HmI Cabang Kuningan Kecam Tindakan Represif Polri

0 24

KUNINGAN – Belasan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan mahasiswa Islam (HmI) cabang Kuningan melakukan aksi di depan mapolres Kuningan. Mereka mengecam tindakan represif aparat kepolisian terhadap aktivis HmI yang ditangkap pasca aksi bela Islam II pada 4 November kemarin, sekaligus menuntut segera dibebaskannya para aktivis HmI yang masih ditahan di Polda Metro Jaya, kemarin (11/11).

Aksi damai dengan melakukan orasi secara bergantian dari para aktivis HmI Cabang Kuningan tersebut sempat menjadi perhatian para pengguna jalan. Bahkan pasukan pengamanan dari Polres Kuningan terlihat sudah bersiaga cukup banyak, meskipun dilapisan awal dihadapkan dengan para Polwan Polres setempat.

HMI Cabang Kuningan Kecam Tindakan Represif Polri
AKSI DAMAI. Puluhan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HmI) Cabang Kuningan melakukan aksi damai di depan Mapolres untuk memprotes tindakan represif aparat polisi saat demo 4 November lalu, kemarin. *Foto: alfa

Aksi yang berlangsung kurang lebih satu jam tersebut berkahir dengan menyerahkan pernyataan sikap HmI Cabang Kuningan yang diberikan kepada Kasat Intel Polres untuk diteruskan kepada Kapolres Kuningan.

Dalam pernyataan sikap tersebut HmI cabang Kuningan meminta Polri untuk menegakkan hukum seadil–adilnya dan segera memproses secara cepat penuntasan kasus Basuki Tjahaja Purnama alias ahok atas dugaan penistaan agama. Kemudian mereka juga mengecam tindakan represif aparat kepolisian terhadap aktivis yang mengikuti aksi demonstrasi di tanggal 4 November 2016 dan mengecam tindakan kriminalisasi terhadap aktivis.

Selain itu mereka juga menuntut untuk segera dibebaskannya para aktvis HmI yang masih ditahan di Polda Metro Jaya. Bahkan mereka juga menyesalkan adanya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus penghinaan lambang HmI oleh Saut Situmorang yang sebagai bukti kegagalan Polri dalam tugas menegakan hukum negeri ini.

Ketua Umum HmI cabang Kuningan, Arip Samsul Arifin mengatakan aksi damai yang dilakukan di depan Polres Kuningan tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat konsolidasi HmI cabang se–Jawa Barat pada 8 November kemarin. “Aksi ini merupakan tindak lanjut atas tindakan represif terhadap aktivis yang melakukan demonstrasi pada tanggal 4 November kemarin, serta kriminaliasi terhadap aktivis,” kata Arip.

Disebutkan Arip, tindakan penangkapan terhadap aktivis Pengurus Besar Himpunan mahasiswa Islam (PB HmI) bisa menjadi citra buruk Polri karena selama ini banyak bukti kegagalan kepolisian dalam tugas menegakan hukum di negeri ini. “Salah satunya adalah mengeluarkan SP3 kasus penghinaan terhadap lambang HmI oleh Saut Situimorang. Kemudian penangkapan terhadap aktivis HmI tanpa adanya bukti yang kuat,” ujarnya.

Atas dasar itu, Arip meminta kepada seluruh kader HmI se-wilayah kerja HmI Cabang Kuningan untuk melakukan aksi bersama pada hari Kamis tanggal 17 November, 2016 di Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar). (alfa)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.