Ibnu Rusyd Filosof Muslim dari Spanyol | Intelektual Muslim Part-15

Ibnu Rusyd Filosof Muslim dari Spanyol Intelektual Muslim Part-15
0 209

Abu Walid Muhammad bin Rusyd, dikenal dengan sebutan Ibnu Rusyd (di dunia Islam), atau Averrors di masyarakat Barat adalah penerus pemikiran filosof Muslim abad pertengehan, khususnya filsafat Ibnu Sina, al Farabi, dan al Razi. Ia muncul sebagai sosok pemikir ulung, setelah dua abad melemahnya kekuatan pemikiran dalam dunia Islam. Diketahui bersama bahwa setelah masa-masa akhir pemerintahan dinasti banni Abbas, dunia Islam mengubah teologi resmi negara dari Mutazilah ke Sunnah. Sejak saat itulah, pemikiran filosofis dunia Islam, perlahan mengalami kemunduran.

Ibnu Rusyd sama dengan Ibnu Thufail. Keduanya lahir di Kordoba. Daerah ini, dulu di kalangan masyarakat Muslim dikenal dengan nama Andalusia. Hari ini, nama negara dimaksud lebih populer  dengan sebutan Spanyol. Sosok yang lahir pada tahun 520 Hijriyah atau 1128 Masehi ini, sebenarnya memiliki karier cemerlang dalam birokrasi negara, sebagai seorang hakim. Ia mewakili banyak pemikir Muslim lain, yang memiliki latar belakang hokum. Termasuk dirinya. Bapak dan kakeknya juga sama. Mereka  dikenal sebagai hakim terkenal dalam pemerintahan Islam Daulah umayah II di Spanyol.

Talenta Ibnu Rusyd

Ibnu Rusyd dikenal menguasa berbagai macam disiplin ilmu seperti Alquran, fisika, matematika kedokteran, biologi, filsafat, dan astronomi. Dengan kefakaran dalam bidang-bidang dimaksud, iapun dikenal sebagai tokoh intelektual Muslim genius berkebangsaan Andalusia. Ia memiliki banyak keminatan talenta khusus, termasuk dalam soal yang sering disebut rumit seperti ilmu jaringan tubuh (histology). Karena itu, menjadi dapat dimengerti, mengapa dia dianggap sangat berjasa dalam menghasilkan karya penelitian original dalam pembentukan pembuluh darah dan penyakit cacar. Tentu selain ia diakui sebagai sosok yang dengan gemilangnya, mampu kembali menghangatkan suasana berpikir filosofis, yang mulai lama dan dianggap jauh dari tradisi Islam.

Ibnu Rusyd juga popular disebut sebagai komentator penting filsafat Aristoteles. Dari nalar ini, dapat dimengerti kalau kemudian banyak mahasiswa yang datang kepadanya hanya sekedar untuk mengkonsultasikan masalah kedokteran, hukum dan filsafat, sekalipun dalam ruang lingkup yang sangat kecil.

Hilangnya Karya Ibnu Rusyd

Kemungkinan besar, karya original Ibnu Rusyd sudah hilang. Banyak kalangan menyebut bahwa pemikiran filosofi Ibnu Rusyd, telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan Bahasa Ibrani (Yahudi), lalu setelah Spanyol kembali dikuasai lagi masyarakat Kristen, dan penguasa baru yang Kristen itu hanya memberi dua pilihan kepada masyarakat Muslim, yakni: tetap di Spanyol dengan memeluk Kristen atau tetap dalam Islam, tetapi harus angkat kaki dari Spanyol, telah menyebabkan hilangnya bekas-bekas keagamaan di suatu negeri yang telah dikuasai dunia Islam selama kurang lebih 500 tahun. **


Penulis         : Prof. Dr. H. Cecep Sumarna
Penyunting  : Acep M Lutvi
Diterbitkan  : www.lyceum.id

Komentar
Memuat...