Indonesia Darurat Narkoba, Tanggung Jawab Siapa ???

0 49

Angka penyalahgunaan narkoba di Indonesia memasuki angka yang mencengangkan, sampai-sampai Presiden Republik Indonesia menyatakan bahwa negara ini sedang dalam keadaan darurat narkoba. Indonesia Darurat Narkoba, Tanggung Jawab Siapa ???

Dari data di BNN yang dikatakan Kombes Slamet Pribadi, Kepala Bagian Humas Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia menyebutkan bahwa untuk saat ini, sejak kurun waktu 2014 lalu Jawa Barat menempati posisi keenam sebagai daerah rawan penyalahgunaan narkoba. “Angka penyalahgunaan narkotika di Jawa Barat sejak kurun waktu 2014 menempati peringkat keenam, pertama itu DKI,” Demikian diungkapkan Kombes Slamet saat gelar konferensi pers di Cirebon beberapa waktu lalu.

Untuk dominasi obat terlarang yang disalahgunakan, ia menerangkan bahwa di Indonesia jenis Shabu lah yang paling banyak digunakan para pecandu. Sedangkan untuk peringkat kedua, ganja menjadi barang haram yang diminati, disusul dengan ekstasi serta heroin bubuk.

Data terkait kelompok-kelompok yang paling banyak tertangkap mengkonsumsi barang haram tersebut, ia mengatakan bahwa kaum pekerja menjadi pengguna mayoritas di Indonesia, kemudian para remaja dan para pengangguran.

“Pengguna pertama adalah pekerja sebanyak 52%, diindikasikan karena banyak uang dan beban kerja yang berat, pemuda dan remaja sebanyak 27% lebih besar disebabkan oleh pergaulan yang salah, sisanya kemudian pengangguran,” Jelas dia lebih jauh.

Kejahatan penyalahgunaan narkoba tidak bisa dipisahkan dari oknum pengedar dan jariingan-jaringannya, wilayah Jawa barat yang mempunyai laut diindikasikan menjadi jalur peredaran yang harus diwaspadai. Pasalnya rekap data di BNN juga menyebutkan bahwa penyelundupan narkoba 80 melewati jalur lau, sedangkan 20 persennya melalui udara. Jadi sangat mungkin jika di wilayah Provinsi Jawa Barat terdapat jaringan-jaringan pengedar zat adiktif dan psikotropika tersebut.
“Penyelundupan 80 persen lewat laut, 20 persen udara, itu data internasional,” Kata dia.

Untuk meminimalisir angka penyalahgunaan narkoba di Indonesia, perlu ada sinergitas dari para pimpinan di tiap-tiap daerah serta penegak hukumnya. Partisipasi dari masyarakat juga sangat mendukung pemberantasan jaringan narkoba yang sedang dijalankan BNN RI.

Untuk penyuplai terbesar bagi Indonesia, China menjadi negara paling banyak menyalurkan barangnya ke bumi nusantara, lalu kemudian Iran juga ikut ambil bagian dari impor barang haram yang bisa merusak penerus bangsa tersebut.

Untuk itu, BNN berpesan kepada masyarakat untuk selalu waspada dan segera memberikan informasi jika melihat tindak tanduk yang mencurigakan dan mengarah kepada penyelundupan serta penyalahgunaan narkoba, ajakan BNN untuk mari sama-sama kita selamatkan masa depan penerus bangsa dari bahaya destruktif narkoba hendaknya dijadikan perhatian bagi masyarakat.***Asep Saeful Milah

Komentar
Memuat...