedikit yang mengin ginkan kesempatan untuk menjadi tamu Allah. Shofi yang semakin lemah fisiknya kan tetapi tidak pesimis dan selalu sabar untuk tetap menjalankan ibadah hajinya. Chronos serta ibu dan istrinya selalu mendo’akan yang terbaik untuk shofi, agar selalu kuat dan diberikan kesembuhan untuk tetap menjalankan ibadah hajinya sampai selesai. Allah selalu menguji ketaqwaan hambanya dimanapun hambanya berada, karena Allah sayang dan akan meninggikan derajat hambanya ketika hambanya bisa melalui ujian yang Allah berikan.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.