Inspirasi Tanpa Batas

Inilah 6 Manfaat Dzikir Bagi Manusia

0 2.197

Inilah Manfaat Dzikir Bagi Manusia: Dzikir adalah hubungan cinta kasih hamba yang mencintai khaliknya serta khalik yang mencintai hamba-Nya yang senantiasa tidak dapat dipisahkan dalam kehidupannya. Komunikasi antara Tuhan dan manusia dibangun atas jalan kesadaran manusia akan kehadiran Tuhan dalam jiwanya, kalau sesama manusia yang berjarak jauh saja bisa berkomunikasi langsung melalui media yang diupayakan, maka tidaklah mustahil manusia untuk berkomunikasi dengan Tuhannya. Intensitas kontak antara manusia dengan Tuhan sangat dipengaruhi dan ditentukan oleh seberapa kedekatan seorang kepada Tuhannya, kecintaan hamba yang melebihi yang lainnya, dan keyakinannya yang penuh bahwa harapannya akan terkabulkan dan Allah akan selalu akan ingat kepadanya. Jika komunikasi tersebut telah terbangun, maka manusia akan terjaga dari hal-hal yang berupaya memisahkan dan menjauhkan hubungannya dengan Tuhannya.

Betapa urgennya dzikir terhadap diri manusia itu sendiri untuk mengingat Tuhannya. Hal ini seperti ditegaskan dalam QS. Ad-dzariyat: 55:

فذكّر فإنّ الذكرى تنفع المؤمنين

Dan ingatkanlah, karena sesungguhnya ingat kepada Allah itu akan menguntungkan bagi orang yang beriman.

Adapun manfaat dzikir antara lain:

  1. Akan senantiasa memperoleh perhatian dari Allah.

فاذكرونى أذكركم واشكروالى ولا تكفرون

Maka ingatlah Aku, niscaya Aku akan ingat kepada kalian.Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kalian kufur kepada-Ku. (QS. Al-Baqarah: 152)

  1. Untuk mendapatkan ampunan dan pahala dari Allah.

والذّاكرين الله كثيرا و الذّاكرات أعدّ الله لهم مغفرة وأجرا عظيما.

Pria yang banyak berdzikir kepada Allah dan wanita yang banyak berdzikir kepada Allah,Allah akan menyediakan ampunan dan pahala yang besar untuk mereka. (QS. Al-Ahzab; 35)

  1. Menghindarkan diri dari kealpaan dan kelalaian .

وَاذْكُرْ رَبَّكَ إِذَا نَسِيتَ وَقُلْ عَسَى أَنْ يَهْدِيَنِ رَبِّي لِأَقْرَبَ مِنْ هَذَا رَشَدًا.

Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah: “Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini”.  (Al-Kahfi:24)

وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ

Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. (Al-A’raf: 205)

Perintah berdzikir pada ayat ini diarahkan kepada para pendengar al-Qur’an, di mana ia diperintahkan untuk memikirkan dan merenungkan dalam dirinya apa yang ia dengar dari al-Qur’an.

  1. Senantaiasa mensyukuri nikmat dan menghindari kekufuran atas pemberian Tuhan.

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (ni`mat) -Ku. (Al-Baqarah: 152)

At-Thabari memberi penjelasan perbedaan antara dzikir Allah dan dzikir manusia, dzikir manusia yang diperintahkan oleh Allah dilakukan dengan ketaatan, baik dengan melaksanakan apa-apa yang telah diperintahkan-Nya, maupun menjauhi apa-apa yang teleh dilarangnya. Sementara dzikir Allah kepada hamba-Nya adalah dengan rahmah dan maghfirah-Nya,sehingga seolah-olah Allah memerintahkan untuk berdzikir kepada-Nya dengan ketaatan kepada-Nya,Ia akan berdzikir kepada hamba-Nya dengan rahmah dan maghfirah-Nya. Dia akan mengingat kepada siapa yang mengingat-Nya, ia akan menambah pemberian-Nya kepada orang yang mensyukuri-Nya dan akan mengadzab kepada orang yang mengkufuri-Nya.

  1. Menjadikan hati tenang.

الَّذِينَ ءَامَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ.

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (Ar-ra’d: 28)

  1. Menjauhkan diri dari segala tipu daya setan.

إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ

Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang. (Al-Maidah:91)

Oleh Ahmad Munir

Bahan Bacaan

Prof. Dr. Muhammad Usman  Najati, Al-Qur’an dan Psikologi, Jakarta: Aras Pustaka, 2001

Imam Al-Ghazali, Teosofia Al-Qur’an, Surabaya: Risalah Gusti, 1995.

Ar-Raghib Al-Asfahani, Mu’jam Mufradat Alfad Al-Qur’an, Beirut: Dar al-Fikr, tt.

Al-Bahi al-Kulli, Adam as., Falsafah Taqwim al-Insan wa Khilafatihi, Kairo: Maktabah Wahbah, 1974, Cet. 3.

Al-Syaikh Abi Ali Al-Fadhal Ibn Al-Hasan Al-Thabarsyi, Majma’al-Bayan Fi Tafsir Al-Qur’an, J. 5,  dar al-Ma’rifah, 1986.

Al-Allamah Sayyid Muhammad Husain Al-Thaba’thaba’i, Al-Mizan Fi Tafsir Al-Qur’an,Beirut:, Muassasah al-A’lamy, Cet.II,1974, J.13.

Sa’id Hawwa, Tarbiyatuna Ar-Ruhiyyah, Kairo: Maktabah Wahbah, 1979.

Syamsuddin Abi Abdullah Muhammad bin Qayyim al-Jauziyyah, Al-wabl al-shayyib Wa Rafi’ al-Kalim al-Thayyib, Damaskus: Maktabah dar al-Bayan, tt.

Manna’Khalil al-Qath-than, Mabahits Fi ‘Ulum al-Qur’an, Mansyurat al-Ashr al-Hadits,Cet.III, 1973.

Dr.Rifyal Ka’bah, Dzikir dan Do’a dalam al-Qur’an, Jakarta: Paramadina, 1999.

Al-Imam Abi Al-Qasim jar Allah Mahmud bin Umar bin Muhammad Az-Zamakhsyari, Tafsir Al-Kasy-syaf, J.I, Beirut: Dar al-Kutub,,Cet.I, 1995.

Muhammad Rasyid Ridha,  Al-tafsir Al-Qur’an Al-Hakim, Beirut: dar al-Fikr, tt,.

Abu Ja’far Muhammad Ibnu Jarir At-Thabari, Jami’ al-Bayan Min Ta’wili Ayi al-Qur’an, Beirut: Dar al-Fikr, Juz. 2, tt.

Muhammad Ali Al-Shabuni, Shafwah al-Tafasir, J.2, Beirut: Dar al-Fikr, tt.

Komentar
Memuat...