Take a fresh look at your lifestyle.

Ilmu Laduni dalam Nalar al Ghazali dalam Sosok Intelektual Muslim Part-3

21 699

Salah satu karya masyhur al Ghazali, tentu selain kitab-kitab yang lainnya adalah, kitab Al Risalat al laduniyah. Inilah bagian dari karya ulama besar abad di mana dunia Islam sedang mengalami kemunduran ini, sering disalahtafsirkan para pengikutnya atau bahkan oleh lawan politik dan ideologinya.

Dalam kitab ini, al Ghazali menjelaskan bahwa sumber atau cara mendapatkan ilmu pengetahuan, dapat dilakukan dalam dua bentuk kegiatan. Kedua bentuk  kegiatan dimaksud adalah: al ulum al muktasabah dan al ulum al ghaibi laduni. Banyak pihak menganggap bahwa kedua cara perolehan ini berbeda dan dapat dilakukan secara berbeda pula. Padahal kedua cara perolehan ini tidak dapat dipisahkan dan tidak mungkin dibedakan. Kedunya menyatu dan satu sama lainnya saling terikat.

Al Ulum al Muktasabah

Al ulum al muktasabah adalah cara memperoleh ilmu pengetahuan yang dilakukan dengan banyak membaca, banyak menulis dan banyak melakukan berbagai kajian dalam bentuk diskusi dan penelitian ilmiah terhadap sesuatu masalah yang dianggap ilmiah. Ilmu ini, akan diperoleh manusia dengan mengukur bagaimana seseorang akan sampai pada derajat atau tingkat tertentu untuk disebut sebagai seorang alim, dilihat dari ketulusan dan keseriusannya dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.

Karena itu, untuk kepentingan ilmu ini, cara perolehan manusia akannya, sangat tergantung kepada tingkat usaha yang dilakukan seseorang. Tinggi rendahnya capaian keilmuan seseorang, akan sangat tergantung kepada tinggi rendahnya usaha seseorang dalam pencarian dimaksud. Untuk memperkuat logika ini, al Ghazali mengutif hadits yang disandarkan kepada Rasulullah Muhammad SAW bersabda: ”…  menuntut ilmu adalah fardlu bagi setiap muslim.” Ia juga mengutif hadits lainnya yang menyatakan: “carilah ilmu walaupun harus sampai ke negeri china.”

Dengan nalar tadi, maka, sipapaun yang hendak atau sudah melakukan langkah yang sama dalam konteks pengembangan ilmu pengetahuan, sepanjang dia mengikuti nalar dan standar yang digunakan dalam kepentingan ini, maka, ia akan mendapatkan ilmu dimaksud. Lepas apakah dia mengikuti ajaran agama Nabi Muhmmad atau tidak, melaksanakan shalat atau tidak, puasa atau tidak, dan syarat-syarat keislaman dan kemukminan tertentu yang digariskan dalam Islam.

Al Ulum al Ghaibi Laduni

Al ulum al ghaibi laduni, adalah suatu ilmu yang dimiliki manusia atas kehendak Allah swt. Di letak ini, Allah telah menyimpan suatu ilmu pengetahuan yang dibutuhkan manusia dalam hati siapapun yang dikehendaki-Nya. Jenis manusia seperti ini, adalah mereka yang dipilih Tuhan. Mereka yang demikian, terjadi karena selain ia mengembangkan ilmu sebagaimana dijelaskan dalam Al ulum al muktasabah, juga ia selalu membersihkan hati dan pikirannya dalam segenap dosa dan perbuatan yang dilarang agama.

Untuk kepentingan ini, al Ghazali mengutif ayat al Qur’an yang menyatakan: ” … Maka barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh (memperbaiki akhlak) dan janganlah ia mempersekutukan apapun dalam beribadat kepada Tuhan (bersih dari segala kotoran hawa nafsu) … “. Lebih lanjut ia menyatakan bahwa: ” … Tujuan perbaikan akhlak ialah membersihkan qalbu dari kotoran hawa nafsu dan amarah hingga hati menjadi suci bersih bagaikan cermin yang dapat menerima Nur cahaya Tuhan … “

Inilah mereka yang akan mendapatkan ilmu laduni. Jadi, ilmu laduni tidak mungkin diperoleh seseorang, jika rumusan ilmu pertama tidak dilakukan. Mereka yang melakukan titah seperti langkah pertamapun tidak menjamin ilmu yang kedua diperoleh, jika dia tidak berusaha untuk membersihkan dirinya dalam semangat dan kepentingan berjumpa dengan Tuhannya. Jadi, ilmu laduni tidak mungkin hadir, jika langkah pertama tidak dapat dikerjakan … ** Prof. Cecep Sumarna

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

  1. Taruna berkata

    Dua cara yang disandingkan dalam mendapatkan ilmu menurut Al Ghazali menyentakkan kesadaran kita sedikit demi sedikit sebagai manusia akan keberadaan Tuhan yang mengatur segala urusan kita di dunia dan akhirat kelak. Dua pendekatan ini akan mendukung dan membuat jalan bagi manusia yang berpikir untuk bisa “BERTEMU” dengan Nya. Al-alum al muktasabah yang diharapkan muaranya untuk mengkonstruksi pemahaman tentang kebenaran nalar dan standar yang digunakan dalam kepentingan ini. Segala aktifitasnya cermin kerja keras otak kanan dan kiri yang ujungnya adalah menempatkan Tuhan sebagai penguasa tunggal. Ini mengantarkan dan merakit manusia dalam menyelami al alum al ghaibi laduni. Pada tataran ini manusia sedikit demi sedikit mencuci kotoran hawa nafsu dan bersiap menerima Nur cahaya.

  2. Idris berkata

    Ilmu laduni bisa di peroleh dengan dua cara.
    1. Dengan cara belajar ( menulis,membaca dll ).
    2. Bawaan manusia ( tentunya dalam hal ini hanya orang -orang tertentu saja yang bisa mendapatkannya. Sering kita jumpai di lingkungan masyarakat ada seseorang yang mubgkin notabene beliau tidak belajar secara formal tapi beliau mengerti tentang keilmuan yang di ajarkan secara formal. Contoh. Ada. Seseorang bisa memperbaiki sepeda motor dengan hanya melihat orang lain memperbaiki motor.

  3. Panurratrahsa Al Arridha berkata

    Didalam kata pengantar dikatakan:
    “ilmu pengetahuan, dapat dilakukan dalam dua bentuk kegiatan. Kedua bentuk kegiatan dimaksud adalah: al ulum al muktasabah dan al ulum al ghaibi laduni. Banyak pihak menganggap bahwa kedua cara perolehan ini berbeda dan dapat dilakukan secara berbeda pula. Padahal kedua cara perolehan ini tidak dapat dipisahkan dan tidak mungkin dibedakan. Kedunya menyatu dan satu sama lainnya saling terikat.”

    Tapi disni dijelaskan prosesnya:
    1. Al ulum al muktasabah adalah cara memperoleh ilmu pengetahuan yang dilakukan dengan banyak membaca, banyak menulis dan banyak melakukan berbagai kajian dalam bentuk diskusi dan penelitian ilmiah terhadap sesuatu masalah yang dianggap ilmiah
    2. Al ulum al ghaibi laduni, adalah suatu ilmu yang dimiliki manusia atas kehendak Allah swt. Di letak ini, Allah telah menyimpan suatu ilmu pengetahuan yang dibutuhkan manusia dalam hati siapapun yang dikehendaki-Nya

    Jadi dimana letak keterkaitan dan penyatuannya?

  4. Rohmatul Lailah berkata

    Saya setuju dengan pemikiran imam gazali bahwa seseorang wajib mencari limu yang disebut almuktasabah. Ketika seseorang sudah mencari ilmu secara maksimal dan selalu membersihkan hatinya dari kotoran kemaksiatan tidak menutup kemungkinan dia akan mendapatkan anugerah berupa ilmu laduni

  5. Euis Ernawati berkata

    Saya sangat setuju dgn konsep ilmu dalam nalar al-Ghazali dimana untuk mencapai ilmu laduni harus melaksanakan ilmu al muktasabah. Karena tidak ada sesuatu yg didapatkan tanpa adanya usaha. Dengan usaha pun pencapaian satu orang dengan orang lain akan berbeda sesuai usahanya masing2…

  6. ABDURRAHMAN HASYIM ( MPI-4 ) berkata

    Ilmu laduni merupakan ilmu yang didapatkan oleh manusia dengan tidak melalui belajar.
    Salah satu kelebihan atau keanehan pada orang-orang yang terpilih dalam hal kecerdasan akal atau pengetahuan yang secara tiba-tiba tanpa proses usaha yang disebut ilmu laduni (ilmu ilham),

  7. Sri hardianti-MPI/4 berkata

    Menurut Al ghozali sumber untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dapat dilakukan dengan dua bentuk kegiatan. Yaitu al ulum al muktasabah dan al ulum al ghoibi laduni.

    Kedua cara perolehan ilmu ini tidak dapat di lakukan secara terpîsah.
    A. Al muktasabah
    Diperoleh dengan cara banyak membaca, menulis dan banyak melakukan berbagai kajian. Sedangkan
    B. Al ghoibi laduni
    Suatu ilmu yang di berikan oleh Alloh kepada manusia2 pilihan. Ilmu ini tidaj mungkin diperoleh tanpa melakukan muktasabah terlebih dahulu.

  8. Winda Dwi Nurrachmawati (1415109032) MPI-4 berkata

    Ilmu laduni dalam nalar Al-Ghazali.
    Ilmu laduni merupakan ilmu yang didapatkan oleh manusia dengan tidak melalui belajar. Orang yang memiliki ilmu ini merupakan orang-orang pilihan Allah SWT.
    Dalam memperolehnya ada dua cara yaitu pertama Al Ulum al Muktasabah mendapatkan ilmu melalui adanya pembelajaran. Dalam hal ini manusia mendapatkannya diukur melalui bagaiaman seseorang itu berusaha. Kedua Al ulum al ghaibi laduni, adalah suatu ilmu yang dimiliki manusia atas kehendak Allah SWT. Dalam memperoleh ilmu ini dengan mensucikan diri kepada Allah SWT atau berikhtiar kepada Allah SWT atas apa ilmu yang dimiliki.

  9. Yunita Nur RahmawatiMPI/4 (1415109034) berkata

    Ilmu laduni ialah suatu ilmu yang membahas tentang bagaimana cara kita untuk meraihnya tetapi untuk mendapatkan ilmu laduni hendakya kita mensucikan diri dari segala dosa, memperbaiki akhlaq, memperbaiki amal soleh dan mengedepankan akal sehat , biasanya orang yang menggalih ilmu laduni harus menggalih pengetahuan secara benar dan dilakukan secara serius, tekun dan ulet

  10. Indah kusumawati (mpi-4) berkata

    Ilmu laduni adalah ilmu yang mempu yai manfaat menjadikan seseorang mendapatkan ilmu atau pengetahuan tanpa proses belajar. Tetapi dalam perspektif al ghazali untuk mendapatkan ilmu laduni dengan dua cara, yaitu al muktasabah dan al ghai i laduni. Kedua cara ini saling berkaitan dan tidak dapt dipisahkan. Dimana seseorang ingin mendapatkan ilmu ya harus banyak membaca, menulis dan melakukan penelitian. Kemudian dibarengi dengan membersihkan hati dengan cara amar ma’ruf wa nahi mungkar agar ilmu laduni bisa di dapatkan. Intinya dalam mencari ilmu harus balance antara dunia dan akhirat agar ilmu yang didapat barokah.

  11. Asyifa Nuraeni Kartika Ali (MPI/4) berkata

    Assalamualaikum
    Kita sebagai manusia diwajibkan untuk mencari ilmu dari sejak dalam kandungan hingga liang lahat. Menurut Al Ghazali cara mendapatkan ilmu dibagi 2 yaitu Al Ulum Al Muktasabah dan Al Ulum Al Ghaibi Laduni.
    Al Ulum Al Muktasabah sendiri di dapatkan dengan usaha sendiri yaitu dengan membaca, belajar, diskusi maupun kajian dll. Sedanfkan Al Ulum Al Ghaibi Laduni adalah ilmu yang dimiliki manusia yg telah ditakdirkan Allah dan sering kita sebut sekarang adalah orang “indigo”.
    Syukron:)

  12. Ega Sugandi (1415109003) MPI/4 berkata

    Riview : Ada dua tahapan untuk memperoleh ilmu laduni yang pertama Al ulum al muktasabah adalah cara memperoleh ilmu pengetahuan yang dilakukan dengan banyak membaca, banyak menulis dan banyak melakukan berbagai kajian dalam bentuk diskusi dan penelitian ilmiah terhadap sesuatu masalah yang dianggap ilmiah. Ilmu ini, akan diperoleh manusia dengan mengukur bagaimana seseorang akan sampai pada derajat atau tingkat tertentu untuk disebut sebagai seorang alim, dilihat dari ketulusan dan keseriusannya dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.
    dan tahapan yang kedua yaitu Al ulum al ghaibi laduni, adalah suatu ilmu yang dimiliki manusia atas kehendak Allah swt. Di letak ini, Allah telah menyimpan suatu ilmu pengetahuan yang dibutuhkan manusia dalam hati siapapun yang dikehendaki-Nya. Jenis manusia seperti ini, adalah mereka yang dipilih Tuhan. Mereka yang demikian, terjadi karena selain ia mengembangkan ilmu sebagaimana dijelaskan dalam Al ulum al muktasabah, juga ia selalu membersihkan hati dan pikirannya dalam segenap dosa dan perbuatan yang dilarang agama.

  13. Koko Santoso (MPI/4) berkata

    ILMU LADUNI DALAM NALAR AL-GHAZALI
    terkait contoh pada pembahasan tentang bagaimana seseorang dapat memperoleh ilmu laduni dengan dua cara yg telah dijelaskan di atas, bahwa Al ulum al muktasabah dapat diperoleh dengan ikhtiar yg sungguh-sungguh, & Al ulum al ghaibi laduni disamping kesungguhan berikhtiar juga ada keajaiban terkait manusia pilihan Allah SWT.

  14. Nur Aliffah MPI/4 (1415109014) berkata

    Nur Aliffah MPI/4 (1415109014)
    Dalam pembahasan ini yaitu tentang ilmu laduni,secara rasional ilmu laduni dapat di peroleh melalui belajar. Orang yang memperoleh ilmu laduni harus menggalih pengetahuan secara benar dan dilakukan secara serius,tekun dan ulet. Cara mendapatkan ilmu laduni yaitu memperbanyak baca buku, melakukan kajian,diskusi dan penelitian ilmiah mengenai permasalahan ilmiah.

  15. Rahmat Maulana (MPI-4) berkata

    Bicara tentang ilmu laduni berarti bicara tentang cara bagaimana kita meraihnya, sebagaimana yang telah saya pahami untuk mendapatkan al ulum al ghaibi laduni hendaknya kita harus mensucikan diri dari segala dosa, memperbaiki akhlak, mengerjakan amal shaleh, mengedepankan akal sehat dan bisa menahan hawa nafsu dari segala kemaksiatan. Hanya manusia pilihan yang akan mendapatkan al ulum al ghaibi laduni dan tempatnya adalah dalam hati. Selanjutnya ilmu laduni tidak hanya ditempuh dengan jalan membaca, menulis, mengikuti kajian dalam diskusi, ada juga yang ditempuh memalui keberkahan guru terhadap muridnya yang menjunjung sikap ta’dzim.

  16. Asiro MPI/4 berkata

    Jumat, 07 April 2017
    Review “Ilmu Laduni dalam Nalar Al Ghazali”
    Salah satu kelebihan atau keanehan pada orang-orang yang terpilih dalam hal kecerdasan akal atau pengetahuan yang secara tiba-tiba tanpa proses usaha yang disebut ilmu laduni (ilmu ilham), tidaklah muncul jika tidak ada usaha yang dilakukannya. orang yang memperoleh ilmu laduni harus menggalih pengetahuannya dengan banyak membaca, menulis maupun melakukan kajian dalam bentuk diskusi dan penelitian ilmiah mengenai permasalahan keilmiahan,dan dengan disertai hati yang bersih juga pikiran yang tenang, barulah orang tersebut dikatakan memperoleh ilmu laduni (ilmu ilham).
    Terimakasih.

  17. Riana Sri Anisah MPI Smt 4 berkata

    dalam pembahasan minggu ini yakni tentang ILMU LADUNI.
    Ilmu laduni ini ditemukan oleh al-ghazali. ia menjelaskan bahwa sumber atau cara mendapatkan ilmu pengetahuan itu di dapat dalam 2 bentuk kegiatan. yakni 1. al- ulum al-muktasabah. cara memperoleh ilmu pengetshusn dilakukan dengan banyak membaca,menulis,& melakukan berbagai kajian dalam bentuk diskusi dll. 2. al ulum al ghaibi laduni yakni suatu ilmu yang dimiliki manusia atas kehendak allah. allah sendiri telah menyimpan suatu ilmu pengetahuan yang dibutuhkan manusia dalam hati siapapun yang ia kehendakinya, karena selalu membersihkan hati dan fikiran dalam segenap dosa dan perbuatan yang dilarang oleh agama. ilmu laduni tidak mungkin di dapat jika langkah pertama tidak dilakungan.

  18. Sri Rokhmah MPI Smt 4 berkata

    Assalamu’alaikum wr.wb..
    dalam pembahasan ini yaitu tentang ilmu laduni, bahwasanya secara rasional, ilmu pengetahuan dapat diperoleh melalui belajar. hal ini juga merupakan kunci dalam meniti sebuah pendidikan.
    sepadan dengan pembahasan di atas, ilmu laduni memiliki 2 tahapan yang pertama yaitu al ulum al muktasabah yaitu memperoleh ilmu pengetahuan yang dilakukan dengan membaca dan menulis seperti yang biasa dilakukan. yang kedua, al ulum al ghaibi laduni yaitu suatu ilmu yang dimiliki manusia atas kehendak Allah SWT. dengan kriteria memiliki hati yang bersih dan mengerjakan amal shaleh.

  19. Wahid Abdurrokhman berkata

    Wahid Abdurrokhman
    Imam Al – Ghazali sangat simpel sekali dalam memaparkan suatu pembelajaran yaitu al ulum al muktasabah dan al ulum al ghaibi laduni. Untuk Al ulum al ghaibi laduni ( ilmu laduni ) pada zaman sekarang (2016) sudah bisa terdeteksi dan dapat di pertanggung jawab, oleh sebab itu ilmu laduni pasti ada pada seseorang yang tertentu, di karenakan adanya singkronisasi antara otak kanan dan otak kiri.
    wa fi laduni laduni qola wafi

  20. titin kartini berkata

    Assalamu ‘alaikum wrwb..
    Alhamdulillah pas bgt dengn matri mlam ini di t’lim muta’alim..
    Pak mau tanya ini pertnyaan dr santri,,
    “Teh gmna mnurut tteh ada cerita seorang sntri yg gk pernah ikut bljar krna kiai y mminta dia mnggemblkan kambing, cari rumput, dll. Tpi suatu saat dia dsuruh pulng, tpi sntri mnolk krna mrsa blum bljar, tpi kiai tsb blang pulng sj, nanti jg bisa, dan bnar kenytaan y stelh brda d tmpt sntri tsb mnjdi bisa n mnjdi orang bsar,” ap itu bsa d ktakn laduni pk?

    1. uyunurrohmah MPI semester4 berkata

      assalamualaikum wr.wb
      review perkuliahan : ilmu dapat didapatkan melalui dua sumber yaitu ilmu ladunni yaitu ilmu yg diberikan allah kepada manusia yang di kehendakinya dan ilmu muktasabah yaitu ilmu yang didapat dengan bersusah payah seperti belajat terlebih dulu