Inspirasi Tanpa Batas

Hanya Allah yang Memberi Perlindungan

Hanya Allah yang Memberi Perlindungan
0 106

Tenang, jangan takut dan jangan khawatir, sebab Tuhan pastiA�bersama kita. Itulah ungkapan Nabi Muhammad kepada Abu Bakar saat berada dalam posisi yang terpojok dan terjepit. Ia tidak dapatA�lari ke depan, ke belakang, ke atas atau apalagi ke bawah. Semua sisi tertutup. Mengapa?A� Karena dia bersama Abu Bakar berada dalam sebuah gua yang diliputi dengan cepat oleh jaring laba-laba.

Dalam posisi di mana Abu Bakar ketakutan hebat, mereka juga tidak mungkin ke luar. Mengapa? Sebab di luar banyak sekali musuh yang mengejarnya. Abu Bakar as-Shidiq yang menemaninya saat melaksanakanA�hijrah dari Mekkah ke Medinah. Ia tak kuasa kecuali meneteskan air mata. Air mata yang menangisi mengapa orang Mekkah yang semula sangat mencintai Muhammad, teiba-tiba bringas setelah dia diangkat menjadi Nabi.

Abu Bakar sedih menyaksikan bagaimana ganasnya kaum Arab jahiliyah terhadap perjalanan kerasulan Muhammad. Berbagai fitnah yang dijalankan kaum jahiliyah kepadanya, hanya dibalas Nabi dengan ungkapan: Dan hanya Allah-lah yang memberi perlindungan atas segala apapun yang terjadi.

Mengapa Nabi Muhammad yakin bahwa hanya Allah yang menjadi pelindung dan penolongnya. Sebab ia tidak terjebak menempatkan berbagai atribut kemanusiaan sebagai pelindung dirinya. Bahkan ia juga tidak menggunakan Malaikat dan Jin yang selalu memberi tawaran perlindungan kepada dirinya, untuk dimintai pertolongan.

Pertanyaannya, mengapa? Sebab Rasul akhir jaman itu yakin, bahwa dirinya hanya menyembah satu Allah. Ia tidak menyembah banyak Allah baik dalam dzatiyah, sifatiyah dan af’aliyahNya. Tuhan yang Esa selalu nafas dalam setiap tetesan darah yang berputar dalam setiap nadi-nadi yang dimilikinya.

Tuhan Wajib Tunggal

Penyebutan Tuhan yang ahad, oleh Rasul Muhammad bukan saja dibentuk dan diimplementasikan dalam bentuk ritualisme. Justru, Allah yang Maha Tunggal itu, ditempatkan dalam spektrum kesemestaan hidup. Ia mencurahkan seluruh rasa cinta tulusnya hanya kepada Tuhannya yang ahad. Itulah mengapa ia ditempatkan sebagai kekasih Allah dan menjadi pemimpin seganap Nabi dan bahkan menjadi kunci penciptaan jadad raya. Hal ini pula yang oleh para ahli shufi, misalnya gagasan al Jilli dalam teori mirar-nya, menyebutkan:

Jika Aku tidak menciptakan Nur-mu [Muhammad], maka, Aku tidak akan menciptakan seluruh jagad raya ini

Karena itu, Muhammad-lah yang menjadi cermin tunggal dalam konteks ke-Islaman, yang menunjukkan secara eksistensial bentuk rasa cinta kemanusiaan kepada seluruh hamba-hamba yang diciptakan Tuhan. Ia mewakili bentuk real bagaiamana al Qur’an dihidupkan dan bagaimana dirinya mengkreasi hidup atas nama cinta.

Itu juga yang menyebabkan Nabi Muhammad tidak meminta pertolongan kepada Malaikat sekalipun. Andaikan ia mau, maka, mereka yang mengejarnya, pasti dimohonkan untuk dibinasakan. Nabi tidak, karena dia begitu mencintai umat manusia. Ia justru hanya mengatakan: “Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang tidak faham”.

Cintanya itu, lurus dan murni untuk menunjukkan betapa Tuhan Yang Tunggal itu Maha Besar dan Maha Pecinta. Pantaslah kalau kemudian Nabi Muhamad selalu berkata dengan nalar wahyunya,A�hanya kepad-Mu aku menyembah, dan hanya kepada-Mulah kami meminta pertolongan.

Mengapa demikian? Sebab secara nalar theologis, adakah yang layak kita sembah dan layak kita mintai pertolongan? Padahal semua makhluk adalah ciptaan Tuhan. Maka karena itu, yang jawabannya, harus datang dari wujud yang jelas. Seperti jelasnya jawaban yang akan diberi Tuhan yang tunggal kepada dirinya. Pertanyaannya, sudahkah kita menempatkan Tuhan sebagai puncak segala permohonan kita. Jawab sendiri saja ya … !Prof. Cecep Sumarna

Komentar
Memuat...