Inspirasi Tanpa Batas

Hanya Manusia Beriman yang Bisa Kaya| Tafsir bisnis Part -8

1 4

Konten Sponsor

Tafsir bisnis. Allah mencitrakan diri-Nya sebagai wujud Yang Kaya. Bahkan Maha Kaya. Sebab tidak akan ada makhluk Allah yang dapat menandingi kekayaan Tuhan. Sebetatapun kita disebut kaya, kekayaan kita tidak akan pernah sebesar debu sekalipun dari kekayaan Tuhan. Karena itu, Allah, tidak pernah membuat manusia menjadi miskin.

Kemiskinan yang menimpa manusia, bukan keinginan Tuhan. Buktinya, Allah malah berfirman:  “Hendaklah kamu takut meninggalkan generasi kamu (anak cucu kamu) dalam keadaan lemah”. Lemah  di sini dapat bermakna majaji dapat pula bermakna hakiki.

Kalau anda yakin dengan al Qur’an, banyak ayat dalam al Qur’an yang menyatakan bahwa: “jangankan manusia, binatang melatapun, dikasih rizki oleh Tuhan. Binatang melatapun tahu, di mana mereka harus mencari rizki dan di mana mereka harus menyimpannya …” [QS. Hud: 6] Dalam surat Ibrahim: 34 Allah berfirman: “Allah telah memberi segela keperluanmu, dari apa yang kalian mohonkan. Jika kamu menghitung nikmat Allah, maka kamu tidak mungkin dapat menghitungnya…. ”.

Jadi yang membuat seseorang menjadi miskin atau kaya, fakir atau tidak, bukan Tuhan. Tetapi diri manusia itu sendiri. Bagi Tuhan, jangankan manusia, binatang melatapun diberi anugerah untuk memiliki kemampuan mengetahui rizkinya sekaligus memiliki kemampuan menyimpannya

Makna Miskin dan Fakir

Kata miskin, secara bahasa berasal dari bahasa Arab. Terstruktur dari kata “sakana” yang berarti diam dan tenang. Sedangkan kata faqir, berasal dari struktur Bahasa Arab juga, [faqr]. Kata ini mengandung makna tulang punggung. Para ahli bahasa menerjemahkan kata faqir dengan beban berat yang harus dipikul seseorang. Karena beban yang harus dipikulnya berat, maka, menyebabkan tulang punggung mereka patah.

Dari makna kata tadi, maka, kata fakir, dapat diterjemahkan dengan rendahnya kemampuan seseorang, dalam menanggung beban hidup yang dia pikul. Di Indonesia, kata fakir diterjemahkan dengan seseorang yang hanya dapat memenuhi kurang dari setengah kebutuhan hidupnya.

Manusia miskin adalah mereka yang diam  dan merasa aman dan nyaman pada apa yang telah ada di sekitarnya. Yang menyebabkan seseorang menjadi lemah, serba kekurangan, karena itu, adalah mereka yang merasa dirinya mapan dan menganggap bahwa segala sesuatu telah ada takarannya.

Yang Beriman Pasti Pekerja Keras

Orang yang memiliki tingkat keyakinan –dalam bahasa agama sama dengan keimanan—yang tinggi akan mendorong jiwanya untuk mau menjadi pekerja keras, tangguh dan ulet. Tidak ada yang sukses tanpa kerja keras dan ketangguhan yang tinggi. Tidak ada manusia sukses di dunia ini, padahal ia hanya ongkang-ongkang dan menghabiskan waktunya di Cafe. Mereka yang berhasil adalah pegiat yang ulet, yang waktunya hanya dihabiskan untuk hal-hal yang produktif. Mereka yang sukses dalam bidang apapun, hanya akan dicapai oleh mereka yang memiliki tingkat kerja keras yang sangat tinggi.

Cara Menghindari Kemiskinan

Bagaimana agar kita terhindar dari kemiskinan? Konsepnya adalah, bertebaranlah kamu semua di muka bumi. Pertebaran yang berfungsi untuk memperoleh rizki Tuhan yang dijanjikan Tuhan sendiri kepada hamba-Nya. Di bumi Tuhan telah menyediakan segenap keunggulannya yang diperuntukkan Tuhan kepada manusia. Tanpa kemampuan bertebaran, tanpa pergerakan, tanpa kerja keras, maka, tidak mungkin dapat disebut sebagai orang yang dapat ke luar dari term kemiskinan. Prof. Cecep Sumarna

  1. Eka Ali Wahab berkata

    betul sekali prof yang di jelaskan dalam Al-Qur’an. tinggal kita nya saja sebagai hambanya sudah sejauh mana kita berusaha dan bekerja keras dalam menoreh rezeki yang Allah berikan kepada hambanya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar