Take a fresh look at your lifestyle.

Cara Penanganan Kegawatdaruratan Oleh Perawat dan Kamu Yang Bukan Perawat Dalam Kehidupan Sehari-hari

0 167

Seorang perawat sebagai bagian dari tenaga keseatan memiliki banyak peran. Salah satu peran perawat diantaranya ialah menjadi penolong dalam berbagai keadaan. Perawat dalam profesi menjunjung tinggi nilai caring, yang artinya perawat harus peduli pada kondisi klien. Perawat harus menjadi seseorang yang tanggap dalam mengatasi masalaha kesehatan klien, termasuk dalam kondisi gawat darurat. Kegawatdaruratan sendiri diartikan sebagai kondisi gawat darurat yang membutuhkan penanganan segera.

Dalam kehidupan sehari – hari, seringkali kita temui kasus kecelakaan lalu lintas, pingsan, patah tulang,luka bakar dan berbagai kondisi lainnya yang memerlukan penanganan secepatnya. Disitulah perawat berperan mengatasi hal yang terjadi pada korban. Penanganan kegawatdaruratan terdiri dari beberapa skema yaitu prehospital, ambulance, dan hospital.

Penanganan Pertamakali Dalam Kondisi Kegawatdaruratan Sehari-hari

Penanganan yang diberikan pertamakali sebelum dirujuk ke pelayanan kesehatan disebut prehospital. Saat menemukan kondisi gawat darurat, yang pertamakali dilakukan adalah pengkjian. Pada tahap ini dilakukan pengkajian pada korban. Pengkajian tersebut antara lain pengkajian situasi tempat kejadian. Hal lain yang perlu dikaji ialah kondisi korban, meliputi jalan nafas, pernapasan, dan sirkulasi darah. Selanjutnya penolong melaporkan kejadian atau memanggil bantuan agar korban mendapatkan penanganan segera. Tindakan prehospital ini dapat juga dilakukan oleh tenaga kesehatan selain perawat ataupun orang awam yang memiliki kemampuan memberi pertolongan pertama.

Pada tahapan pertolongan ambulance dan hospital, perawat bersama tenaga kesehatan lainnya melakukan penanganan pada klien. Pengkajian menjadi modal utama yang dibutuhkan perawat dalam kegawatdaruratan. Perawat dituntut pandai melakukan pengkajian agar dapat menlai situasi gawat darurat dengan baik. Dari pengkajian itulah perawat dapat menentukan proritas masalah kesehatan yang perlu diselesaikan dengan segera. Penyelesaian masalah yang tepatakan didapatkan bila perawat mampu berpikir kritis dan memiliki dasar pengetahuan yang kuat.

Perawat dalam kegawatdaruratan juga harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik, karena mungkin saat itu keluarga sedang mengalami kedukaan dan krisis akibat kondisi korban sehingga perawat perlu mendengarkan dan menyamankan mereka. Selain berkomunikasi dengan keluarga korban, perawat juga perlu melakukan komunikasi dengan efektif kepada tenaga kesehatan lain guna mengusahakan keselamatan korban dan memberi pelayanan terbaik yang dapat dilakukan.

Apakah Hanya Perawat yang Bisa Menangani Kegawatdaruratan dalam Kehidupan Sehari-Hari?

Apakah Hanya Perawat yang Bisa Menangani Kegawatdaruratan dalam Kehidupan Sehari-Hari? Penanganan Pertamakali Dalam Kondisi Kegawatdaruratan Sehari-hari, Cara Penanganan Kegawatdaruratan Oleh Perawat dan Kamu Yang Bukan Perawat Dalam Kehidupan Sehari-hari, seminar Cara Penanganan Kegawatdaruratan

Jika kita lihat dari ulasan di atas tentu mereka yang bukan basic perawat pun harus bisa melakukan tindakan Kegawatdaruratan dalam Kehidupan Sehari-Hari. Lalu, bagaimna caranya? untuk lebih tau jawabannya sobat lyceum bisa ikut dalam seminar Kesehatan Nasional “FIRST AID “Penanganan Kasus Kegawatdaruratan Dalam Kehidupan Sehari – Hari” yang akan di selengarakan oleh AKPER YPIB Majalengka dan Pesatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Majalengka pada tanggal 17 Maret 2018.

Untuk info lebih jelasnya bisa dilihat di website akperypib.co.id atau datang ke sekretariat panitia Jalan Gerakan Koperasi No.003 Majalengka. untuk informasi Pendaftaran bisa melalui Email [email protected]   Telepon (0233) 284098 Atau CP (085-221-805-889) : Sri Wahyuni, S.Kep., Ners., M.H.Kes.  Acara ini bukan hanya untuk mereka perawat saja, tapi terbuka untuk umum. *** Ali Alamsyah

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar