Hubungan Kehambaan Antara Pencipta Dengan Manusia

0 25

Hubungan yang filsafat pendidikan Islam bangun antara Allah dan manusia adalah hubungan kehambaan atau ibadah. Filsafat pendidikan, melakukan pencarian akan jawaban-jawaban tertentu atas pertanyaan-pertanyaan yang diedarkan sekitar hubungan manusia dengan kelahiran, kehidupan dan kematian.

Hal dimaksud adalah apa yang oleh filsafat pendidikan disebut dengan bidang haqiqah (ontologi); kemudian mencari metode yang menghantarkan kepada pengetahuan terhadap hubungan-hubungan ini, yakni disebut dengan nazhariyah al ma’rifah (epistemologi); kemudian juga mencari ukuran dan kriteria untuk menetapkan hubungan-hubungan ini, yakni yang disebut dengan nazhariyah al qiyam (aksiologi).

Pencarian akan ketiga masalah ini telah mulai menyebabkan dikhotomi yang terjadi pada ilmu dan gereja pada peradaban modern. Yaitu ketika para tokoh kebangkitan menolak tafsir yang diajukan gereja sekitar masalah-masalah tersebut. Para tokoh modern berlanjut dalam mencari jawaban yang benar dan yang paling sesuai dengan pernyataan-pernyataan ilmu.

Pengertian Ibadah

Ibadah secara bahasa diartikan sebagai kesempurnaan taat untuk kesempurnaan cinta. Sedangkan secara terminologis adalah nama yang mencakup seluruh apa yang Allah cintai dan ridhai; berupa perkataan, perbuatan, pemikiran, perasaan dan emosi dalam kehidupan individu dan kolektif. Dan dalam semua bidang pemikiran, sosial, ekonomi, politik, militer dan lain-lain.

Aspek- Aspek Ibadah: Agama, Sosial dan Alam

Manusia tidak suka kepada cinta yang sempurna yang sampai kepada ketaatan yang sempurna kecuali jika menyaksikan dalam diri yang dicintai sifat-sifat baik. Kesempurnaan dan kemampuan yang menyalakan perasaan cinta dan memuaskannya dengan keharusan ketundukan yang sempurna kepada yang dicintai ini.

Ia tidak akan terus menerus mencintai dan tidak menjaga ketaatan ini kecuali jika merasakan buahnya dan mendapatkan akibatnya. Yakni berupa kebahagiaan dan sandaran hidupnya. Oleh karena itu konsep ibadah dalam pendidikan Islam mencakup tiga aspek; aspek agama, aspek sosial dan aspek alam.

Aspek Agama

Aspek agama direfleksikan dalam praktek dan perasaan yang menjadi simbol bentuk-bentuk cinta dan ketaatan yang dengannya manusia menyembah pencipta. Aplikasi aspek ini menuntut pendidikan untuk mengajarkan peserta didik tentang penjelasan dan pelatihan praktek-praktek agama. Sehingga dilakukan sesuai dengan petunjuk Islam yang berhubungan dengannya.

Aspek Sosial

Adapun objek aspek sosial adalah hubungan individu Muslim dengan individu dan masyarakat pada masa lalu, saat ini dan yang akan datang. Aplikasi aspek ini menuntut pendidikan mengajarkan kepada peserta didik tentang jaringan hubungan sosial dan melatih mereka untuk mempraktekkannya. Selain itu juga mempersiapkan untuk mereka studi tentang praktek-praktek orang lain pada masa lalu, saat ini dan yang akan datang. Hal ini untuk memahami akibat dan buahnya baik positif atau negatif agar buah dari semua itu memahami buah cinta yang sempurna dan ketaatan yang sempurna dan pengaruhnya terhadap kebahagiaan manusia dan memperbanyak sandaran hidupnya.

Dari itu bercabang studi mengenai apa yang menimpa masyarakat manusia dan pergiliran perdaban dan perkotaan, dan berbagai macam keadaan dan peristiwa yang menyertai itu semua. Kemudian menemukan hukum-hukum, hubungan-hubungan dam akibat-akibat yang ditimbulkannya karena itu semua memberikan petunjuk kepada perbuatan-perbuatan Allah dalam masyarakat manusia dan mengetahui pengaruh kedekatan dan kejauhan dari-Nya.

Aspek Alam

Sedangkan objek aspek alam adalah hubungan Muslim dengan alam luas. Aplikasi aspek ibadah ini menuntut dari pendidikan agar mengajarkan kepada para peserta didik tentang alam luas dan komponen-komponennya. Memasuki laboratorium alam dan mengarahkannya kepada penemuan hukum-hukum yang mengatur alam makhluk hidup dan fisika. Menemukan kekhususan dan aplikasinya, dan melatih peserta didik dengan bentuk-bentuk interaksi dan pemanfaatannya sesuai dengan petunjuk Tuhan. Mengikuti petunjuk ini berarti pemanfaatan yang sempurna terhadap komponen-komponen tersebut.

Melalui pengajaran dan pelatihan ini maka peserta didik akan sampai kepada tujuan dari aspek alam untuk ibadah. Yakni mengetahui akurasi rekayasa Allah terhadap makhluk, banyaknya jenis, beranekaragamnya keadaan dan tidak terbilangnya nikmat Allah yang dihasilkan dari memanfaatkannya. Mengetahui superioritas monopoli dan pengethauan-Nya. Aspek alam untuk ibadah memberikan kepada peserta didik banyak bukti yang memuaskannya tentang kewajiban cinta kepada pencipta dengan cinta yang sempurna dan ketaatan kepada-Nya dengan ketaatan yang sempurna.

Bertolak dari konsep ibadah ini bercabang banyak ilmu hingga tidak terbatas, kita bisa membaginya kepada ilmu agama, ilmu sosial dan ilmu alam. Semuanya adalah termasuk yang diperintahkan oleh sumber pendidikan Islam karena buahnya secara keseluruhan menghasilkan para ahli yang mencintai Allah dengan cinta yang sempurna dan mentaati-Nya dengan ketaaan yang sempurna, dan menyerukan kepada seluruh umat manusia untuk mencintai dan taat kepada-Nya. ***Dr. Majid Irsani Al Kailani

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.