Puisi Pembelaan Kemanusiaan | Kumpulan Puisi Prof Dr H Cecep Sumarna Part – 12

Puisi Pembelaan Kemanusiaan | Kumpulan Puisi Prof Dr H Cecep Sumarna Part – 12
0 5.655

Berikut adalah tiga Puisi Pembelaan Kemanusiaan yang ditulis Prof. Dr. Cecep Sumarna. Judul puisinya yaitu (Puisi Dalam Damai, Puisi Idealisme, puisi Isyarat ) saat di mana puisi ini ditulis, tampak dirinya sedang berada dalam kegalauan yang cukup serius. Kegalauan dalam menyaksikan bagaimana umat manusia memperebutkan sesuatu yang tidak produktif bagi apapun, termasuk dalam membangun harmoni kemanusiaan.

Dalam Damai

Dalam keluh kesah aku tak lagi resah
Dalam lusuh keringat yang basah aku tak lagi marah
Dalam terik mentari yang kering aku tak lagi perih
Dalam lemahnya energiku aku tak lagi letih

Dalam damai aku tak lagi merasa santai
Dalam kenyamanan aku tak lagi mampu pongah
Dalam tumpukan rupiah aku tak lagi sumringah
Apalagi pongah

Aku hanya ingin damai terus melambaikan tangan
Menyiram nurani kami agar terasa aman
Aku kehilangan asa dan cita-cita tak sempurna
Namun jangan kau sangka nuraniku diaminsaniyah

Kawan … janganlah resah
dan jangan pongah
Tataplah dunia dalam sukma yang wajar
Agar kita dapat menikmati dunia dalam kesementaraannya

Idealisme

Idealismemu tak setulus cita-citaku
Intelektualismemu tak segenrik intelektualismeku
Bahkan cita rasa godaanmu tak jauh lebih hebat dari cita rasa godaanku
Karenanya aku tak perlu marah kepadamu

Keindahan akalmu telah hilang
Kesempurnaan akhlakmu tak lagi nyata
Kewajaranmu telah membunuh semuanya tentangmu
Karena padamu semua orang remeh dan lemah

Aku tahu sesungguhnya kau lemah bahkan sangat lemah
Lemah karena tidak mampu menguasai apapun
Termasuk menguasai dirimu sendiri
Maukah kau kuajak bertanding dan bertandang

Ke suatu arena suci yang hidup tanpa intervensi
Ku tahu jawabanmu, oh tidak …!
Kenapa? Karena kau pasti kalah dalam selisih cukup parah

Isyarat

Isyarat tentangku semakin terlihat
Isyarat akan datangnya pertolongan yang kunanti
Kini mulai menepi dan hampir tak mungkin kecuali terjadi
Penantianku akan segera datang

Aman dan nyaman terus kupinta
Karena kini …. semua mulai mampu kubaca
Isyarat itu seperti isyarat cinta
Yang tampak patamorgana dalam juntaian mimpi

Tetapi menjadi sederhana ketika semuanya datang menyapa
Maukah kau kuajak dalam alur ceritaku
Maukah kau kutiliskan dalam syair-syairku
Jika ya … datang dan dukunglah aku

Kecuali Tuhan dan karena atas kekuasaaNya ini semua akan berhenti
Tapi tampaknya Tuhan menyetujui proposal hidupku
Yang akan diam dan duduk manis dengan pena yang menggoreskan
Kata-kata mutiara penuh alunan suci dan kebanggaan

Tuhan …. dalam diam, duduk dan berdirinya aku
Selalu kupanjatkan asmaMu yang suci
Karenanya perkuatlah isayarat itu
Isyarat yang membawaku pada kemuliaan

Diedite AL

Komentar
Memuat...