Hasan Al Basri dalam Shufi Cinta Part- 9

0 49

Hasan Al Basri dalam Shufi Cinta – Part 9. Pernahkah anda membayangkan, jika anak seorang budak mampu tampil menjadi penguasa ilmu. Untuk ukuran waktu di jaman klasik, tampaknya hal ini akan sulit kecuali di dunia Islam. Islam melahirkan banyak ilmuan yang sangat luar biasa, sekalipun sosok itu sebelumnya adalah berasal dari keluarga pinggiran dan bahkan dari seorang budak.

Lyceum Indonesia, dalam beberapa hari ini menyuguhkan sejumlah informasi tentang kemunculan intelektual Muslim berlatar kaum pinggiran. Tokoh pertama yang akan ditulis adalah Maula al Anshari, yang hari ini dikenal sebagai Hasan al Bashri.

Hasan al Basri

Hasan al Basri, lahir dari seorang ibu bernama Khairah. Ia seorang budak yang dibeli Ummu Salamah dan diserahkan kepada saudaranya. Sejak itulah Khairah dimerdekakan oleh salah seorang istri Rasul ini. Bapaknya bernama Pirouz. Juga seorang budak belian. Ia dalah tawanan perang di masa khalifah Umar bin Khatab. Pirouz dan Khairah berasal dari kampung yang sama. Mereka berdua setelah dimerdekakan, kemudian dinikahkan.

Hasil perkawinan dua budah ini, lahir seorang anak bernama Hasa al Basri. Ia dilahirkan pada tahu 21 Hijriyah atau bertepatan dengan 642 Masehi. Kemudian setelah berumur 14 tahun, ia bersama keluarganya pindah ke Basrah, yang kelak menjadi Ibu Kota Negara Islam pada saat khalifah dipegang Ali bin Abi Thalib. Karena itu, ia dikenal sebagai generasi thabi’in. Generasi Muslim setelah periode sahabat Rasul.

Karena ia masuk dalam periode thabi’in, maka, guru mereka adalah sahabat Rasul. Ia bukan saja pernah berguru kepada Utsman, tetapi juga kepada Imam Ali yang dikenal sebagai bahrul ilmi. Selain itu, ia juga belajar kepada sahabat kecil seperti kepada Abu Musa al Asary, Anas bin Malik, Jabir bin Abdullah dan Abdullah bin Umar yang juga dikenal ahli ilmu pengetahuan.

Hasan al Basri dikenal juga pernah belajar hadits kepada Abu Bakrah, Imran bin Husein, Jundub, al Bajali dan Muawiyah. Sosok yang dikenal sebagai ahli hukum Islam dan dipandang sangat zuhud ini, meninggal di Kota Bashrah pada 5 Hijriyah tahun 110 Hijriyah atau 728 Masehi. Khutbah-khutbahnya sampai hari ini dikenang sebagai khutbah penuh makna. Ia dikenal sangat pandai mengolah bahasa ke dalam bahasa sastra yang hebat.

Beberapa Kata Hikmah Hasan al Basri

Anda jangan tertipu oleh banyaknya amal kebaikan yang telah anda lakukan. Mengapa? Sebab anda tidak tahu apakah Allah menerima amalan kebaikan anda atau tidak.

Wahai saudara-saudara umat Muslim yang aku hormati. Tahukah anda apa yang dikatakan sebuah hari ketika ia menggantikan hari baru kepada anda. Ketika terjadi pergantian hari, hari itu sesungguhnya berkata: “Wahai manusia! Aku adalah hari yang baru. Aku pasti akan menjadi saksi [kelak di yaumul akhir] atas apa yang anda lakukan kepadaku. Ketika matahari terbenam, aku tak pernah kembali lagi hingga hari kiamat. Setiap pergantian hari, hari baru itu selalu berkata yang sama.

Wahai anak Adam. Jualah duniamu untuk akhiratmu, supaya kamu mendapatkan keuntungan keduanya dari penjualan itu. Tetapi, jangan sekali-kali kamu menjual akhiratmu untuk duniamu. Mengapa? Sebab jika itu kamu lakukan, maka, kamu akan rugi pada keduanya. Dunia adalah tempat persinggahan yang sangat sebentar. Sedangkan di akhirat, kamu akan tinggal selamanya. Prof. Cecep Sumarna

Tulisan bersumber dari catatan Wikipedia [13 April 2017, pukul 13.36] dan diaransemen dengan tulisan-tulisan lain yang bersipat serpihan-serpihan.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.