Indikator Keterlaksananya Nilai-nilai Multikultural

0 301

Nilai-nilai Multikultural: Menurut Hanum dalam Raharja (2011: 115) nilai-nilai inti dari pendidikan multikultural berupa demokratis, humanisme, pluralisme. Adapun dalam pendidikan multikultural, proses nilai yang ditanamkan berupa cara hidup menghormati, tulus, toleran terhadap keragaman budaya yang hidup di tengah-tengah masyarakat yang plural. Kemudian masih dalam Farida Hanum & Setya Raharja (2011: 116) siswa nantinya juga diharapkan menjadi generasi yang menjunjung tinggi moralitas, kedisiplinan, kepedulian humanistik, dan kejujuran dalam berperilaku sehari-hari.

Muthoharoh (2011: 56-77) maka indikator keterlaksanaan nilai-nilai multikultural adalah sebagai berikut:

  1. Nilai Inklusif (Terbuka). Nilai ini memandang bahwa kebenaran yang dianut oleh suatu kelompok, dianut juga oleh kelompok lain. Nilai ini mengakui terhadap pluralisme dalam suatu komunitas atau kelompok sosial, menjanjikan dikedepankannya prinsip inklusifitas yang bermuara pada tumbuhnya kepekaan terhadap berbagai kemungkinan unik yang ada.
  2. Nilai Mendahulukan Dialog (Aktif). Dengan dialog, pemahaman yang berbeda tentang suatu hal yang dimiliki masing-masing kelompok yang berbeda dapat saling diperdalam tanpa merugikan masing-masing pihak. Hasil dari mendahulukan dialog adalah hubungan erat, sikap saling memahami, menghargai, percaya, dan tolong menolong.
  3. Nilai Kemanusiaan (Humanis). Kemanusiaan manusia pada dasarnya adalah pengakuan akan pluralitas, heterogenitas, dan keragaman manusia itu sendiri. Keragaman itu bisa berupa ideologi, agama, paradigma, suku bangsa, pola pikir, kebutuhan, tingkat ekonomi, dan sebagainya.
  4. Nilai Toleransi.Dalam hidup bermasyarakat, toleransi dipahami sebagai perwujudan mengakui dan menghormati hak-hak asasi manusia. Kebebasan berkeyakinan dalam arti tidak adanya paksaan dalam hal  agama, kebebasan berpikir atau berpendapat, kebebasan berkumpul, dan lain sebagainya.
  5. Nilai Tolong Menolong.Sebagai makhluk sosial, manusia tak bisa hidup sendirian meski segalanya ia miliki. Harta benda berlimpah sehingga setiap saat apa yang ia mau dengan mudah dapat terpenuhi, tetapi ia tidak bisa hidup sendirian tanpa bantuan orang lain dan kebahagiaan pun mungkin tak akan pernah ia rasakan.
  6. Nilai Keadilan (Demokratis). Keadilan merupakan sebuah istilah yang menyeluruh dalam segala bentuk, baik keadilan budaya, politik, maupun sosial. Keadilan sendiri merupakan bentuk bahwa setiap insan mendapatkan apa yang ia butuhkan, bukan apa yang ia inginkan.
  7. Nilai Persamaan dan Persaudaraan Sebangsa Maupun Antarbangsa.Dalam Islam, istilah persamaan dan persaudaraan itu dikenal dengan nama ukhuwah. Ada tiga jenis ukhuwah dalam kehidupan manusia, yaitu: Ukhuwah Islamiah (persaudaraan seagama), ukhuwah wathaniyyah (persaudaraan sebangsa), ukhuwah bashariyah (persaudaraan sesama manusia). Dari konsep ukhuwah itu, dapat disimpulkan bahwa setiap manusia baik yang berbeda suku, agama, bangsa, dan keyakinan adalah saudara. Karena antarmanusia adalah saudara, setiap manusia memiliki hak yang sama.
  8. Berbaik Sangka.Memandang seseorang atau kelompok lain dengan melihat pada sisi positifnya dan dengan paradigma itu maka tidak akan ada antar satu kelompok dengan kelompok lain akan saling menyalahkan. Sehingga kerukunan dan kedamaian pun akan tercipta.
  9. Cinta Tanah Air.Cinta tanah air dalam hal ini tidak bermakna sempit, bukan chauvanisme yang membangga-banggakan negerinya sendiri dan menghina orang lain, bukan pula memusuhi negara lain. Akan tetapi rasa kebangsaan yang lapang dan berperikemanusiaan yang mendorong untuk hidup rukun dan damai dengan bangsa-bangsa lain.

Jadi dalam pendidikan, nilai-nilai multikultural diantaranya yaitu nilai terbuka, nilai demokratis, nilai aktif, nilai toleransi, nilai tolong menolong, nilai persamaan, berbaik sangka serta nilai cinta tanah air. Nilai-nilai tersebut ditanamkan oleh guru kepada siswa dalam proses belajar mengajar, nilai-nilai tersebut diharapkan dapat  mempengaruhi sikap siswa untuk bisa menerima dan menghargai adanya suatu perbedaan.

Selanjutnya:

**Wardatul Badah, S.Pd.I

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.