Independensi: Syarat Utama Entrepreneur

0 5

Independensi: Syarat Utama Entrepreneur
Prof. Dr. H. Cecep Sumarna

Dunia adalah hasil kreasi Tuhan atas emanasi sipat-Nya yang Khalik. Dalam relasinya dengan manusia, dunia akan mengambil posisi sama sepertiProf. Dr. H Cecep Sumarna Tuhan. Ia memantulkan apapun seperti yang dipikirkan manusia. Tataplah dunia dalam segenap keyakinan yang menjanjikan kemudahan dan kebahagiaan hidup. Ia pasti memberi kebahagiaan dan kemudahan.

Nasihat itu diberikan kepada seseorang yang sengaja menemui saya dengan anaknya yang masih kecil. Ia bingung menjalani hidup. Gelar Magister yang dia punya, tidak mendorong dirinya memiliki kecakapan tertentu dalam menguasai dunia kerja. Berbagai lamaran sekalipun hanya untuk menjadi guru honor, selalu ditolak. Ia putus asa. Saya bertanya, mengapa tidak berbisnis? Untuk makan saja susah, kata dia, apalagi untuk berbisnis. Lha, bukankah dengan berbisnis justru anda akan memiliki kemampuan mengais rezeki dan karenanya memiliki kebebasan finansial? Modalnya dari mana? Dia balik bertanya. Berbisnis tidak selalu harus berangkat dari modal uang, jawab saya.

Kejujuran, keyakinan, Niat dan Memulai adalah modal usaha.  Perbesar impian anda tentang sesuatu, dan perkecil sekuat mungkin bayangan kerumitan yang anda hadapi tentang dunia. Insyaallah akan ada jalan. Anda, sama dengan saya. Memiliki latar belakang sebagai orang kampung. Perhatikan dengan seksama bahwa di kampung  itu tersedia berbagai macam buah-buhan dengan variasinya yang kompleks. Mulai dari buah pisang, manggis, kedongdong, salak, sawo, ubi jalar, singkong, kelapa, ketela dan melinjo.

Buah-buahan itu adalah komoditas yang layak ditransaksikan. Jangan bertanya uang untuk modal! Tugas anda hari ini adalah bermain di pasar-pasar, mencari lapak-lapak atau agensi-agensi tertentu dalam soal buah-buahan. Cari tahu berapa banyak kebutuhan harian mereka. Seberapa banyak juga mereka dapat memenuhi kebutuhannya dari orang lain. Tanyakan, bagaimana jika anda bermitra dengan mereka. Buat komitemen yang saling menguntungkan, jika anda bersepakat mengirim dan menerima barang-barang dimaksud.

Setelah itu, datanglah kepada para petani. Bilang sama mereka, buah-buahan tadi, akan dibeli anda. Minta waktu kepada mereka bahwa pembayarannya, ditunda beberapa hari setelah barangnya dibawa. Beri mereka selisih meski hanya sedikit karena penundaan pembayaran tadi. Cukup lama saya meyakinkan dia, bahwa usaha itu prospektif. Akhirnya, dia menerima saran dan melupakan berbagai lamaran kerja yang selalu ditolak itu. Minggu berganti, dia mulai usaha dengan menyewa mobil bak. Usaha itu terus berkembang. Akhirnya, ia mampu mengirim buah-buahan tadi dalam truck besar, paling tidak, dua sampai tiga kali dalam seminggu. Berhasil juga dia.

Ketika perhatian dia tercurah penuh sama dunia usaha, tanpa diduga, salah satu lamarannya ke Perguruan Tinggi Swasta, ternyata diterima. Saya katakan: “Jangan bimbang. Jangan berhenti berbisnis, meski dalam posisi sebagai dosen. Jadikan dosen itu sebagai tempat melakukan rekreasi intelektual. Anda akan mandiri dan jika itu benar-benar terjadi, maka, saya pastikan anda akan menjadi dosen pavorite di kalangan mahasiswa dan bahkan di hadapan dosen yang lain”.

Hari ini, saya diberitahu bahwa dia ternyata akan mengakhiri study S3 di Perguruan Tinggi ternama di Indonesia. Ia menyelesaiakn study dimaksud, tanpa sedikitpun berharap dapat bantuan beasiswa dari manapun. Menurut penuturannya, ia merasa memiliki kecukupan hidup dari hasil bisnisnya. Itulah dunia, hadir kepada mereka yang dadanya lapang menerima keadaan dan selalu kreatif memandang segalanya.   

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Komentar
Memuat...