Home Industri, Pilihan Tepat Untuk Ibu Rumah Tangga

0 30

Kaum Ibu Lebih Baik di Home Industri. Suatu hari, saya bertemu dengan guru ngaji waktu usia masih sangat muda. Ia bertanya di mana istrimu hari ini bekerja? Saya diam tidak langsung menjawab. Mengapa? Saya tahu dia adalah kyai dengan pendekatan pemahaman keagamaan yang sedikit banyak tekstual, meski sangat rasional.

Setelah itu saya menjawab ada di rumah. Dia kembali bertanya, ooooh ya …! Bukankah dia adalah Magister Psikologi? Saya jawab iya. Nggak apa-apa dia Magister. Paling tidak, ilmunya dapat bermanfaat bagi pengembangan pendidikan anak-anak yang kami lahirkan. Saya tidak mau, anak saya hanya diurus oleh seorang baby sitter yang mungkin hanya lulus SD.

Saya ingin anak saya memperoleh pendidikan terbaik. Saya ingin anak saya mendapatkan asupan udara dari nafas seorang ibu secara langsung. Karena nafas seorang ibu di dalam rumah, akan jauh lebih menjanjikan kebahagiaan bagi anak-anaknya, dibandingkan dengan nafas seorang babysitter.

Selain itu, istri tidak akan terlalu lelah menghadapi saya. Kalau dua-duanya berada dalam domain publik, maka, aku tidak memperoleh pelayanan yang sempurna dari istri. Padahal dalam tataran fiqih Islam, lepas soal pro dan kontra, kewajiban utama istri adalah melayani suami dan menjaga harta kekayaan suami. Karena mereka menjaga harta kekayaan suami dan melayani suaminya, maka, ia layak memperoleh upah yang bahkan jauh lebih mahal dibandingkan jika mereka bekerja di sektor publik.

Home Industri Itu Pilihan Penting

Kyai tersenyum meski ia kembali bertanya. Wah kalau begitu anda bias gender. Dalam konteks bekerja di sektor publik iya. Tetapi, dalam konteks pergaulan sehari-hari, istri saya jauh lebih publish dibandingkan saya sendiri.

Ia kembali bertanya, ko bisa! Iya, sebab saya membuat perangkat kerja yang dapat dilakukan di sektor-sektor domestik dengan efek domino yang jauh lebih dahsyat dalam konteks publik. Misalnya, saya mendesain perusahaan-perusahaan mikro, rumahan dan tampak dalam beberapa hal sangat sederhana. Misalnya, mengkreditkan barang baik pakaian maupun elektronik.

Pertumbuhan perusahaan itu membaik. Maka, kamipun membuka perusahaan konveksi yang juga digerakkan di sektor domestik. Hasilnya cukup lumayan. Deposito keluarga meningkat dan relasi istripun meningkat. Dia sendiri akhirnya, selain mampu mendekatkan dirinya dengan anak-anaknya, ia juga mampu merencanakan, memulai dan mengembangkan usaha yang bersipat rumahan. Prof. Cecep Sumarna

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.