Inspirasi Tanpa Batas

Ini Jawaban Untuk Pertanyaan “Pentingnya Nilai IPK Untuk Kerja”

0 442

Ini Jawaban Untuk Pertanyaan “Pentingnya Nilai IPK Untuk Kerja” – Saat kuliah dulu, kamu mungkin berlomba-lomba sama temen-temen kampus buat mengejar IPK tinggi. Berbagai upaya telah dilakuin, mulai dari belajar mati-matian, dengan Sistem Kebut Semalam alias SKS atau mengambil ‘jalan pintas’ saat ujian. Yang pasti, gimana caranya supaya nilai tidak “jeblok” dan kamu bisa lulus tepat waktu.

Namun, terkadang ada juga yang bertanya, memangnya seberapa penting sih IPK buat masa depan kita? Setelah lulus, apakah IPK benar-benar menentukan sukses nggaknya kita dalam pekerjaan?

Pentingnya mencantumkan IPK dalam CV

Kalau kamu belum lama mengantongi gelar sarjana, berarti kamu masih dalam fase-fase awal cari kerja. Nah, berhubung sebagian besar fresh graduate belum punya pengalaman kerja yang bisa dipamerin di CV, maka otomatis Si IPK jadi punya peran penting, Gan. So, buat kamu yang masih fresh from the oven, jangan lupa mencantumkan IPK di CV!

Meski begitu, jaman sekarang HRD gak mau gampang ketipu sama IPK, Gan. Sooo, walaupun IPK kamu adalah yang pertama dilihat, tapi ada faktor lain juga yang dipertimbangin HRD waktu baca CV yang kamu buat, yakni kegiatan organisasi dan prestasi. Walaupun IPK gak tinggi-tinggi amat, tapi bisa ketolong kalau kamu aktif di BEM, banyak ikut kompetisi, dan sebagainya.

Kalau CV tersebut lolos, maka selanjutnya kamu bakal mempertanggung jawabkan isinya saat sesi wawancara. Kalau kamu baca kisi-kisi wawancara perusahaan-perusahaan di sini, kamu dapat lihat kalau biasanya perusahaan akan menanyakan keaktifan di organisasi. Bahkan kadang skripsi atau tugas akhir pun ikut ditanya. Jadi, ternyata bukan IPK aja yang penting.

Kalau gitu, apa artinya IPK rendah bukan masalah?

Sebagian perusahaan memang menilai calon karyawan secara menyeluruh, di mana IPK bukanlah standar mutlak. Tapi, buat memudahkan proses penyaringan kandidat, banyak juga perusahaan (khususnya perusahaan besar dengan jumlah pelamarnya ribuan) yang bikin kriteria baku. Jadi kalau syaratnya IPK minimal 3,00, gak akan ada toleransi buat yang IPK-nya di bawah itu.

Tapi kalau IPK memang terbilang rendah, kamu bisa tutupi dengan perkuat keahlian lewat kursus, jadi volunteer dalam kegiatan sosial, mengajar, atau kerja magang. Jadi selama perusahaan gak kasih aturan baku, bisa lebih percaya diri buat melamar. Perusahaan pun otomatis akan lebih memperhitungkan kok.

Sampai Kapan IPK Diperlukan?

Setelah pekerjaan pertama, IPK kamu gak terlalu dilihat lagi. Kali ini perhatian HRD lebih tertuju ke pengalaman kerja. Yakni pencapaian dan prestasi di perusahaan sebelumnya. Makanya usahakan kasih performa terbaik deh di pekerjaan pertama, karena itulah yang jadi nilai jual selanjutnya.

Jika sudah terlanjur lulus dengan modal IPK dan pengalaman organisasi seadanya, menyesal tentu gak ada gunanya, Gan. Gak ada juga mesin waktu yang bisa memutar balik waktu ke masa-masa kuliah dulu supaya kamu bisa memperbaiki kesalahan. So, satu-satunya yang bisa kamu lakuin adalah memaksimalkan kesempatan yang ada sekarang, demi masa depan yang cerah

Komentar
Memuat...