Inspirasi Tanpa Batas

Hilangnya Kebenaran Merasa Paling Salah Pemicu Retaknya Tatanan Sosial

Hilangnya Kebenaran Merasa Paling Salah Pemicu Retaknya Tatanan Sosial
0 28

Benar dan salah ini slalu asyik dibahas dalam tatanan kehidupan sosial dewasa ini. Bagaimana tidak, Sudah menjadi sifat dasar manusia, bahkan sampai menjadi kebiasaan saling menyalahkan dan merasa paling benar sendiri dalam beberapa interaksi sosial di era modern ini.

Benar salah memang selalu menjadi tolak ukur manusia dalam menjalani kehidupan dunia. Namun anehnya, mengapa  benar dan salah selalu dipandang sebelah mata saja? Jawabanya memang cukup sederhana, sebab benar dan salah tidak ada kriteria yang lebih pasti.

Dalam pandangan manusia benar dan salah itu selau kembali lagi ke dalam budayanya masing-masing, kemabali lagi pada pandangan social. Tidak bisa main hakim sendiri ini benar dan ini salah. Lalu kenapa masih ada yang terbiasa menyalahkan oranglain dan merasa dirinya paling benar?

Inilah yang kita sebut degradasi tatanan sosial manusia, dimana kebiasaan selalu menyalahkan orang lain yang belum pasti kesalahannya mulai menjamur dimana-mana. Yang akhirnya, Manusia saling mencela antara individu dengan individu dan juga kelompok dengan kelompok. Sangat Miris memanag.

Dalam pandangan ilmu filasafat bahwa teori kebenaran itu ada yang namanya empiris, rasional, ontology, aksiologi dan epistemology yang mana lima teori ini saling berhubungan dan pada intinya ada dalam kesimpulan terakhir yaitu makna dibalik sebuah peristiwa (aksiologi).

Harus Ingat Kembali, Bahwa Perbedaan Itu Anugrah

Perbedaan memang selalu menjadi pemicu permasalahan baik itu perbedaan pendapat, perbedaan pandangan, tafsiran, ras, budaya maupun perbedaan agama. Terkadang manusia selalu tidak sadar dengan perbedaan itu, tidak sadar bahwa perbedaan  adalah anugrah yang Tuhan berikan di dunia ini.

Dan kalau memang masalahnya hanya ada dalam hal perbedaan, mengapa harus ada rasa paling benar sendiri, ayolah kita diskusikan terlebih dahulu, mari kita bicarakan dengan hati yang dingin, marilah kita berkumpul untuk menemukan titik permasalahannya. Lalu, kita selesaikan dengan berjabat tangan tanpa ada unsur-unsur yang jahat.

(jangan terlalu fanatic terhadap golongan sendiri). “Ayo bangun dunia di dalam perbedaan jika satu tetap buat kita bersinar harus percaya tak ada yang sempurna dan dunia kembali tertawa”.(lagu SID).

Dalam hal ini manusia harus sadar akan dirinya. Manusia harus tau siapa sebenarnya dirinya, manusia harus kenal dengan dirinya sendiri. Jika dalam acara pengajian di pesantren, sering terdengar bahwa ketika kita ingin mengetahui Tuhan, maka kenalilah siapa diri kita sendiri “man arafa nafsahu paqad arofa Robbahu” barang siapa mengenali dirinya sendiri maka akan tahu siapa Tuhannya.

Penyebab Dasar Rasa Paling Benar Timbul Karena Tiga Unsur Yang Tidak Sinkron

Tuhan memberikan tiga unsur di dalam diri manusia, ada yang namanya akal atau pikiran, ada yang namanya hati nurani atau sanubari dan ada juga yang namanya nafsu. Dalam ketiga unsur ini saling berhubungan namun kadang juga bisa saling bertolak belakang. Terkadang dari ketiga unsur ini bisa selaras tetapi di lain waktu juga ketiga unsur ini ingin saling menguasai, ini yang lebih bahaya lagi ketika nafsu ingin mengusai  hati dan akal.

Manusia harus tahu dulu tugas-tugasnya dari ketiga unsur ini. Pertama akal yang selalu bertindak untuk memikirkan ha-hal yang terlihat ataupun yang dirasakan lalu kemudian setelah memikirkan hal tersebut dengan proses yang panjang biasanya hati yang mengambil keputusan dan merasakan bagaimana hasil dari pemikiran itu baik atau buruk lalu kemudian hati memerintahkan kepada nafsu untuk bertindak atau melangkah demi terlaksananya sebuah keinginan.

Maka dari itu di dalama diri manusia jangan sampai nafsu lebih menguasai dari kedua unsur yang lain. Ibarat dalam sebuah pemerintahan jangan sampai prajurit menguasai perdana mentri dan nafsu sebagai prajuritnya. Ini Hanya sebuah renungan saja, tentang fenomena sosial dewasa ini [Arisandi]


Tentang Penulis:

Arisandi Pemuda Kelahiran Ciamis 21 Tahun Yang lalu, dan kini tercatat sebagai salah satu mahasiwa IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Selain itu Arisandi sosok yang murah senyum ini, aktif di Organisasi Himpunan Mahasiswa Islam dan Salah satu Pengurus Keluarga Besar Paguyuban Mahasiswa Priangan Timur (PMPT).

Komentar
Memuat...