Ternyata Indonesia Sudah Memiliki 3 Reaktor Nuklir

0 318

Pasti diantara Anda semua, masih ada yang mengira jika Indonesia itu sama sekali belum pernah memiliki satu reaktor nuklir sendiri. Padahal sejak tahun 1965 Indonesia sudah mempunyai sebuah reaktor nuklir di Bandung.

Pengertian Reaktor Nuklir

Reaktor nuklir adalah tempat atau perangkat yang digunakan dalam membuat, mengatur, dan menjaga kesinambungan reaksi nuklir yang berantai demi laju yang tetap. Jauh berbeda dengan bom nuklir, yang reaksi berantainya hanya terjadi pada orde pecahan detik dan tak mudah dikontrol.

Reaktor nuklir digunakan dalam banyak tujuan. Saat ini, reaktor sumber nuklir paling banyak digunakan sebagai sumber pembangkit listrik. Reaktor penelitian digunakan juga untuk pembuatan radioisotop (isotop radioaktif) dan juga untuk penelitian. Awalnya, reaktor nuklir ini pertama kali digunakan untuk memproduksi plutonium sebagai bahan utama senjata nuklir.

Saat ini, seluruh reaktor nuklir komersial berbasis dengan reaksi fisi nuklir, dan sering dipertimbangkan dengan masalah risiko keselamatannya. Sebaliknya, ada beberapa kalangan yang menyatakan bahwa pembangkit listrik tenaga nuklir merupakan cara yang paling aman dan bebas polusi untuk membangkitkan tenaga listrik. Daya fusi adalah teknologi ekperimental yang berbasis pada reaksi fusi nuklir. (wikipedia)

Sejarah Nuklir Indonesia

Indonesia sebenarnya telah merencanakan pembangunan reaktor nuklir ini di era presiden Soekarno sekitar tahun 1958, Saat itu presiden Soekarno sudah membentuk panitia negara untuk penyelidikan Radioaktivitet tahun 1954. Panitia Negara tersebut mempunyai tugas untuk melakukan penyelidikan terhadap kemungkinan adanya jatuhan radioaktif dari uji coba senjata nuklir di lautan Pasifik ini. Bahkan jika presiden Soekarno tidak lengser waktu itu, mungkin saja sekarang Indonesia sudah memiliki teknologi bom nuklir.

“Untuk Menjadi Bangsa Besar, Indonesia Kedepan Harus Menguasai Nuklir dan Antariksa” (Soekarno, 1958)

Letak Reaktor Nuklir Indonesia

Reaktor Triga Bandung

Reaktor Triga Bandung
Reaktor Triga Bandung

Reaktor Triga Bandung adalah Reaktor pertama di Indonesia yang diresmikan pada bulan Desember tahun 1965. Reaktor ini telah mengalami beberapa kali proses peningkatan kapasitas daya reaktor yaitu pada tahun 1981 ditingkatkan dari 250 kW menjadi 1000 kW, dan terakhir pada tahun 1996 menjadi 2000 kW.

Sejak dioperasikan, Reaktor Triga Bandung sudah dimanfaatkan untuk meneliti dan mengembangkan penguasaan teknologi isotop pada radiosotop. Radiosotof ini adalah unsur radioaktif yang dapat digunakan pada bidang medis untuk pemeriksaan anatomi dan morfologi organ tubuh.

Reaktor Kartini Yogyakarta

Reaktor Kartini Yogyakarta
Reaktor Kartini Yogyakarta

Reaktor Nuklir Kartini adalah sebuah reaktor nuklir kecil yang hanya berkapasitas 250 kW yang berlokasi di Depok, Sleman, Yogyakarta. Reaktor ini adalah reaktor kedua milik indonesia setelah reaktor di Bandung. Reaktor jenis Triga Mark II ini diresmikan tahun 1979 dan sampai saat ini statusnya masih beroperasi.

Reaktor Nuklir Serpong

Reaktor Nuklir Serpong
Reaktor Nuklir Serpong

Salah satu fasilitas nuklir Batan yang dibangun guna melaksanakan kegiatan dari Litbangyasa iptek nuklir adalah Kawasan Reaktor Nuklir Serpong. Kawasan Reaktor Nuklir Serpong merupakan kawasan pusat Litbangyasa iptek nuklir yang dibangun dengan tujuan untuk mendukung usaha pengembangan industri nuklir dan persiapan pembangunan serta pengoperasian PLTN Indonesia. Pembangunan instalasi dan laboratorium Kawasan Nuklir Serpong dilaksanakan melalui 3 fase yang dimulai sejak tahun 1983 dan selesai secara keseluruhan pada tahun 1992. Luas kawasan mencapai sekitar 25 hektar dan terletak di kawasan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek), Serpong.

Di kawasan tersebut, terdapat Pusat Pusat Teknologi dan Keselamatan Reaktor Nuklir (PTKRN), Pusat Reaktor Serba Guna (PRSG), Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir (PRFN), Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR), Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBBN), Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR), Pusat Sains dan Teknologi Bahan Maju (PSTBM), Pusat Standarisasi dan Mutu Nuklir (PSMN), dan Pusat Pendayagunaan Informatika dan Kawasan Strategis Nuklir (PPIKSN).

Fasilitas utama yang ada di kawasan ini adalah Reaktor Serba Guna GA. Siwabessy (RSG-GAS) dengan daya 30 MW, Instalasi Produksi Elemen Bakar Reaktor Riset, Instalasi Radioisotop dan Radiofarmaka, Instalasi Elemen Bakar Eksperimental, Instalasi Radiometalurgi, Instalasi Keselamatan dan Keteknikan Reaktor, Instalasi Pengolahan Limbah Radioaktif, Instalasi Mekano Elektronik Nuklir, Fasilitas Penembangan Informatika, Instalasi Spektrometri Neutron serta Instalasi Penyimpanan Elemen Bakar Bekas dan Bahan Terkontaminasi. (dhirga)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.