Hiburan di Tengah Segenap Rasa Pilu | Misteri Sang Ksatria Cinta Part – 3

26 107

Segenap Rasa Pilu: Alberta tidak tahu apa yang sesungguhnya dirasakan Santi. Alberta tetap murung dan terus berkicau di laman-laman tertentu. Ia hampir putus asa dan tidak mau datang ke mihrab yang biasa dia kunjungi. Ia mendatangi tempat-tempat indah di mana dia dulu berjalan bersama, ke tempat yang dianggapnya nyaman seperti ke live music, ke tempat makan di mana mereka berdua biasa makan siang atau malam, tetapi ternyata ia tetap saja pilu. Hatinya tetap membeku dan tidak mampu lagi menyembunyikan semua rasa yang menghimpitnya.

Hiburan di Tengah Segenap Rasa Pilu

Di tengah segenap upaya dirinya menghibur bathinnya itu, Alberta malah teringat bagaimana masa-masa pertama berjumpa dengan Santi di sebuah kelas yang mengajarkan tentang pentingnya membangun hidup atas nalar-nalar kemanusiaan. Sambil menggigit pensil, bibir tipis kemerahan milik Santi itu, dan dengan kerlingan mata kepada dirinya, telah membuat Alberta kaku. Degup kencang jantung Alberta terasa demikian keras yang membuat dia malah tidak nyaman. Ia hanya mampu berucap dalam hati, kaulah kekasihku. Karakter Alberta yang sangat pecaya diri itu, meyakinkan dirinya sendiri, bahwa pada akhirnya, suatu saat nanti, Santi pasti akan menjadi kekasihnya. Itulah pikiran Alberta.

Waktu terus berputar demikian cepat. Alberta masih terus melamun dan mengkhayal. Memikirkan nasib cintanya yang tak pernah lekang dalam hatinya. Saat lamunan panjang terjadi, tanpa diduga, seorang perempuan muda beranama Diana datang menghampirinya. Memanggilnya dengan pelan dan mengajaknya untuk ikut gabung dalam sebuah moment diskusi. Suatu diskusi yang mirip dengan symposium gaya Aristotle di Athena abad ke IV Sebelum Masehi. Di forum itu, iringan musik Jaz yang sangat pelan, yang biasanya Alberta suka akan suasana seperti itu,  tetapi ternyata, di waktu itu, Alberta tetap diam dan menolak ajakan itu.  Ia tidak mau berdansa dan tidak mau menyumbangkan lagu atas moment yang biasanya dianggap indah.

Diana sendiri bingung, mengapa senior yang dikaguminya itu, tak mau gabung. Alberta tetap duduk sendiri dalam kesenyapan suara, kecuali desiran angin dan nyanyian bathin Alberta. Alberta berkata, Diana biarlah aku  di sini sendiri. Diana tidak bertanya mengapa. Ia berlalu meninggalkan Alberta. Alberta meneruskan lamunannya dengan mengingat bagaimana bibir sensual Santi yang dipujanya sebagai Dewi Cinta itu, mampu dikecupnya dengan pelan dalam suatu perjalanan yang penuh impian. Mata sipit Santi terpejam dengan pelan, pasrah dan luruh dalam segenap rasa cinta yang beradu dalam suasana kebathinan yang menggariskan bahwa betapa Santi demikian sayang kepada dirinya seperti betapa Alberta sangat menyayangi dan menyanjungi Santi. Ciuman itulah yang telah menjadi manuskript cinta mereka. Kenangan ini pula yang selalu menghibur Alberta termasuk ketika suasana pilu menghampirinya seperti saat ini. Itulah ciuman cinta. Bukan ciuman asmara apalagi ciuman berbau seksualitas. Ah … kau menggangguku Santi. Kata Alberta mendesah.

Cinta Tulus Hanya Milik Hati

Ciuman belasan tahun itu, telah menyimpan seluruh nokhtah cinta mereka. Cinta seorang ksatria cinta pada seorang gadis yang ditakdirkan lahir dari seorang aristokrat agama yang sangat kuat memegang tradisi keagamaan, yang salah satunya, mereka hanya dapat diperkawinkan dengan sesama aristokrat agamwan juga. Santi karena itu secara fisik tidak dapat dimiliki Alberta sebetapapun ia sangat mencintainya.  Alberta hanya memiliki jiwa Santi dan selalu dibawanya kemanapun ia pergi. Ia rela tidak memiliki pedamping bathin, meski durasi waktu telah memisahkannya cukup lama. Ia selalu menanti dalam sebuah penantian yang entah kapan ada akhirnya. Aku rela dan aku suka dengan suasana ini. Biarlah ini menjadi miliku dan bukan menjadi milikmu.

Di mihrab-lah, baik Santi maupun Alberta menitipkan pesan dalam sebuah kode khusus yang tidak mungkin diketahui orang lain, kecuali oleh rakib atid dan Tuhan. Belasan tahun mereka saling menitipkan cinta mereka dalam ketulusan yang hampir tidak mungkin ditandingi siapapun atau oleh apapun. Jutaan kata yang menyemai cinta mereka dalam manuskrip cinta dengan ratusan ribu kertas, menyimpan dengan seksama bagaimana satu rasa dengan rasa yang lain beradu. Jerih pahit, manis dan duka-lara atas upaya mereka dalam mempertahankan cinta itu, telah membuat Alberta tetap harus yakin bahwa Santi adalah kekasih sejatinya.

Dalam lamunan panjang itu, Alberta akhirnya hanya mampu berdo’a, ya Tuhan jagalah Santi. Jaga marwahnya dan harga dirinya, jaga keberkahannya. Kau Maha Tahu, sebetapapun aku sendiri, tetap berada dalam kesendirian, tetapi aku tetap bahagia, tersenyum dan tetap damai sepanjang kuketahui bahwa Santi dalam keadaan bahagia, senyum dan bahagia. Selebihnya, aku pasrahkan cinta ini, karena Kau-lah pemberi semua rasa ini. Charli Siera — Bersambung

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

  1. Nenis Nursona Jamil berkata

    Tidak usah merasa gelisah akan rasa cinta yang tak kunjung dipersatukan. Percayalah, Allah SWT mempunyai rencana yang lebih indah, rencana yang nantinya akan menimbulkan kebaikan pada keduanya. Tak usah ragu, bedo’alah kepada-Nya. Adukan semua keluh kesahmu kepada sang Maha cinta.

  2. Mawaddahfairuz berkata

    Apabila rindu tak kunjung dipertemukan, kata cinta sulit untuk diutarakan hanya doa kepada Tuhan untuk orang terkasih yang bisa kita lakukan sebagai bentuk rasa syukur dan ikhlas bahwa kita masih memiliki rasa yang bisa kita bagi untuk orang lain, sang pujaan hati.

  3. Ikha Solekha MPI-A/3 berkata

    Ketika banyak perasaan di dalam hati, curhatkan itu semua kepada Allah. Pasrahkan semua. Yakinkan pada hati keputusan Allah lebih baik untuk kita.

  4. Dea yusrun hasanah berkata

    Alberta tidak tau apa yg sebenarnya santi rasakan alberta bigung dengan keadaannya lalu ia pergi ke tempat dimana ada kenangan bersama santi. Alberta sangat mencintai santi akan tetapi ada nya penghalang di dalam cinta mereka alberta hanya bisa berdo’a semoga sang maha pencipta sedikit menghilangkan kegundahan didalam hatinya

  5. Nisrina Aulia berkata

    Rasa pilu yang dirasakan Alberta karena merindukan Santi. Alberta berusaha mengatasi rasa pilu tersebut dengan mengenang kenangan indah pertemuannya bersama Santi. Santi yang hanya dapat dimiliki jiwanya, bukan raganya. Alberta hanya bisa mendoakan Santi agar selalu bahagia, dan Alberta memasrahkan semua perasaannya kepada Tuhan. Karena, sejauh apapun jarak doa akan tetap sampai.

  6. Bayu Hermawan berkata

    Sosok Alberta mengajara bahwa cinta yang sesungguhnya adalah saat kita mampu ikhlas melepas orang yang kita sayang untuk kebahagiaannya.
    Alberta tidak mengetahui perasaan Santi yang sesunggunya sehingga dia merasa pilu dan dipenuhi kegalauan, hanya dengan mengenang saat – saat indah bersama Santi yang bisa dia lakukan untuk menghibur dirinya.
    Dalam rasa pilunya itu dia selalu berdo’a yang terbaik untuk Santi, dan inilah bukti bahwa Alberta merupakan sosok penjuang cinta yang setia dan selalu menjaga orang yang dikasihinya lewat do’a.

  7. Rizka mawadah Apriliani berkata

    sepasang kekasih yang menjalin hubungan secara misterius dan keduanya saling mengetahui bahwa sepasang kekasih itu yang sudah mereka dapat antara santi dan alberta tidak akan menjadi sebuah keluarga karena alberta hanya akan memiliki jiwa santi saja tidak raga nya karena kaeduanya sangat memegang teguh akan tradisi keagamaan , dari keduanya maka hanya akan menyimpan seluruh nokhtah cinta. biarpun alberta tidak akan memiliki raganya tapi dia tetap merasa damai dan bahagia bila melihat santi bahagia.

  8. Siti Haryanti berkata

    Berani mencintai berarti harus berani juga untuk berkorban, Itulah yang dilakukan alberta , dia tetap menanti santi dan selalu melangitkan namanya dalam doa nya agar Allah pertemukan lagi dia dengan santi . Jika ingin mendapatkan sesuatu tidak ada yang instan, segalanya harus ada usaha .

  9. Rudi permana berkata

    Membina hubungan yang langgeng bukan harus saling ingin dimengerti dan dipahami tetapi harus niat berjuang tertanam dalam hati keyakinan hanya ingin mencintai dia seorang, terpancar dalam ucapan dan setiap prilakunya

  10. Fathurrakhman Aji berkata

    Alberta tidak mengetahui bahwa Santi juga memiliki rasa yang sama dengannya, itulah yang membuat Alberta merasa pilu dan satu-satunya penghilang rasa pilu bagi Alberta adalah mengenang masa-masa indahnya bersama santi dan berdo’a yang terbaik untuk santi kepada Allah SWT, karena hanya kepada-Nya lah tempat menitipkan rasa karena Allah SWT lah yang maha pemberi rasa.

  11. malikul arzak berkata

    cinta itu butuh pengorbanan, meski waktu yang telah memisahkan mereka santi dan alberta masih menenti penantian yang entah kapan ada akhirnya. hanya di mihrab-lah, Santi dan Alberta menitipkan pesan dan alberta pun hanya mampu berdo’a kepada tuhan(allah), ya Tuhan jagalah Santi. Jaga marwahnya dan harga dirinya, karena hanya kepada mulah aku meminta

  12. dadan handriansyah berkata

    cinta yang begitu kuat baik alberta maupun santi. al berta orang yang setia dan tak mudah untuk tergoda walau ada wanit lain mendekatinya, dan santipun tetep setia walau pun ia seorang gadis dari keturunan aristokrat yaitu agam yang kuat yang artinya harus menikah dengan satu agama itu sendiri.
    terimakasih

  13. Putri Alfaniyah berkata

    Alberta dengan tulus mencintai santi. Ia tak pernah lupa untuk mendo’akan santi. Alberta berdoa kepada Allah ” ya Allah, jagalah santi. jaga marwah dan harga dirinya dan juga keberkahannya”. Alberta memasrahkan cintanya karena sesungguhnya Allah lah pemberi semua rasa cinta. Cinta karena Allah itu Do’a karena secara tulus ia menyertakan dalam untaian do’a membuka pintu langit merangkai harapan.

  14. Sri haryati berkata

    Assalamu’alaikum..
    Alberta masih terus melamun dan memikirkan kisah cintanya walaupun ada perempuan lain mendekatinya dan mengajak untuk bergabung ke moment diskusi, dia menolak ajakan tersebut. Lamunan alberta tetap tertuju pada santi dan mengingat semua masa masa indah nya.

  15. Khaeron berkata

    Terkadang cinta itu butuh pengorbanan dan denfan pengorbanan tersebut kita akan mendapatkan apa yg kita inginkan, begitu juga pendidikan kita harus mengorbankan waktu, harta, dan kemalasan agar kuta bisa mendapatkan apa yang kita cita2 kan dari dulu… dengan kata lain jika kuta ingin melakukan suatu tindakan semua hal itu akan ada resikonya…

  16. Khaeron berkata

    Terkadang cinta itu butuh pengorbanan dan denfan pengorbanan tersebut kita akan mendapatkan apa yg kita inginkan, begitu juga pendidikan kita harus mengorbankan waktu, harta, dan kemalasan agar kuta bisa mendapatkan apa yang kita cita2 kan dari dulu…

  17. ELOK ALFAIN LUTHFIE berkata

    Alberta tidak tahu apa yang dirasakan oleh santi, dia terus saja melamun membayangkan santi untuk mengingat semua masa masa indahnya bersama santi dia pergi ke tempat dia pernah bersama dengan danti disana dia bisa mengingat semua kejadian yang dialami oleh mereka. Tiba tiba seorang wanita bernama diana menghampirinya lalu mengajaknya berdiskusi dalam sebuah forum dan alberta sedikit merasa terhibur ditengah kesedihannya tersebut.

  18. Evi selviyana puspitasari berkata

    Ketika sebuah kegelisahan menghampiri suatu hubungan dalam cinta
    Jalan satu satunya adalah mendekat dengan sang pemilik cinta
    Begitu pula ketika kegundahan,ketidak tahuan akan ilmu maka dekatilah orang yg berilmu, bergabunglah dengan nya dan nikmati segala proses nya.

  19. Arini berkata

    Cintanya semakin rumit kegelisahan semakin dirasakan oleh alfabeta kenangan yang dulu selalu menjadi obat rindu alfabeta kepada santi dan alfabeta pasrah dan menyerahkan semuanya kepada tuhan . ceritanya mulai seru penasaran dengan part selanjutnya seperti apa

  20. Fakhira Alifatunnisa berkata

    Ketika kegelisahan cintanya menghampiri hanya kenangan terindah lah yang dapat menggairahkan kembali cinta Alberta kepada santi.. Alberta hanya berdoa kepada Tuhan untuk selalu menjaga dewi cintanya dan ia berpasrah kepada Tuhan semoga dipersatukan cintanya atas izin-Nya karena Tuhan maha pemberi rasa cinta. Dan ia yakin suatu saat nanti santi akan menjadi miliknya. Begitupun dalam proses pendidikan kita harus senantiasa berusaha dan berdoa agar Allah selalu memberikan kemudahan dalam mencapai ridho-Nya.

  21. Fakhira Alifatunnisa berkata

    Ketika kegelisahan cintanya menghampiri hanya kenangan terindah lah yang dapat menggairahkan kembali cinta Alberta kepada Santi.. Alberta hanya berdoa kepada Tuhan untuk selalu menjaga dewi cintanya dan ia berpasrah kepada Tuhan semoga dipersatukan cintanya atas izin-Nya karena Tuhan maha pemberi rasa cinta. Dan ia yakin suatu saat nanti Santi akan menjadi miliknya. Begitupun dalam pendidikan kita harus senantiasa berusaha dan berdoa agar Allah selalu memberikan kemudahan dalam mencapai ridho-Nya.

  22. Nurmila Herdianty / T. IPS A Semester 1 berkata

    Assalamualaikum…
    Menurut pendapat saya setelah saya membaca cerita tersebut, santi dan alberta ingin sekali melanjutkan ke jenjang yang lebih serius namun apadaya adanya pembatas atau penghalang dihubungan cintanya mereka. Mereka tidak dapat bersatu dikarenakan perbedaan agama diantara mereka. Walaupun Tuhan itu satu. Akhirnya, mereka hanya bisa mendo’akan satu sama lain dengan menutupi dan sedikit menghilangkan perasaan Gelisah, khawatir, dan gundah diantara mereka. Mereka berdua mempasrahkan diri mereka kepada yang maha kuasa dengan berharap adanya suatu keajaiban agar cinta mereka bisa bersatu.
    Terima kasih.
    Wassalamualaikum wr. wb.

  23. Mukhammad Hasanudin(T.Ips A)Semester 1 berkata

    Mereka ingin cintanya bersatu mereka saling mencintai satu sama lain saling percaya akan cintanya yang abadi,alberta hanya bisa bedoa kepada sang ilahi supaya cintanya di satukan oleh sang kuasa tapi alberta pun pasrah akan cintanya itu karena rasa cinta yang dia miliki merupakan pemberian dari allah dia hanya berjuang berusaha dan berdoa

  24. siti a'isyah berkata

    jika tuhan menyetujuhi hubungannya pasti tuhan akan mengantarkan kita kepada orang yang d cintai.

  25. Elin Yulianingsih berkata

    Assalamu’alaikum..
    Ketika hati tak mampu dimiliki seutuhnya kegundahan senantiasa menghampiri di setiap saat, hanya do’a kepada sang maha cinta yang mampu sedikitnya menghilangkan kegundahan yang membelenggu dalam hati. Tuhan itu satu, mereka yang tak sama. Perbedaan menjadi tembok penghalang bagi mereka, hanya berpasrah dan mengharapkan keajaiban Tuhan lah mereka bisa bersatu.

    1. Ali Alamsyah berkata

      Mungkin iya … meski dalam lakon pendidikan, beban apapun yang dipikul harus senantiasa terus diupayakan … agar ada jalan keluar yang terbaik

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.