Inspirasi Tanpa Batas

Susilo Bambang Yudhoyono : “Indonesia Menangis”

0 1

Konten Sponsor

Indonesia Menangis. Itulah ungkapan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden Republik Indonesia yang ke 6. Ia menyatakan bahwa Indonesia akan menangis, jika hanya diisi kaum pengecut dan tidak ksatria. Generasi yang akan datang tidak akan unggul karena dirusak para pembohong.

Jika asumsi SBY ini benar, maka, memang alangkah sialnya nasib bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia, benar-benar belum pernah belajar tentang hakikat perjuangan kebangsaan. Kita tidak menjadi terlatih untuk menempatkan para pendahulu, tentu termasuk SBY sebagai konstributor kebangsaan.

Pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat, dalam pidato politik saat acara Dies Natalis ke-15 Partai Demokrta itu, yang dia sampaikan di Jakarta Convension Center, Jakarta itu, menunjukkan sikap kritis sekaligus tegas. Sikap SBY yang biasanya lembut, tampak tadi tadi malam menunjukkan rasa kesalnya karena banyak isu menerpa dirinya. Hal ini, semakin terlihat sikap emosionalnya itu, khususnya terkait dengan adanya gelombang demontrasi ratusan mahasiswa ke rumahnya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin silam.

Dalam pidato politiknya itu, SBY mengatakan: “Sulit dimengerti jika pihak-pihak yang berkuasa tidak mengetahui kejadian itu. Saya, pinta SBY di hadapan kader-kadar partai demokrat, pesimis kasus demo diusut dan dituntaskan penegak hukum”.

SBY mensinyalir, bahwa demontran sebelum berdemo di depan rumahnya, sudah ada pertemuan di perkemahan Cibubur. Dalam pertemuan itu disebutkan bahwa ada pihak-pihak tertentu yang mencekoki mahasiswa dengan melempar isu bahwa SBY adalah perusak negara. Dengan asumsi seperti itu, mereka beranggapan bahwa dirinya harus ditangkap.

SBY berharap kepada kader Partai Demokrat untuk tidak jadi pengecut. Jangan menjadi kader yang hanya mampu menyebarkan fitnah dan “main belakang.”

Jika sekelas SBY saja –yang masih dijaga tantara karena dia mantan presiden– pesimis atas tegaknya hukum di Indonesia, bagaimana manusia atau rakyat biasa lain. Penulis kira ini suatu sikap yang menghentak jagad politik yang semakin hari semakin panas.

Masalahnya, sesungguhnya ada di mana semua persoalan bangsa ini terletak? Dan siapa sesungguhnya yang memainkan semua peran ini? Haruskah bangsa ini bertanya kepada rumput yang selalu bergoyang …?

***Team Lyceum.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar