Indra Lesmana dan Fenomena Musik Jazz Indonesia

0 122

Indra Lesmana. Itulah nama pemusik Jazz yang paling familier di telinga penulis. Sosok ini, lahir 28 Maret 1961 di Jakarta. Kini usianya, sudahAi?? setengah abad lebih, meski wajahnya, tidak tampak banyak mengalami perubahan. Ia tetap kalem dan cenderung bersahaja. Kehidupan keluarganya juga tidak banyak diliput media; baik Pro maupun kontra.

Tipikalnya yang bersahaja, ternyata tidak dalam sepak terjangnya di dunia seni. Ternyata, ia tetap melanglang buana ke berbagai Manca Negara. Tidak salah karenanya, jika disebut bahwa dia termasuk tokoh musik yang tidak kontroversial, tentu jika dibandingkan dengan artis beken lainnya di Indonesia.

Saya secara pribadi, tidak pernah bertemu dan tentu apalagi tidak mengenalnya dalam dunia nyata. Jika saya saja tidak mengenalnya, maka, bagaimana mungkin dia mengenal saya?Ai?? Tetapi, saya memahami kondisi psikologi saya sendiri atas seluruh irama musik yang dia nyanyikan. Syair dan irama musik yang dia sajikan, entahlah, sejak remaja selalu memukau diri saya.

Saya mulai mengenal sosok ini, ketika dia menikah dengan Sophi Latjuba [1992] yang waktu itu dikenal kontroversial. Dalam benakku yang masih remaja saat itu, menganggap bahwa Indra Lesmana, seharusnya menikah dengan Titi Dj. Perkiraan itu, ternyata salah! Padahal dalam banyak berita saat itu, pacar Indra adalah teman dirinya dalam gorup musik yang dia kembangkan, yakni Titi Dj.

Perkenalan imaginer lain anatar saya dengan Indra lesmana, tentu melalui karyanya yang menurut saya fenomenal. Sebut misalnya, ketika saya masih sekolah di tingkat SLTA di akhir tahun 1980-an.Ai?? Syair-syair yang dia nyanyikan bukan saja memukau, tetapi kadang menyentuh nurani terdalam seorang remaja. Bentuk rambut dan kaos yang dia gunakan saat menyanyi, menginspirasi masa remaja saya, yang tergila-gila dengan warna biru dongker. Karena itu, ketika saya harus membeli jenis dan warna pakaian, upaya semaksimal mungkin untuk meniru gaya yang dia gunakan, menjadi sulit terhapuskan. Sampai saat ini, lagu-lagunya masih menyentuh dan membawa kita ke alam antah berantah.

Saya merasa harus tetap menyimpan file-file lagu yang pernah dia nyanyikan.Ai?? Secara pribadi, sejujurnya saya menganggap dia sebagai musisi langka. Dalam banyak hal, dia masuk dalam kategori musisi terpelajar atau musisi Indonesia yang terdidik.

Guru Musik Jazz Indra Lesmana

Diketahui kalau ternyata, Indra Lesmana pernah “belajar” kepada Don Burrows, Roger Frampton dan Paul Mc Namara. Pergumulannya dengan tokoh-tokoh Jazz Australia itu, dia lakukan saat belajar di Australia. Melalui mereka juga, Indra Lesmana mulai dikenal sebagai sosok yang mengembangkan musik Jazz kenamaan, termasuk di Australia.

Diusebut dalam Wikipedia Indonesia bahwa dia beken melalui the Basement and Soup Plus. Belum lagi, keterlibatan Indra Lesmana dalam Manly Jazz Festival yang diselenggarakan di Australia setiap tahun. Kegiatan itu, dilakukan Indra sampai tahun 1985. Melalui keterlibatannya dalam festival dimaksud, secara perlahan dia dikenal dunia.

Kemampuan musik Jazz Indra Lesmana semakin terasah pada kelas dunia, setelah dia bertemu dengan musisi Jazz tingkat dunia. Sebut misalnya, Chick Corea, Dizzy Gillespie, Mark Murphy, David Baker, dan Terumasa Hino. Ini pula, mungkin yang membuat syair dan irama musik Jazz yang dia mainkan terasa berbeda dengan musisi lainnya.

Jack and Indra Lesmana Quartet bersama Karim Suweileh dan James Morrison, berhasil merilis album berjudul ai???Children of Fantasyai??? di tahun 1981. Inilah group Jazz yang didirkan ayahnya dan melakukan beberapa konser di Indonesia. Sepulang dari Indonesia, di Australia, Indra membentuk band baru beraliran Latin-Jazz-Fusion bersama Jack Lesmana, Steve Brien, Dale Barlow, Tony Thijssen and Harry Rivers. Band ini mengunjungi Indonesia bulan Agustus 1982 dan melakukan tur di 13 kota Nusantara.

Indra Lesmana dan Band Jazz

Group Band kembali dia dirikan dengan gaya Jazz-Fusion. Ai??Band ini dia dirikan bersama Steve Hunter, Andy Evans, Ken James, Vince Genova, dan Carlinhos Gonzalves. Pada tahun 1982, Indra juga membentuk “Nebula”. Album pertama mereka bertajuk “No Standing” terdapat 4 karya original Indra ( No Standing, The First, Sleeping Beauty, ai???Tis time to part ). Dia juga menyanyikan lagu ciptaan Steve Hunter, Samba for ET. Tahun 1983, Indra bergabung dengan Sandy Evans, Tony Buck dan Steve Elphick membentuk band beraliran jazz modern “Women and Children First“.

Kehebatan Indra Lesmana akhirnya tercium industri jazz Amerika, bernama Ai??Zebra Records. Salah satu perusahaan rekaman ternama Amerika Serikat yang merupakan cabang dari MCA Records. Mereka menyatakan keinginannya untuk merilis album “No Standing” sebagai album solo Indra Lesmana. Kesepakatan tercapai tahun 1984 dan album tersebut dirilis di Amerika Serikat. Indra pindah ke Amerika Serikat tahun 1985.

Di Amerika Serikat ia membuat rekaman di Mad Hatter Studio dengan Vinnie Colaiuta, Michael Landau, Jimmy Haslip, Airto Moreira, Charlie Hadden, Bobby Shew, dan Tooty Heath untuk albumnya yang bertajuk “For Earth and Heaven”. Album tersebut di rilis tahun 1986 dan menjadi album internasionalnya yang kedua bersama Zebra Records. Kedua singlenya, “No Standing” (dari album “No Standing) dan dan “Stephanie” (dari album For Earth and Heaven) berhasil menduduki Billboard Charts untuk Jazz dan nomor satu di charts radio di Amerika Serikat.

Indra Lesma dan Musik Jazz Indonesia

Gilang Ramadhan, adalah mitra utama Indra Lesmana di Indonesia. Dia bersama Gilang Ramadlan beberapa kali membuat kelompok musik dan merealisi album bersama. Keduanya pernah tergabung dalam PIG (bersama Pra Budi Dharma), Java Jazz (bersama Mates, Donny Suhendra dan Embong Rahardjo).

Indra akhirnya menjadi ikon jazz Indonesia dan menjadi musisi paling aktif dengan lebih dari 200 komposisi original, dan hampir 50 album, dengan 18 album solonya. Keterkenalannya dalam dunia Jazz,Ai?? Indra dipercaya untuk memproduseri beberapa album Jazz dari artis kenamaan Indonesia. Sebut misalnya, Artis bernama Titi DJ (album Ekspresi), Sophia Latjuba (album Hanya Untukmu, Tiada Kata), Ermy Kulit (album Saat yang Terindah), adalah artis Jazz yang didesain oleh Indra.

Usia yang terus merayap, karya Indra Lesma terus berlanjut. Sebut misalnya, di tahun 2008, Indra Lesmana diundang untuk tampil di acara Asia-Pacific Weeks kota Berlin, Jerman. Tampil bersama dua sahabat lamanya, Gilang Ramadhan dan Pra Budidharma. Mereka berhasil memukau para penonton di House of World Culture, Berlin. Di tahun 2011, album Love Life Wisdom album karya bersama Indra Lesmana, Barry Likumahuwa, dan Sandy Winarta, masuk peringkat ke-18 sebagai Most Downloaded Albums di iTunes.

Desember 2011, mereka juga tampil di Blue Note Tokyo. Sebuah klub jazz prestisius di Tokyo, Jepang. Mereka menjadi perwakilan Indonesia pertama yang tampil di klub jazz kelas satu tersebut. Mereka dibantu penyanyi Jazz lainnya yakni Dira Sugandi dan rapper Kyriz.

Dikutif dari Wikipedia, Mei 2012, Everette Harp, saksofonis asal Los Angeles, Amerika Serikat, dan Indra Lesmana Quartet, yang terdiri dari Indra Lesmana, Barry Likumahuwa, Sandy Winarta, dan Denny TR, melakukan tur Asia ke tiga negara: Malaysia, Indonesia, dan Jepang. Di Malaysia, mereka tampil di Kuala Lumpur International Jazz Festival. Di Indonesia, dua malam penampilan mereka di Red White Jazz Lounge, di Kemang, Jakarta Selatan dipenuhi penonton. Sedangkan di Jepang, empat penampilan mereka dalam dua hari di Blue Note Tokyo juga meraih simpati besar dari para penonton lokal. Cecep Sumarna sebagian sumber dari Wikipedia Indonesia

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.