Hal yang perlu dilakukan untuk mengobati stress/depresi

Ilustrasi stress/depresi
0 125

Selama ini kita memahami bahwa stress adalah penyakit yang menyerang kejiwaan seseorang. Pemahaman ini perlu diluruskan karena stress adalah respon normal terhadap berbagai keadaan yang perlu dihadapi dalam hidup dan situasi yang mengharuskan kita bertindak, menyesuaikan, serta menjaga sesuatu agar tetap seimbang. Stress merupakan reaksi fisik dan psikologi yang normal terhadap banyak tuntutan dan tekanan hidup yang selalu berubah dan tidak pernah berakhir. Karena stress merupakan reaksi normal, maka semua orang pasti mengalaminya, baik itu orang dewasa, remaja, bahkan anak-anak.

Ketika otak mengalami sebuah situasi (tekanan atau tuntutan), maka otak akan memerintahkan kepada tubuh untuk mengeluarkan banyak hormon. Hormon ini berfungsi untuk memberikan tenaga atau energi kepada tubuh untuk bertindak menghadapi situasi tersebut. Ketika situasi itu telah berlalu, naka tubuh akan kembali pada kondisi rileks.

Semakin berat persoalan yang dihadapi, maka semakin banyak hormon yang dilepaskan. Ketegangan pun akan  semakin meningkat. Apabila ketegangan ini tidak ada jedanya, maka yang terjadi adalah pikiran menjdi kacau. Tidak bisa berfikir normal. Maka wajar jika banyak orang yang mengatakan bahwa stress sama dengan tekanan.

Memang benar, orang yang banyak mengalami peristiwa yang tidak diharapkan, misal, keluarga meninggal, dikhianati pasangan, lama menjadi pengangguran, usaha bangkrut,  anak mulai butuh banyak biaya sekolah, sedangkan pendapatan kecil. Peristiwa-peristiwa ini tentu akan membuat pikiran menjadi tegang dan memikirkan bagaimana solusinya. Jika ketegangan ini berlangsung lama, maka akan membuat kondisi kejiwaan terganggu, yaitu stress.

Depresi pun sama. Penyakit ini akan muncul akibat beban pikiran yang berat. Gejalanya dapat diketahui ketika seseorang mengalami putus asa, pesimis, kelelahan, energi menurun, sulit untuk konsentrasi, kehilangan mood, semangat hidup hilang, bahkan ingin mengakhiri hidupnya sendiri. Apabila hal ini dialami oleh seseorang, berarti orang itu sedang mengalami depresi.

Banyak orang yang salah bertindak dalam menghadapi stress atau depresi yang sedang dialamiya. Bahkan tidak sedikit orang yang sampai kehilangan kendali dan tidak bisa mengontrol emosi akibat beratnya permasalahan yang sedang ia hadapi.

Jika kamu mulai pusing memikirkan solusi untuk permasalah yang pelik, maka secepatnya kamu imbangi kepusingan itu dengan banyak berpikir positif dan rasional. Jangan terlalu keras memikirkan suatu permasalahan supaya kamu tidak stress atau depresi.

Lenyapkan lah pikiran-pikiran negatif  dengan cara berpikir positif. Apabila kamu ingin melalukan sesuatu yang irasional atau membahayakan diri sendiri bahkan orang lain, maka berpikirlah kembali. Apakah itu solusi yang dapat menyelesaikan masalah atau justru akan menibulkan masalah baru? Apakah lantas persoalan itu akan selesai? Berpikirlah seribu kali sebagai pertimbangan agar kamu tidak terjerumus pada perilaku buruk yang akan membawa mu pada masalah baru. Tenangkanlah pikiran mu, berpikirlah positif, berdialoglah dengan  hati dan pikiran mu sendiri. Harus kamu yakini bahwa setiap persoalan pasti ada jalan keluarnya, dan seberat apa pun persoalan itu, pasti ada solusinya. Badai pasti berlalu. Tidak akan selamanya kamu menghadapi kesulitan, suatu saat nanti, permasalahan itu pasti akan terselesaikan.

 

Komentar
Memuat...