Idzinkan Aku Menangis | Mencari Tuhan Di Kaki Ka’bah Part- 18

45 123

Idzinkan Aku Menangis. Crhonos yang tak bisa menangis, pada hari itu masuk ke kamar. Ia menulis berbagai peristiwa spiritual yang mampu dia lihat dan dia dengar dari seluruh jama’ah. Ia mengambil sikap menyendiri. Paling hanya ditemani Shofi yang semakin hari, sakitnya tampak semakin parah. Sewaktu-waktu, ia bolak balik ke apotik untuk membeli obat bagi kesehatan bapaknya. Hari-harinya yang seperti ini, terus ia jalani dengan baik dan sempurna. Tanpa arah subaha sedikitpun.

Di malam hari, ia menghabiskan waktu setidaknya satu jam untuk membaca dan menulis. Siang harinya, kadang ia mencari toko buku, yang didalamnya ternyata banyak yang menjelaskan tentang Mekkah masa lalu dan Mekkah masa kini. Ia melahap bacaan dimaksud secara tuntas. Ia jarang mengikuti kegiatan belanja seperti banyak dilakukan jama’ah lain. Selain karena memperhitungkan biaya, ia sadar, Shofi butuh ditemani secara khusus. Ia tidak ingin melewatkan masa indahnya bersama Shofi. Entah mengapa, Crhonos melihat suatu tanda bahwa bapaknya, sedang berada dalam krisis hebat.

Dalam satu sessi tulisannya, Crhonos menulis. Aku tahu ya Allah, nama lain dari Mekkah adalah Bakkah. Hal ini tercermin dari firman-Mu dalam al Qur’an surat Ali Imran [3]: 96 yang artinya:  “Sesungguhnya rumah ibadah pertama yang dibangun untuk manusia ialah Baitullah yang letaknya berada di Bakkah. Tempat ini diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam”. Aku mencari kata Bakkah. Kutemukan terjemahan dari kata dimaksud yang dalam makna tertentu dapat difahami sebagai air mata.

Di kalangan scholarship Muslim, Bakkah mengandung makna tempat di sekitar Ka’bah. Inilah tempat di mana manusia berkerumun sehingga menjadi tempat yang sesak dan macet. Kemacetan terjadi di mana-ma di sekitar Ka’bah. Di sini terdapat tempat suci pertama yang ditunjuk Tuhan untuk menjadi tempat yang diberkati. Di sinilah berbagai titah-Mu yang menjadi pedoman bagi masyarakat dilahirkan.

Mekkah dalam makna lain, sering juga disebut sebagai induknya semua pemukiman. Makanya, aku menyebut Mekkah sebagai alam primordial manusia ke dua setelah alam Rahiem. Ya Allah aku percaya dengan surat al An’am [6]: 92 dan surat Asy Syura [42]:  5 yang menyatakan bahwa Bakkah adalah induk pemukiman [Umm al-Qura] umat manusia di muka bumi. Aku juga ingat, kata Crhonos, tempat inilah yang bakal menjadi tempat berkumpul [alam mahsyar] kelak, setelah manusia dibangkitkan. Tetapi mengapa aku tak mampu menangis.

Idzinkan Aku Menangis

Dalam tulisan lebih jauh di X Filenya, ia menuliskan sebuah keinginan agar dirinya bisa menangis. Idzinkan aku menangis. Bagaimana caranya, aku tidak tahu. Dalam soal kesulitannya dalam menangis, Crhonos mendeskripsikan ke dalam bentuk tulisan sebagai berikut:

“Ya Allah … aku sadar, aku tahu dan aku mengerti. Menangis tidak dimaksudkan untuk menjadi hakikat haji. Jauh dari itu! Tetapi mengapa jama’ah lain dapat menangis, sementara aku tidak! Apakah harta kekayaan yang kubawa ke sini tidak halal? Kini setelah aku menghitung semua uang yang kugunakan, kupastikan semuanya halal. Aku tahun Engkau tahu. Ya Allah aku ingin menangis. Aku ingin merasakan bagaimana nikmatnya menangis saat dimensi spiritual ini, menghinggapiku.”

Di hari berikutnya, ia mengajak kembali Vetra untuk mengunjungi Ka’bah. Merekapun berangkat dari Maktab sekitar pukul 16.00 waktu setempat. Namun karena jalan sangat macet, lalu lintas tidak mungkin menjangkau Ka’bah, akhirnya ia melaksanakan shalat maghrib di Masjid Abu Hurairah. Setelah itu, ia berjalan kaki menuju Ka’bah. Dengan desakan manusia yang sangat padat, akhirnya ia dapat juga masuk ke dalam pelataran Ka’bah.

Crhonos dan Vetra kembali thawaf. Ia melakukan niat di tempat yang sama. Ia mengawalinya dengan menyisir tempat dekat dengan Hajar Aswad. Ia memegang batu-batu yang menjadi dinding Ka’bah. Sebenarnya ia ingin mencium, menyapu atau hanya sekedar memberi isyarat kepada batu yang diletakkan Adam. Crhonos memilihnya dengan mengangkat tangan lalu menyatakan niatnya:

“Bismilllaahi Allaahu akbar. Allaahumma iimaanan bika watashdiiqan bikitaabika, wawafaa’an bi’ahdika wattiibaa’an li sunnatin nabiyyi shallallaahu ‘alaihi wa sallam. [Dengan nama-Mu ya  Allah,   Allah yang Maha Besar, Ya Allah, demi keimanan kepada-Mu, dan membenarkan kitab suci-Mu [alqur’an], memenuhi janji dengan-Mu serta mengikuti sunnah Nabi-Mu Muhammad SAW] aku kembali berniat untuk melaksanakan thawaf.”

Saat ia melingkari Ka’bah yang berputar menuju ke arah kiri, tiba-tiba Crhonos kembali menjadi filosofis ketika melihat Ka’bah. Ia kembali membacakan do’a Nabi Adam saat melakukan thawaf. Ia bergumam dalam hatinya, bahwa air mataku, seharusnya diteteskan di bumi pertiwiku. Suatu gugusan indah yang dihadiahkan Tuhan yang Maha Indah. Hanya sayang tidak dikelola dengan baik. Di sini aku tak boleh sedih. Di sini justru aku hanya boleh bahagia. Bahagia karena aku dapat menyaksikan keagungan Tuhan.

Ketika thawaf dilangsungkan dalam putaran yang ketiga, adzan isya dikumandangkan Muadzin. Jama’ah tetap melaksanakan thawaf dengan sempurna. Namun begitu iqomat dikumandangkan, seluruh jama’ah seperti terkunci. Tidak ada satupun yang bergerak. Mereka sama-sama menunggu komando imam Ka’bah untuk memimpin shalat isya.

Imam Mendorong Crhonos Menangis

Dengan penuh spirit, Crhonos mengikuti imam. Ia mengawalinya dengan takbirat al ihram. Lalu mendengarkan dengan seksama bacaan imam yang membaca surat al Fatihah. Ketika imam membaca Surat setelah al fatihah di rakaat pertama, ia mulai merinding. Imam shalat isya itu membaca surat al Baqarah [2]: 124-130 yang artinya sebagai berikut:

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan). Ibrahim menunaikannya dengan baik. Lalu Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku [Allah] akan menjadikanmu [Ibrahim] sebagai imam seluruh manusia”. Ibrahim kemudian berkata: “(Dan saya mohon juga), agar keturunanku menjadi pemimpin”. Allah berfirman: “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang yang Dhalim”.

Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim ini menjadi tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang melaksanakan thawaf, i’tikaf, rukuk dan sujud”.

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman dan damai.  Berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada mereka yang beriman kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: “Dan kepada orang yang kafir pun Aku beri kesenangan sementara. Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali”.

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membangun) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan kami, terimalah amalan kami) ini. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.

Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada-Mu. Jadikanlah anak cucu kami umat yang tunduk patuh juga kepada-Mu. Tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami. Terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka sendiri. Tugasnya membacakan kepada mereka ayat-ayat-Mu dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Qur’an) dan Al-Hikmah (As-Sunah) serta menyucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri. Sungguh Kami telah memilihnya di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang shaleh.”

Inilah ayat yang membuat aku, kata Crhonos menangis. Entah mengapa, saat ayat demi ayat yang dibacakan sang imam, seolah aku melihat Ibrahim dan Ismail, bersusah payah membangun Ka’bah. Ia hanya ingin meletakkan symbol ketauhidan Tuhan di sini, di tempat ini. Setiap ayat yang dibacakan imam ini, telah membuat aku harus menangis dengan sangat sulit dibendung.

Do’a Crhonos kepada Tuhan di Maqam Ibrahim

Setelah selesai melaksanakan shalat yang penuh tangisan itu, ia bangkit dan berdiri. Gemuruh jama’ah persis seperti suara burung yang hendak terbang. Takbir, tahmid dan bacaan talbiyah begitu menggema. Dan saat dia berdiri, dia baru nyadar, bahwa ternyata tempat dia melaksanakan shalat, di situlah maqam Ibrahim. Ia mengangkat kedua tangannya dan kemudian berdo’a:

Ya Allah, ya Rahman, ya rahiem … Aku sadar, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui rahasiaku. Banyak dosaku yang tersembunyi atau kusembunyikan. Kau mengetahuiNya dengan baik. Terima kasih Kau telah menyimpannya dalam arsy-Mu yang tertutup untuk manusia. Amal perbuatanku yang nyata, banyak sekali mengandung dosa. Karena itu, terimalah ratapanku dan ampunilah dosaku.

Ya Allah Engkau Mengetahui apa yang kuperlukan. Karena itu, aku bingung memohon apa kepada-Mu. Tetapi, di tengah segenap kebingunangku, kabulkanlah permohonan dan cita-citaku. Engkau Maha Mengetahui apapun yang terkandung dalam hatiku.

Ya Allah, ya razzaq, ya halim ya Alim. Jagalah keimananku kepada-Mu. Lekatkanlah iman atas ketunggalanMu di hatiku selamanya. Keimanan yang dapat mendorong keyakinanku sehingga aku dapat mengetahui bahwa tiada suatu yang menimpa daku selain dari yang Engkau tetapkan. Jadikanlah aku sebagai makhluk-Mu yang tetap rela terhadap apapun yang Engkau berikan kepadaku.

Ya rafiq yang quddus ya salam … jadikanlah aku kekasih-Mu seperti Rngkau telah menjadikan Ibrahim. Dengan Dzat dan sifat-Mu Yang Maha Pengasih dari segala yang Pengasih, lindungilah aku. Lindungilah aku atas fitnah-fitnah baik di dunia maupun di akhirat. Wafatkanlah aku dalam keadaan muslim dan gabungkanlah kami kedalam orang-orang shaleh. Jadikanlah aku pemimpin orang-orang yang bertakwa. Tentu aku berharap keturunanku dapat melahirkan generasi yang shaleh. Amiiin …

Selesai berdo’a, ia melangkahkan kakinya. Bergerak kembali untuk menyelesaikan kegiatan thawafnya yang tinggal 4 kali putaran lagi. Ia menangisi Ka’bah sebagai alam primordia yang baru dijumpainya. Ia kemudian, berkata: “Ya Allah idzinkan aku menangisi, salah satu keagungan karyaMu, yakni Ka’bah. Ia berjalan ke luar dan menundukkan kepala. Terima kasih wahai imam Ka’bah. Melalui bacaanmu aku ingat dengan tulus, inilah alam primordialku. Charly Siera –bersambung–

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

  1. Lenny Erdiani Choerun Nissa berkata

    Di part 18 kali ini akhirnya chronos pun dapat menghayati seluruh perjalanan spiritual nya, ia pun bisa meneteska air mata. Setelah imam masjid itu membacakan qur’an surat al-baqarah ayat 124-130. Chronos pun dapat memahami arti dari Q.S tersebut. Ia teringat ketika nabi ibrahim bekerja keras untuk membangun negeri ini.

  2. Amalia Fitriyanti berkata

    Sangat mengharukan sekali. Disamping charlos menemani ayahnya yang sedang sakit, dia pun sangat memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin. Bahkan dia tak ingin meninggalkan ritual ibadahnya di baitullah. Tak hanya itu dia tak ingin menghabiskan waktu nya untuk berbelanja yang jamaah lakukan. Dia selalu fokus kepada kesehatan ayahnya dan ibadahnya dalam menunaikan ibadah haji. Suatu keseimbangan dengan yang charlos lakukan.

  3. Siti Hayyun berkata

    dalam part ini chronos mempunyai keinginan agar bisa menangis saat melihat kaabah, dan ditulislah keingannya itu pada x file nya. begitupula dengan kita, kita sebagai geenrasi muda yang masih banyak memiliki kesempatan untuk mengejar cita cita. harus menuliskan mimpi mimpi kita agar selain dapat di ingat juga agar dapat bisa menjadi acuan bahwa apa yang kita inginkan itu harus di capai.

  4. Intan Sulistiani MPI-B/SMT III berkata

    Menangis bukan berarti lemah dan putus asa dengan apa yg dirasakan…namun tangisan dari chornos sangatlah mengharukan ketika ia ingat akan perjuangan nabi ibrahi dan nabi ismail ketika berusaha untuk membangun ciptaan allah yang begitu agung nan suci tersebut.
    Sekian.

  5. fajar maulana berkata

    Chronos akhirnya mengim setelah mendengar lantunan ayat Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 124-130 yang membahas tentang janji Allah dengan nabi Ibrahim dan tentang pembangunan ka’bah itu juga. Dan saya sempat berfikir dari lantunan ayat tersebut membuat chronos tersadar dari pemikiran nya itu yang berbeda dari jama’ah yakni “hei ka’bah kamu bukan tuhan tetapi kamu agung sesungguhnya Allah itu tuhan ku bukan kamu wahai ka’bah. Dari pemikirannya chronos tentang ka’bah tersebut terpecahkan oleh ayat Al-Qur’an dan choronos langsung berurai air mata

  6. dezidni MPI3 berkata

    dalam part 18 sungguh mengagumkan bagaimana indah nya alqur’an yang membuat hati setiap insyan merinding bahkan menangis akan keagungan dan keindahan isi alqu’ran.
    untuk itulah kita senantiasa lebih mendekatkan diri kepada alloh dan lebih memperdalami alqur’an baik itu mendengarkan,menbaca,dan mengamalkannya.
    karena alqur’anlah pedoman hidup manusia untuk mendapatkan ridho dan magfiroh alloh swt yang menjadikan hidup kita bahagia di dunia dan kelak nanti di akhirat…

  7. Siti Hamidah Tadris IPS A / 1 berkata

    Bismillah,
    pada part ke 18 ini masih menceritakan kegelisahan chronos dengan keanehan yang dialami nya. Sampai saat bertemu dengan imam, ia bisa menangis dan mengeluarkan air matanya.

  8. Hasanatun Nadia berkata

    Bismillah..
    Suatu hal yang sangat harus kita syukuri yaitu ketika kita mendapatkan hidayah dari Allaah, karena tidak semua hamba Allaah bisa mendapatkan nya. Hanya orang-orang pilihan saja yg bisa memperoleh cahaya hidayah Allaah itu.
    Seperti chronos ini yg telah mendapatkan hidayah dari Allaah melalui imam sholat. Semua itu semata-mata bukanlah faktor kebetulan melainkan datangnya dari Allaah yang Maha baik yang telah memberikan hidayah kepada chronos sehingga chronos bisa menangis.

  9. Asri Wulandari berkata

    Hati cronos benar-benar tersentuh membuat air matanya mengalir dengan sendiriny, seperti dia ada di masa ibrahim dan ismail. Kestiaan cronos juga dimunculkan dari kesediaanya menemani ayahnya yang sakit. Sungguh kebaktikan seorang anak kepada orang tua

  10. Fariz maulana ibrahim tadris ips a/1 berkata

    Assalamualaikum wr.wb
    Part 18
    Akhirnya crhonos dapat meneteskan airmata pada waktu sholat isya,dia teringat saat Kabah dibuat,dan hatinya takuat menahan tangis ketika dia teringat dosanya sewaktu sebelum pemberangkatan haji,subhanallah memang ketika kita ditanah suci kita pasti teringat dosa yang pernah kita lakukan.
    Wassalamualaikum wr.wb

  11. M. DIDI WAHYUDI berkata

    Di malam hari, ia menghabiskan waktu setidaknya satu jam untuk membaca dan menulis.

  12. Fariz maulana ibrahim tadris ips a/1 berkata

    Assalamualaikum wr.wb
    Part 18
    Akhirnya crhonos dapat meneteskan airmata ketika sholat isya,dia teringat pembuatan Ka’bah,dia teringat kembali semua dosa yang pernah dilakukan sebelum keberangkatan haji,subhanallah bahwasanya setiap orang yang pergi kesana pasti teringat dosa yang pernah dilakukan sebelumnya.
    Wassalamualaikum wr.wb

  13. Farrin nurul aina berkata

    Crhnos bukan type orang yang bisa menangis di depan orang banyak dia hanya bisa menangis dalam keadaan sendirian dan lebih senang mencurahkan tangisannya dan apa yang dia rasakan di tulisan. Hatinya mulai tersentuh ketika mendengarkan imam sholat membacakan Qs. Al-Baqarh ayat 124-130 yang menjelaskan tentang Nabi Ibrahim dan Nabi ismail yang berusaha membangun kabah. Disni lah Crhnos mulai memuji ke agungan Allah yaitu kabah

  14. Isah Siti Khodijah berkata

    Bismilahirahmanirahim
    Asalamualaikum wr wb
    Pada part ini, akhirnya Chronos bisa menangis melalui lantunan ayat al Quran surah al Baqarah ayat 142-144.
    Chronos membayangkan betapa susahnya Ibrahim dan Ismail.
    Sungguh hebat sebuah lantunan al Quran bisa membuat seseorang yang bahkan tidak bisa membuat hati orang lunak, menjadi lunak dengan menangis. Maka dari itu rajin rajin lah membaca Al Quran karena sesungguhnya maha besar Allah Swt. Melalui kitab nya mampu mengubah hati yang sebeku apapun.
    Terimakasih
    Wasalamualaikum wr wb

    1. Isah Siti Khodijah berkata

      Maaf terjadi kesalahan penyebutan ayat. Seharusnya adalah surah al Baqarah ayat 124-130

  15. Aida Nur Aisyah berkata

    Assalamu’alaikum wr.wb
    Bismillahirahmanirahim
    Part 18 ini Chronos kembali melakukan thawaf dan pada saat melakukan shalat berjamaah Chronos mendengarkan lantunan ayat suci dari imam shalat jamaah itu yang salah satu ayatnya menceritakan bahwa bagaimana nabi Ibrahim dan nabi Ismail bersusah payah membangun Ka’bah ini tahap demi tahap seraya memohon kepada Allah agar generasi selanjutnya dapat tunduk dan patuh terhadap perintah-Nya. Dari ayat-ayat itulah Chronos menemukan alasannya untuk menangis. Sebab Ka’bah adalah salah satu dari banyak keagungan Allah yang tersebar di muka bumi ini.
    Sekian
    Terima kasih
    Wassalamu’alaikum wr.wb

  16. Silmy Awwalunnis berkata

    Akhirnya chronos dapat meneteskan air matanya saat imam shalat isya itu membaca surat al Baqarah [2]: 124-130.
    ayat demi ayat berhasil membuat Chronos minitikan air mata, ia jelas melihat bagai mana proses pembuatan ka’bah itu berlangsung dengan satu tujuan yaitu bukti ketauhudan.

  17. dhini apriliani berkata

    Asalamualaikum
    pada part 18 ini. Akhirnya chronos bisa menangis karen imam membacakan ayat demi ayat dari surat al fatihah entah kenapa chronos pada sat itu susah untuk membendung air matanya, chronos ingat dan seolah dia melihat Ibrahim dan Ismail, bersusah payah membangun Ka’bah. Ia hanya ingin meletakkan symbol ketauhidan Tuhan di sini, di tempat ini yaitu mekah

  18. Fifit Fitri Nur'aeni/Ips/1B berkata

    Assalamualaikum
    Charnos selalu menulis dan membaca untuk mengisi waktu luangnnya dan isi tulisannya ia inggin sekali menangis dan ketika itu imam mendorongnya untuk menangis saat melaksanakan thawaf . Iapun segera melaksanakan solat berjamaah . Dan menyelesaikan tawafnya .
    Charnos sangat hebat menalarkan filosofinya.

  19. Muhamad Udin berkata

    Bismillahirrohmanirrohim
    pada part ini choronos menangis saat Imam shalat isya itu membaca surat al Baqarah [2]: 124-130.
    kata Crhonos menangis. Entah mengapa, saat ayat demi ayat yang dibacakan sang imam, seolah aku melihat Ibrahim dan Ismail, bersusah payah membangun Ka’bah. Ia hanya ingin meletakkan symbol ketauhidan Tuhan di sini, di tempat ini. Setiap ayat yang dibacakan imam ini, chornos tidak kuasa menahan air mata nya.

  20. Siti Sutihatin MPI/4 berkata

    Crhonos akhirnya benar menangis saat shalat isya di sekitar ka’bah. Ia begitu mengahayati setiap ayat yang dilantunkan imam shalat. Ia bahkan membayangkan bagaimana Ibrahim dan Ismail membangun ka’bah sebagai simbol ketauhidan. Ia juga baru menyadari bahwa tempat yang ia tempati saat shalatvadalah maqam Ibrahim.

  21. Rahmat Maulana (MPI-4) berkata

    Crhonos merasa bingung dan gelisah ketika ia melihat kebanyakan orang-orang yang meneteskan air mata sedang ianya sendiri tidak bisa melakukannya, kala itu.. waktu shalat pun tiba, crhonos akhirnya bisa meneteskan air mata karena mendengarnya lantunan ayat suci Al-qur’an dengan isi kandungan yang mengingatkan crhonos.
    Somoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa diberi petunjuk.

  22. Indah kusumawati (mpi-4) berkata

    Dalam part 18, izinkan aku menangis. Ketika cronos dilanda kebingungan yang begitu membathin akhirnya kronos dapat menangis juga dikarenakan imam ka’bah yg mebacakan Q.S Al-baqarah:124-130 disitu ada pesan Allag kepada ibrahim dan anaknya ismail untuk mebtaati perinta dan menjauhi larangannya. Ya cronos menangis jgu karena mengingat keagungan ciptaan tuhan bukan menjadikan ka’bah sebagai tuhannya.

  23. Koko Santoso (MPI/4) berkata

    Part 18
    Idzinkan Aku Menangis
    Pada part ini diceritakan ketika ia sholat berjama’ah & imam membacakan Q.S Al-Baqarah [2]: 124-130 Crhonos yg begitu menghayati makna dari bacaan tersebut tak kuasa membendung deraian air matanya yg selama ini ia telah mohonkan~

  24. MAFTUHAH MPI/4 (1415109011) berkata

    setelah melakukan thawaf, crhonos kemudian masuk ke kamar dan menuliskan semua pengalaman yang telah terjadi, crhonos berfikir, mengapa ia tidak bisa menangis ketika melihat ka’bah, kemudian crhonos keesokan harinya kembali ke ka’bah dan melaksanakan ibadah thawaf kembali, namun tetap saja ia tidak bisa menangis, ia memohon kepada allah agar diizinkan untuk menangis, namun tetap saja tidak bisa. setelah adzan isya berkumandang, kemudian crhonos dan seluruh jama’ah haji lainnya melaksanakan sholat isya, ketika imam masjid mengumandangkan ayat-ayat dalam sholat tersebut, tiba-tiba crhonos menangis, mengingat perjuangan ismail dan ibrahim dalam membangun ka’bah. setelah sholat isya selesai, crhonos kembali melaksanakan thawaf, kemudian ia menangis, menangis karena melihat ka’bah sebagai kebesaran Tuhan.

  25. Subhanallah sungguh hati chronos yang lembut sampai2 ia menetes kan air mata ketika imam masjid membacakan surat albaqarah didalam solat isya

  26. Sri Rahayu MPI/4 (1415109025) berkata

    Bismillah …….
    Pada part 18 ada pelajaran yang dapat saya ambil dari seorang Chronos yang tidak bisa mengeluarkan air mata (menangis) ternyata fiman Allah yang indah yang tiada tara karena dapat meluluhkan hati seorang Chronos yang tak bisa menangis hingga Chronos pun menangis ketika imam membacakan QS Al-Baqorah ayat 124-130. ini menunjukan bahwa ayat-ayat Allah didalam Al-Qur’an memang benar adanya. terbukti bagi siapapun termasuk Chronos.
    Barakallah……….

  27. Winda Dwi Nurrachmawati (1415109032) MPI-4 berkata

    Dalam part 18 ini, pelajaran yang dapat diambil ialah dalam merencanakan sesuatu haruslah dengan dilandasi dengan keyakinan dan sungguh-sungguh agar Allah mampu melihat usaha yang kita lakukan untuk mendapatkan kebahagiaan dan keberhasilan dalam rencana kita. Terutama dalam mewujudkan kebahagiaan orangtua yang memang sudah seharusnya diwujudkan oleh seorang anak seperti chronus.

  28. Fera Agustina/ MPI/ 4 berkata

    Bismillahirrohmanorohim..
    dalam part 18 ini masih sama dengan part sebelumnya, masih membahas dimana chronos dan istrinya melakukan thawaf, disini memceritakan bagaimana chronos ingin menangis seperti hal nya orang-orang sekitarnya, namun pada akhirnya ketika melaksanakan thawaf yang 3x dan mendengarkan imam pada jama’ah sholat isya chronos dapat meneteskan air matanya, dengan perasaan yang haru.

  29. Firman Maulana mpi smt 4 berkata

    Part 18
    Dalam part ini chronos masih bingung kenapa orang2 bisa begitu dgn mudah nya menangis sedangkan dia sangat sulit sekali untuk bisa menangi, sampai saat ia kembali melakukan bersama vetra istrinya dan chronos pun masih bisa belum menangis juga. Tetapi pada saat melakukan putaran ke tiga thawaf, adzan sholat isya dikumandangkan oleh muadzin. Chronos pun masih melakukan thawaf nya sampai terdengar iqomat lalu chronos dipandu oleh sang imam untuk melakukan sholat isya berjama’ah. Dan pada saat imam membacakan surat Al-Baqarah (2):124-130, chronos akhirnya menangis. ia seolah melihat ibrahim dan ismail bersusah payah membangun ka’bah. Itu pun karena kehendak Allah.

  30. Siti halimah MPI/4 berkata

    bismillahirrahmanirrahim. .
    chronos benar-benar merasa sangat gelisah, dia bingung dan heran akan dirinya sendiri yang tak bisa menangis, , namun seorang imam ka’bah yang membacakan ayat-ayat alqur’an tentang ismail dan ibrahim membangun kabah, disitulah dia bisa menangis tenytang keagungan ini.

  31. Siti Nurbaeti (1415109022)-MPI/4 berkata

    Hanya Allah yang memberikan hidayah-Nya, sekalipun itu Rasulullah SAW namun ia (Nabi Muhammad) tidak akan bisa memberikannya. Part 18 ini memberikan pelajaran bahwa jangan mudah menyerah atas apa yang kita inginkan hingga sesuatu tersebut telah kita dapatkan.

  32. Muhammad Yasir Arafah MPI/4 (1415109012) berkata

    Bismillahirrahmanirrahim, pada part ini masih menceritakan kegelisahan chronos dengan keanehan yang dialami nya. Sampai saat bertemu dengan imam, ia bisa menangis dan mengeluarkan air matanya. Ia sangat luar biasa dalam penalaran filosofi nya.

  33. Nur Aliffah/ MPI-4 berkata

    Dalam part ini menjelaskan bagaimana seorang anak yang selalu menjaga orang tuanya, baik dalam keadaan apapun dan diamana pun. kita sebagai seorang anak harus selalu berbakti terhadap kedua orang tua kita, karena dengan berbakti terhadap kedua orang tua kita itung-itung berbalas budi terhadap orang tua kita. begitu yang dilakukan oleh chronos sungguh sangat mulia sekali.

  34. Sri Hardianti-MPI/4-1415109024 berkata

    bismillah..
    dalam part delapan belas ini yang berjudul” izinkan aku menangis” chronos selama melakukan thowaf sebanyak 3x ia belum juga menangis, tetapi pada saat imam membacakan ayat suci ia mengis karena teringat oleh nabi ibrohim dan ismail as yang bersusah payah untuk membangun kabah ini.. bagaimnapun chronos hanyalah manusia biasa yang lemah.

  35. umar faruq mpi 4 berkata

    Menangis tidak dimaksudkan untuk menjadi hakikat haji. betul karena sekalipun orang itu banyak dosanya banyak ibadahnya namun haus bahkan wajib ingin merasakan bagaimana nikmatnya menangis saat dimensi spiritual ini, mengakui apa yang pernah dilakukan dan bersyukur atas tuhan yang memberi.

  36. Ega Sugandi (1415109003) MPI/4 berkata

    Crhonos yang tak bisa menangis, pada hari itu masuk ke kamar. Ia menulis berbagai peristiwa spiritual yang mampu dia lihat dan dia dengar dari seluruh jama’ah. Di malam hari, ia menghabiskan waktu setidaknya satu jam untuk membaca dan menulis, Dalam satu sessi tulisannya, Crhonos menulis. Aku tahu ya Allah, nama lain dari Mekkah adalah Bakkah. Hal ini tercermin dari firman-Mu dalam al Qur’an surat Ali Imran [3]: 96. Dalam tulisan lebih jauh di X Filenya, ia menuliskan sebuah keinginan agar dirinya bisa menangis. Idzinkan aku menangis. Bagaimana caranya, aku tidak tahu. Dalam soal kesulitannya dalam menangis, Crhonos mendeskripsikan ke dalam bentuk tulisan. Namun ada suatu ayat yang membuat chromos menangis dan ketika berdoa dimakam ibrohim meneteslah air mana dengan saendirinya.

  37. Yunita Nur RahmawatiMPI/4 (1415109034) berkata

    Pada part 18 ini sosok chronos adalah orang yang berbakti kepada orang tuanya dia rela menjaga dan melindungi ayahnya dari hal apapun dan chronos meluangkan waktunya untuk membaca buku dan menulis kejadian yang beliau rasakan saat berada di mekkah

  38. Asiro MPI/4 (1415109002) berkata

    Bismillahirrahmaanirrahiim…
    Dalam novel part 18 ini yang berjudul “Idzinkan Aku Menangis”, setegar apapun seorang crhonos, dia tetaplah seorang hamba yang ketika mendengarkan lantunan-lantunan yang membisikkan kepadanya bergetarlah hatinya dan tidak dapat membendung tangisan syukur atas segala karunia dan keAgungan Allah..

  39. Asyifa Nuraeni Kartika Ali/MPI/4 berkata

    Bismillahirrahmanirrahim
    Dalam part 18 menceritakan masih tentang thawaf, Chronos berharap agar dia dapat menangis. Ketika imam membaca Surat setelah al fatihah di rakaat pertama, ia mulai merinding. Imam shalat isya itu membaca surat al Baqarah ayat 124-130. Inilah ayat yang membuat Crhonos menangis. saat ayat demi ayat yang dibacakan imam, seolah Chronos melihat Ibrahim dan Ismail, bersusah payah membangun Ka’bah. Ia hanya ingin meletakkan symbol ketauhidan Tuhan di sini, di tempat ini. Setiap ayat yang dibacakan imam ini, telah membuat Chronos harus menangis. MasyaAllah betapa mulianya Ibrahim beserta Ismail dalam membangun Ka’bah.

  40. Dinny alfiana s. MPI4 berkata

    dalam part 18 ini chronos melakukan upaya untuk bisa menangis di Baitullah. namun setelah 3X kembali thawaf, ia tak kunjung dapat meneteskan air mata. setelah mendengar bacaan imam shalat isya yang membacakan surat Al-Baqarah (2):124-130, chronos akhirnya menangis. ia seolah melihat ibrahim dan ismail bersusah payah membangun ka’bah. Subhanalloh

  41. pujiati/MPI/4 berkata

    apa yang dilakukan chronos terhadap orang tuanya terutama ayahnya sungguh begitu mulia, di benar-benar melakukan kewajibannya sebagai seorang anak, dan dia begitu menyayangi orang tuanya tanpa syarat apapun. keinginan chronos untuk menangispun telah Allah kabulkan dengan bacaan-bacaan yang dilantunkan oleh imam, Allah selalu punya rencana lain untuk hambanya begitupun untuk chronos, bahkan Allah memberikan cara yang begitu luar biasa sehingga chronos mampu menangis dengan tidak tanpa alasan melainkan dengan segala kekagumannya terhadap apa yang Allah tunjukkan.

  42. Lu'lu Atul alawiyah (1415109010) MPI/4 berkata

    Bismillahirrohmanirrohim…
    Kasih sayang yang diberikan chronos kepada ayahnya begitu besar ia selalu menjaga dan melindunginya dari berbagai hal yang dapat membahayakannya. chronos juga merupakan anak rajin yeng bisa menghabiskan waktu luangnya untuk membaca dan menulis. keinginannya menangis ketika thawaf mengelilingi ka’bah tidak pernah bisa, namun ketika iqomah berkumandang dan ia pun segera bergegas melaksanakn sholat jamaah bersama jamaah lain dan imam besar masjid tersebut ketika sang imam membacakan Qs. al Baqarah [2]: 124-130 ia mulai merinding. setelah sholat selesai chronos melakuka thawaf kembali dan pada akhirnya ia mneteskan air mata di hadapan ka’bah.

  43. Ririn Nur'aeni berkata

    bismillah di part 18 ini..
    cronos kembali ke ka’bah untuk melaksanakan thawaf yang ke 3 nya namun tetap saja ia tidak menangis. namun ada ayat yang dibacakan imam saat sholat isya yang membuat cronos merinding dan menangis yaitu surat al-baqarah ayat 124-130. Entah mengapa, saat ayat demi ayat yang dibacakan sang imam, seolah ia melihat Ibrahim dan Ismail, bersusah payah membangun Ka’bah. Ia hanya ingin meletakkan symbol ketauhidan Tuhan di sini, di tempat ini. Setiap ayat yang dibacakan imam tersebut telah membuat cronos harus menangis dengan sangat sulit dibendung. dan akhirnya ia kembali melaksankan thawaf yang tinggal 4 putaran lagi dan menangis di ka’bah.

  44. uyunurrohmah MPI semester4 berkata

    Assalamualaikum wr.wb
    Saya sangat kagum dengan chronis yang senantiasa menemani ayahnya di maktab dan leboh suka menghabiskan waktu luangnya untuk menulis atau membaca buku. Dalam tulisannya chronos sangat ingin menangis dan akhirnya dia menangis pada waktu shalat dan mendapatkan kesempatan shalat dimaqam ibraham.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.