Take a fresh look at your lifestyle.

Hubungan Keadilan Dan Kebaikan Dalam Pendidikan Islam

0 62

Keadilan dan kebaikan saling membantu dalam merealisasikan slogan yang dijunjung tinggi oleh filsafat pendidikan Islam: Slogan “Kelestarian dan kemuliaan manusia”.

Adapun keadilan, yakni pertengahan dan perlakuan yang ideal- berakibat pada “kelestarian manusia”. Sementara kebaikan yang berarti keutamaan dan pemberian yang tanpa mengharapkan balasan dan ucapan terima kasih, berakibat pada “kemuliaan manusia”. Contoh akibat yang positif ini, petunjuk Qur`annya adalah seperti berikut:

“Jadilah engkau pema`af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma`ruf, serta berpalinglah daripada orang-orang yang bodoh” (Qs. Al A’raaf [7]: 199)

“Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan” (Qs. Al Mu’minuun [23]: 96).

“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia” (34), “Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar” (35), “Dan jika syaitan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (36) (Qs. Fushshilat [41]: 34-36).

Manfaat Dan Dampak Buruk Keadilan

Penolakan dengan baik yang dilakukan dengan “keadilan” akibatnya adalah penyelesaian masalah dan mematikan api bencana yang mengancam kebinasaan manusia, dan penolakan yang baik yang dilakukan dengan “kebaikan” akibatnya adalah menguatnya ikatan dan berlangsungnya saling membantu yang mengarah kepada kemuliaan manusia. Adapun penolakan yang buruk memberikan andil pada runtuhnya hubungan dan meluasnya sebab-sebab konflik dan menyalanya bencana yang menurunkan manusia dari derajat kemuliaan kepada keterbelakangan, dan membawa “kelestarian manusia” kepada kebinasaan.

Menemukan nilai hubungan ini, hubungan keadilan dan kebaikan dan implementasinya dalam bidang-bidang kehidupan dan bentuk-bentuk perilaku dan jaring-jaring hubungan sosial membutuhkan transmisi pendidikan yang lama yang disertai dengan kesabaran yang lama, persiapan jiwa dan akal yang besar.

Ia juga membutuhkan imunitas rasional dan budaya melawan orientasi yang meruntuhkan yang menghinakan hubungan keadilan dan kebaikan dan senang kepada hubungan kezhaliman dan permusuhan dan mencela orang-orang baik dan adil yakni mengalihkan dari apa yang mereka yakini dan lakukan dengan menolak keburukan dengan kebaikan dan meremehkan metode ini dan meragukan manfaat dan nilainya. Ia juga membutuhkan perlindungan dan senjata pengetahuan dan pendidikan Ilahiah dari keburukan celaan ini dan kontinuitas dalam menjalani keadilan dan kebaikan.

Memperbanyak imunitas rasional, individual dan kolektif untuk terus menerus pada hubungan keadilan dan kebaikan adalah proses pendidikan Islam dan proses pembudayaan Islam dan hal-hal yang bermuara darinya berupa metode diskusi pemikiran, kegiatan budaya dan informasi, dan lapangan pengarahan dan petunjuk. Terhadap ini semua, pengarahan Qur`an adalah seperti berikut ini:

“Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: ” Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia” (Qs. Al Israa` [17]: 53).

وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا “Serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia” (Qs. Al Baqarah [2]: 83).

وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ “Dan bantahlah mereka dengan cara yang baik” (Qs. An-Nahl [16]: 125).

Keadilan dan Kebaikan Dalam Pendidikan Islam

Pendidikan Islam harus menancapkan hubungan keadilan dan kebaikan dalam akarnya dan menancapkannya dalam tujuan, metode dan aplikasinya, dan mewarnai semua cabang ilmu pengetahuan dengannya, dan mengarahkannya kepada nilai, kebiasaan dan berbagai macam perilaku dalam lapangan hubungan dan aktivitas sosial, ekonomi, manajemen, politik, militer dan dalam aplikasi pengetahuan, inovasi dan teknologi sehingga semuanya menjadi nikmat bagi umat manusia dan sebagai keamanan, kemajuan dan kemuliaan hakiki bukan sebab bagi kesengsaraan, bencana, teror, kelas dan eksploitasi.

Oleh: Dr. Majid Irsani Al Kailani

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar