Hangatnya Pelukan Alamsyah | Nokhtah Kerinduan Tuhan Part – 9

27 157

Pagi, jam 4.30, Yanti bangun lebih dulu dibandingkan dengan Alamsyah. Ia melihat sosok laki-laki yang sangat gagah dan gentlement sekaligus bossnya itu, masih berada dalam peraduan kasih bersamanya, di sebuah kasur Hotel yang sangat mewah.  Yanti yang sudah hampir 11 tahun tidak mendapat sentuhan seorang laki-laki, terlebiuh dengan sentuhan segenap rasa kasih sayang sebagaimana ditampilkan Alamsyah, membuatnya tersihir untuk sementara tidak merasa dosa atas apa yang dilakukannya. Ia perlahan menggeserkan tangan Alamsyah dari pelukannya yang terasa masih tetap hangat.

Ia segera pergi ke wc yang berada di dalam kamar tidur mereka. WC yang hanya berdinding kaca itu, membuat segenap tubuh Yanti tampil dengan sempurna dalam pantulan kaca dimaksud. Setelah selesai mandi, ia kemudian segera memakai handuk dan memakai pakaian … Ia menggunakan mukena untuk melaksanakan shalat subuh.

Shalat Mengingatkan Segenap Dosa

Saat Yanti mengucap Allahu Akbar, ia tiba-tiba ingat akan suatu perbuatan tanpa kendali bersama dengan Alamsyah. Ia tidak mengerti mengapa segalanya berubah dengan begitu cepat. Ia tidak mengerti mengapa ia demikian agresif sama seperti apa yang ditampilkan Alamsyah kepada dirinya. Ia merasa sangat berdosa kepada Tuhannya, tentu kepada Alamsyah, karena ia tahu betapa Alamsyah demikian baik dan demikian Islami. Setelah melaksanakan shalat subuh itu, sambil mengangkat kedua tangannya ia berkata:

“Ya Allah … ya rabbi … yang Ghafar …. ya Aziz …. ya Malik … ya quddus … Aku tak sengaja atas semua ini. Kami tidak tahu mengapa malam ini kami melakukan pelanggaran yang sangat dibenci-Mu. Aku tidak tahu dan harus bagaimana akhirnya kami melangkah. Setelah sekian lamanya kami menjaga kesucian diri, dan aku yakin betapa Alamsyah juga melakukan hal yang sama, mengapa malam ini, kami larut dalam segenap dosa besar ini. Di akhir do’a, Yanti berkata: “Rabbana ya rabbana, dhalamna anfusana, wa inlam taghfir lana, watarhamna lana ku nanna, minal khasirin. Ya Tuhan penjaga dan pelindung kami, kami telah dhalim pada diri kami. Jika Engkau tidak mengampuni dosa kami, maka, kami pasti akan menjadi manusia yang rugi” 

Yanti menangis dengan tetesan air mata yang semakin deras membasahi pipi kiri dan kanan. Saat tangisan itu muncul, Alamsyah bangun dan kaget. Ia segera terbangun dan melihat sosok perempuan putih dengan pakaian serba putih memakai mukena di pinggir kasur yang dia tiduri. Alamsyah hanya mengatakan: Astaghfirullah al adzim … aku di mana?

Yanti menoleh dan tidak berkata sepatah kata apapun. Ia hanya melirik dan mengatakan, kau di sini, di hatiku dan berada dalam segenap jiwa yang dimiliki Sang Pemilik Jiwa. Alamsyah tidak langsung ke WC. Alamsyah justru memeluk erat Yanti dengan berucap: “Yanti, maafkanlah aku … Aku tak mengerti dan aku tak tahu mengapa kita berada di sini. Yanti hanya berkata: Tak apa-apa. Sama aku juga tidak mengerti, mengapa semua ini terjadi.

Malaikat Menjadi Saksi Pernikahan

Yanti idzinkan aku untuk mandi terlebih dahulu. Dengan tetesan air mata yang mengucur deras, Alamsyah dan Yanti melepaskan ikatan tangan mereka dari punggung masing-masing pasangannya. Alamsyah mandi dengan cepat, lalu ia memakai baju dan celana. Setelah itu ia melaksanakan shalat. Setelah Shalat Alamsyah berdo’a.

“Ya Allah … Aku telah berbuat dosa. Dosa yang sangat besar. Aku telah mengotori sosok wanita yang sesungguhnya sangat aku cintai. Aku seharusnya mampu menjaga semua rasa ini, karena rasa ini suci dan berasal dari wujud yang juga suci. Maafkan aku … aku tak kuasa dan aku tak mengerti mengapa semua ini terjadi”

Lalu entah mengapa, Alamsyah meminta Yanti mendekatinya dan memegang tangannya dengan erat. Tiba-tiba Alamsyah berkata: “Ya Allah kuingin Kau menurunkan Malaikat Rahmat untuk menjadi saksi atas pernikahan kami bersama. Dengan mengucap syahadat dan berkata: “kunikahi kamu Yanti dengan maskawin segenap rasa cinta yang kumiliki, dan disaksikan Malaikat yang Tuhan turunkan untuk kita, aku berjanji akan menjagamu dengan atau tanpa sama sekali kamu bisa bertemu kembali sama aku dalam peraduan semacam ini.

Mendengar kalimat yang disampaikan Alamsyah itu, Yanti hanya tersenyum simpul. Yanti tahu, inilah pernikahan filosofi yang tidak ada sejarahnya dalam tradisi agama apapun. Alamsyah hanya ingin sedikit minta celah bahwa apa yang dilakukannya tidak terlalu merasa bersalah baik di hadapan yanti maupun di hadapan Tuhan.

Terima kasih Boss

Setekah prosesi itu, mereka kembali merebah dan enyampaikan permohonan maafnya masing-masing. Tetapi, entah mengapa, mereka justru kembali beradu dalam peraduan asmara yang sulit dibendung. Dalam peraduan inilah, mereka berkata satu sama lain, terima kasih Yanti. Yantipun mengatakan terima kasih Boss …

Alamsyah menutup mulut Yanti dan berkata sssst … aku bukan bossmu. Mulai saat ini aku menjadi suami syahmu karena au tekah kunikahi di hadapan Tuha kita dengan saksi para malaikta-Nya. By. Charly Siera bersambung

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

  1. Muflikha berkata

    Ketika ingin melakukan sesuatu seharusnya kita itu harus memikirkan betul-betul apa resiko yang akan kita dapatkan ketika melakukan hal tersebut. Karena apapun yang kita lakukan, kita harus bertanggung jawab atas apa yang kita perbuat.

  2. eka ali wahab berkata

    nokhtah kerinduan tuhan part-9
    dosa yg di lakukan seorang insan baik pada dirinya maupun pada Tuhannya harus di pertanggungjawabkan. karena tangunjawab inilah yg paling berat untuk dilakukan.

  3. eka ali wahab berkata

    nkhtah kerinduan tuhan part-9
    dosa yg di lakukan seorang insan baik pada dirinya maupun pada Tuhannya harus di pertanggungjawabkan. karena tangunjawab inilah yg paling berat untuk dilakukan.

  4. khofifah berkata

    yang dilakukannya tadi memamnglah dosa karena tidak adanya ikatan suami istri.tapi alamsyah berani bertanggung jawab dengan telah apa yang dia lakukan. memang beitu sejatinya pria. baik itu dilakukannya dengan sengaja maupun tidak.

  5. Uun Unesih berkata

    Bismillah… Segala apa yang kita perbuat di dunia ini, kita harus wajib mempertanggung jawabkannya, dalam part 9 ini, terlihat bahwasanya alamsyah menyesali perbuatannya dan ia ingin mempertanggung jawabkan atas perbuatannya. Saya pribadi sangat kagum dengan alamsyah ini.

  6. Tri Anis berkata

    Apabila kita telah melakukan kesalahan kita harus mampu bertanggung jawab dan menerima konsekuensi atas apa yang telah kita perbuat.

  7. Mohamad Adha berkata

    Setiap perbuatan yang kita lakukan pasti memiliki resiko , jadi bagaimana kita menghadapi resiko tersebut apakah kita jatuh atau terus bangkit. Berdasarkan cerita diatas bahwasanya kita harus bertangang gung jawab atas perbuatan yang kita buat bukan kita kabur layaknya pecundang dan tidak mau bertanggung jawab atas perbuatan yang sudah dilakukan. Dalam cerita tersebut mengajarkan arti penting akan pertanggung jawaban.

  8. Febrialdy Imandyanto Kusuma berkata

    setiap manusia pasti memiliki tanggung jawab, sama hal sepertinya tanggung jawab terhadap diri sendiri contohnya seperti melakukan kesalahan tetapi harus memecahkannya bukan malah mengjindari.

  9. Febrialdy Imandyanto Kusuma berkata

    setiap perbuatan pasti akan ada pertanggung jawaban, maka berhati-hatilah dalam melakukan suatu hal. namun jika kita melakukan kesalahan, jangan sampai terulang kembali atau yang kedua kalinya dan memohon maaf lah pada Allah, karena Allah Maha Pemaaf.

  10. KORIATUNISA berkata

    Jika kita melakukan sebuah kesalahan maka kita harus mempertanggung jawabkan atas perbuatan kita dengan bijak dan sebanding dengan apa yang telah kita perbuat tanpa harus merugikan salah satu pihak.

  11. siti alifah berkata

    sebelum melakukan sesuatu ingatlah damapak yang akan terjadi, jika sudah terjadi maka apa yang kamu pilih dan apa yang kamu lakukan harus berani bertanggung jawab.

  12. Zainal Ma'arif berkata

    segala sesuatu yang berupa perkataan mapupun tingkah laku yang dilakukan oleh kita itu harus dapat dipertanggung jawabkan

  13. Qorry Yafatihana berkata

    mengajarkan tentang tanggung jawab terhadap apa yang telah kita lakukan. meskipun perbuatan tersebut secara tidak sadar dilakukannya, tetap saja sebagai Hamba Allah yang baik harus bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuat.

  14. Birnawati berkata

    Mencintai seseorang itu bukan berarti memaksakan takdir atau mendahulukan takdirNya. Ketika rasa cinta, kasih sayang itu hadir dihati maka saat itu pula seorang laki2 sejati harus langsung siap dan meminta izin untuk menikahi bukan larut dalam asmara yang tidak berujung pernikahan. Jika belum siap atau masih banyak persoalan yang harus dipersiapkan kita mengikuti saran Rasul berpuasalah. Sekali lagi bukan menuhankan rasa lalu beradu kasih tanpa didasari dengan pernikahan.

  15. Lia Herliana berkata

    Pada dasarnya Tanggung jawab bisa diartikan sebagai kewajiban dalam melakukan tugas tertentu. Contohnya Dengan perkataan , tanggng jawab adalah sesuatu yang menjadi kewajiban sekaligus yang harus dilaksanakan. Secara demikian tanggung jawab terkait dalam kondisi manusia, khusunya menyangkut segala tingkah laku dan perbuatannya

  16. Siti MH berkata

    Allah selalu mengampuni para hambanya jika ia benar-benar tobat dan tidak akan mengulanginya kembali

  17. Peggi Agisna IPS 1/A berkata

    berhati-hatilah dalam bertindak jangan ceroboh. jikalau kita salah bertindak atau pun lupa maka akan lupa segalanya yang membuat kesalahan yaitu menjadi dosa

  18. Aninda fidiya sari berkata

    Assalamualaikum .
    Kelalaian ternyata membawa dampak negatif, jadi berhati hatilah dalam melakukan segala hal. Allah akan mencatat kebaikan atau kejahatan seseorang walau sebesar biji sawi . Dan pernikahan yang sah tidak cukup hanya disaksikan malaikat harus menghadirkan saksi yang real, yang terlihat. Dan harus ada mas kawin .

  19. siti khodijah berkata

    Malaikat telah menjadi saksi pernikahan nya di antara mereka dan mungkin allah akan selalu memberikan maaf kepada mereka karena mereka dalam keadaan tidak sadar.. jadi intinya kita harus berhati hati dalam segala hal ntah itu dalam segi minuman dan makanan..

  20. Fariz Aldi Dwi R TIps A/1 berkata

    Hangatnya Pelukan Alamsyah | Nokhtah Kerinduan Tuhan Part – 9
    Allah SWT akan mengampuni kesalahan umatnya, karena sesunggunya tidak ada manusia yang sempurna, melainkan dipenuhi rasa nafsu,namun hal ini dapat menjadikan sebuah pelajaran untk kita agar , Berfikir terlebih dahulu sebelum bertindak .

  21. ifa nurfaizah berkata

    Penyesalan itu datangnya diakhir. Allah swt maha pengampun dan maha pemaaf . jadi, jika ada seorang hamba-Nya yang sudah melakukan perbuatan dosa sekalipun dosa itu besar allah swt akan memaafkan perbuatan dosa nya jika seseorang itu mau bersungguh-sungguh bertaubat kepada-Nya dan tidak mengulanginya kembali.

  22. Mariyo Tadris IPS/A Semester 1 berkata

    Hangatnya Pelukan Alamsyah | Nokhtah Kerinduan Tuhan Part – 9
    Allah Swt akan mengampuni dosa anak adam walaupun sepenuh langit dan bumi dengan satu syarat tadak menyekutukan Allah. dosa yang tidak sengaja dilakukan oleh Alamsyah dan yanti semoga mendapat ampun dari Allah Swt. terus optimis dan bunuh pesimis kepada takdir tuhan

  23. Adelia Pramesetia berkata

    Part ini mengajarkan kita untuk bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukan. Karena segala bentuk perbuatan manusia harus dipertanggung jawabkan, baik itu dalam hal positif maupun negatif. Walaupun yang mereka lakukan adalah perbuatan dosa namun mereka bertanggung jawab atas perbuatannya

  24. Luinah berkata

    Smua manusia pasti punya kesalahan mau itu yang disengaja ataupun tidak disengaja tetapi meski dicerita ini tidak sengaja tapi melibatkan dosa yang sangat besar. Namun kita sebagai makhluk nya pasti akan memohon ampun kepada nya agar smua kesalahan didunia diampuni. Karena Tuhan lah maha penampungan.

  25. Iqbal ismail berkata

    Sebagi orang laki laki harus bisa bertanggung jawab atas perbuatannya. maupun bukan disengaja

  26. Luinah berkata

    Sangat bagus ceritanya, karena smua manusia itu ditakdirkan untuk menjadi orang yang bertanggung jawab atas kesalahan apa yang telah diperbuat. Bertanggung jawab kepada Allah maupun kepada sesamanya.

  27. MUNIRUDIN berkata

    Semua perbuatan yang telah kita lakukan pasti tidak akan bisa kita tarik kembali dan itu adalah masa lalu, masa lalu yang buruk adalah sebuah dosa, namun kita sebagai makhluk yang bertuhan tentunya kita akan meminta ampunan dari tuhan kita.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.