Inspirasi Tanpa Batas

Ilmu Laduni dalam Nalar al Ghazali dalam Sosok Intelektual Muslim Part-3

Ilmu Laduni dalam Nalar al Ghazali dalam Sosok Intelektual Muslim Part-3
0 1.522

Salah satu karya masyhur al Ghazali, tentu selain kitab-kitab yang lainnya adalah, kitab Al Risalat al laduniyah. Inilah bagian dari karya ulama besar abad di mana dunia Islam sedang mengalami kemunduran ini, sering disalahtafsirkan para pengikutnya atau bahkan oleh lawan politik dan ideologinya.

Dalam kitab ini, al Ghazali menjelaskan bahwa sumber atau cara mendapatkan ilmu pengetahuan, dapat dilakukan dalam dua bentuk kegiatan. Kedua bentuk  kegiatan dimaksud adalah: al ulum al muktasabah dan al ulum al ghaibi laduni. Banyak pihak menganggap bahwa kedua cara perolehan ini berbeda dan dapat dilakukan secara berbeda pula. Padahal kedua cara perolehan ini tidak dapat dipisahkan dan tidak mungkin dibedakan. Kedunya menyatu dan satu sama lainnya saling terikat.

Al Ulum al Muktasabah

Al ulum al muktasabah adalah cara memperoleh ilmu pengetahuan yang dilakukan dengan banyak membaca, banyak menulis dan banyak melakukan berbagai kajian dalam bentuk diskusi dan penelitian ilmiah terhadap sesuatu masalah yang dianggap ilmiah. Ilmu ini, akan diperoleh manusia dengan mengukur bagaimana seseorang akan sampai pada derajat atau tingkat tertentu untuk disebut sebagai seorang alim, dilihat dari ketulusan dan keseriusannya dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.

Karena itu, untuk kepentingan ilmu ini, cara perolehan manusia akannya, sangat tergantung kepada tingkat usaha yang dilakukan seseorang. Tinggi rendahnya capaian keilmuan seseorang, akan sangat tergantung kepada tinggi rendahnya usaha seseorang dalam pencarian dimaksud. Untuk memperkuat logika ini, al Ghazali mengutif hadits yang disandarkan kepada Rasulullah Muhammad SAW bersabda: ”…  menuntut ilmu adalah fardlu bagi setiap muslim.” Ia juga mengutif hadits lainnya yang menyatakan: “carilah ilmu walaupun harus sampai ke negeri china.”

Dengan nalar tadi, maka, sipapaun yang hendak atau sudah melakukan langkah yang sama dalam konteks pengembangan ilmu pengetahuan, sepanjang dia mengikuti nalar dan standar yang digunakan dalam kepentingan ini, maka, ia akan mendapatkan ilmu dimaksud. Lepas apakah dia mengikuti ajaran agama Nabi Muhmmad atau tidak, melaksanakan shalat atau tidak, puasa atau tidak, dan syarat-syarat keislaman dan kemukminan tertentu yang digariskan dalam Islam.

Al Ulum al Ghaibi Laduni

Al ulum al ghaibi laduni, adalah suatu ilmu yang dimiliki manusia atas kehendak Allah swt. Di letak ini, Allah telah menyimpan suatu ilmu pengetahuan yang dibutuhkan manusia dalam hati siapapun yang dikehendaki-Nya. Jenis manusia seperti ini, adalah mereka yang dipilih Tuhan. Mereka yang demikian, terjadi karena selain ia mengembangkan ilmu sebagaimana dijelaskan dalam Al ulum al muktasabah, juga ia selalu membersihkan hati dan pikirannya dalam segenap dosa dan perbuatan yang dilarang agama.

Untuk kepentingan ini, al Ghazali mengutif ayat al Qur’an yang menyatakan: ” … Maka barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh (memperbaiki akhlak) dan janganlah ia mempersekutukan apapun dalam beribadat kepada Tuhan (bersih dari segala kotoran hawa nafsu) … “. Lebih lanjut ia menyatakan bahwa: ” … Tujuan perbaikan akhlak ialah membersihkan qalbu dari kotoran hawa nafsu dan amarah hingga hati menjadi suci bersih bagaikan cermin yang dapat menerima Nur cahaya Tuhan … “

Inilah mereka yang akan mendapatkan ilmu laduni. Jadi, ilmu laduni tidak mungkin diperoleh seseorang, jika rumusan ilmu pertama tidak dilakukan. Mereka yang melakukan titah seperti langkah pertamapun tidak menjamin ilmu yang kedua diperoleh, jika dia tidak berusaha untuk membersihkan dirinya dalam semangat dan kepentingan berjumpa dengan Tuhannya. Jadi, ilmu laduni tidak mungkin hadir, jika langkah pertama tidak dapat dikerjakan … ** Prof. Cecep Sumarna

Komentar
Memuat...