Take a fresh look at your lifestyle.

Inilah Sosok Kyai yang Sesungguhnya

0 14

Konten Sponsor

Inilah sosok kyai yang mulai langka di dunia. Karena itu layak dinisbatkan kepadanya sebagai Kyai yang Sesungguhnya. Kayai itu namanya sederhana, sesederhana tindakan dan perilaku kesehariannya. Ia dianugerahi Allah suatu tipikal khusus yang jarang dimiliki orang lain, termasuk jika dibandingkan dengan teman-teman seangkatannya sewaktu dia mondok. Ia tidak terusik untuk mengikuti kegiatan organisasi kemasyarakatan seperti masuk ke NU, Muhamadiyah atau Persis. Apalagi jika harus terbawa dalam arus dukungan politik, baik terhadap Partai Politik –termasuk Partai Politik yang berbasis massa Muslim– maupun terhadap peribadi-peribadi tertentu yang masuk dan membutuhkan dukungan politik baik pada tingkat lokal, regional maupun nasional dari sosok seperti dirinya. Ia tetap pelit memberikan respon dengan alasan bahwa dia hanya mewakili dirinya sendiri, tidak mewakili santri apalagi masyarakat luas. Karena itu, ia merasa tidak pantas untuk memberi bantuan dan dukungan politik, karena dia hanya memiliki satu suara, yakni dirinya sendiri.

Sikap tegas semacam ini, ia tunjukkan juga saat suatu hari, ditawari menjadi pengurus Ranting NU di Kecamatan di mana dia tinggal. Ia menolaknya dengan halus. Padahal yang memintanya untuk menjadi pengurus NU itu adalah seniornya sewaktu mereka mesantren. Kepada seniornya itu, ia mengatakan: “Biarlah saya tetap ngurus anak-anak ngaji. Biar akang saja yang menjadi pengurus NU. Kalau saya mengikuti atau menjadi pengurus NU, khawatir waktu saya tersita untuk mengurusi organisasi. Kita semua tahu, hari ini kesulitan mendapatkan santri. Nanti pesantren malah bisa kosong karena kyai-nya jarang ngwuruk ngaji. Diurus dengan serius dan fokus saja, sangat sulit mendapatkan santri.

Lagi pula kata dia, Pesantren itu kan milik semua umat. Umat Islam Indonesia sebagaimana dapat diketahui bersama kondisinya sangat variatif, mulai dari NU, Muhamdiyah, Persis dan PUI. Andaikan saya masuk menjadi pengurus NU. bagaimana kesan yang akan muncul dari orang tua santri yang kebetulan tidak memiliki pikiran yang sama seperti kita. Saya ingin tetap ajeng menjadi orang yang terus menerus menularkan ilmu saja kepada santri-santri yang tetap ngaji di pondok saya, terlepas dari latar belakang mereka itu apa.

Mungkin karena sikap tegasnya yang demikian, sebagiannya telah menyebabkan pesantren ini, tetap bertahan sampai saat ini. Pesantren yang didirikan sejak tahun 1984, di Kampung Nagrak, Cikuya, Cikatomas, Tasikmalaya Selatan yang diberinama Baitul Hidayah ini, tetap eksis meski pesantren lain yang ada di kampung sebelahnya telah bubar. Inilah wadah kaum santri, yang pesantrennya tidak pernah mendapatkan bantuan publik, meski mungkin hanya satu ruang kamar tidur santri. Jalan yang menuju ke pesantrennya pun tetap belum di aspal, tetapi santrinya masih tetap bertahan. Inilah pesantren yang berhasil melahirkan Guru Besar, doktor dan beberapa Magister serta puluhan sarjana.

Kyai itu, bernama KH. Kholid. Mungkin sesuai dengan namanya, ia ingin mengabadikan pesantrennya sebagai monumen penting bagi kaum santri Indonesia. Bahwa jika kita tetap istiqomah, maka, Tuhanpun akan memberi bantuan dengan cara yang istiqamah juga. Selamat dan sukses selalu untuk pesantren Baitul Hidayah …. semoga benar-benar dapat menjadi pintu masuk ke dalam syurga .  Amin.. by. Team Lyceum