Take a fresh look at your lifestyle.

Internalisasi Nilai- Nilai Pendidikan Karakter

2 1.285

Internalisasi Nilai- Nilai Pendidikan Karakter: Secara epistimologi Internalisasi berasal dari kata intern atau kata internal yang berarti bagian dalam atau di dalam. Sedangkan internalisasi berarti penghayatan (Peter and Yeni, 1991:576). Internalisasi adalah penghayatan terhadap suatu ajaran, doktrin atau nilai sehingga merupakan keyakinan dan kesadaran akan kebenaran doktrin atau nilai yang diwujudkan dalam sikap dan perilaku (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2002:439). Internalisasi adalah pengaturan kedalam fikiran atau kepribadian, perbuatan nilai- nilai, patokan-patokan ide atau praktek-praktek dari orang lain menjadi bagian dari diri sendiri (Kartono, 2000:236).

Nilai adalah sifat-sifat atau hal-hal yang berguna dan penting bagi kemanusiaan (Depdikbud, 1998:25). Soekamto (1981; 25), mendefinisikan bahwa nilai adalah sesuatu yang dapat dijadikan sasaran untuk mencapai tujuan yang menjadi sifat keseluruhan tatanan yang terdiri dari dua atau lebih dari komponen yang satu sama lainnya saling mempengaruhi atau bekerja dalam satu kesatuan atau keterpaduan yang bulat dan berorientasi kepada nilai dan moralitas Islami. Nilai dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002; 783) berarti harga, angka kepandaian, banyak sedikitnya isi atau sesuatu yang menyempurnakan manusia sesuai dengan hakekatnya. Nilai adalah suatu pola normatif, yang menentukan tingkah laku yang diinginkan bagi suatu sistem yang ada kaitannya dengan lingkungan sekitar tanpa membedakan fungsi-fungsinya (Kartawisastra, 1980:1).

Jadi internalisasi nilai-nilai adalah sebuah proses atau cara menanamkan nilai-nilai normatif yang menentukan tingkah laku yang diinginkan bagi suatu sistem yang mendidik sesuai dengan tuntunan menuju terbentuknya kepribadian bangsa yang bermartabat (berkarakter).

Nilai- Nilai Karakter

Terdapat 18 nilai karakter yang sudah dirumuskan secara baku oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Nilai pendidikan karakter dimaksud adalah:

1. Religius

Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.

2. Jujur

Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.

3. Toleransi

Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.

4. Disiplin

Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.

5. Kerja Keras

Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.

6. Kreatif

Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.

7. Mandiri

Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.

8. Demokratis

Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.

9. Rasa Ingin Tahu

Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.

10. Semangat Kebangsaan

Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.

11. Cinta Tanah Air

Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.

12. Menghargai Prestasi

Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.

13. Bersahabat/ Komunikatif

Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.

14. Cinta Damai

Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.

15. Gemar Membaca

Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.

16. Peduli Lingkungan

Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.

17. Peduli Sosial

Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.

18. Tanggung Jawab

Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.

Pilar- Pilar Pembentuk Karakter Bangsa

Internalisasi nilai- nilai pendidikan karakter bangsa sebagaimana terdeskripsikan di atas, dapat direalisasikan melalui dan bertumpu pada empat pilar utama yang mesti dibangun secara bersamaan dan tak boleh dipisahkan yaitu;

  1. Keluarga sebagai institusi yang paling penting dalam menanamkan nilai- nilai dasar bagi seorang Semua sistem nilai dibangun di dalam keluarga, termasuk disiplin, keteraturan, kepantasan, kejujuran, sopan santun, solidaritas, kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi, integritas diri, sikap keberimanan, dan seterusnya. Karena itu, perlu keluarga yang harmonis agar lahir anak-anak bangsa yang cerdas.
  2. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal yang bertanggung jawab dalam pengajaran ilmu pengetahuan dan teknologi, keterampilan, serta nilai- nilai sosial kemasyarakatan.
  3. Tempat ibadah sebagai lembaga pendidikan dalam menanamkan nilai- nilai moral, kejujuran, tanggung jawab, etika, sopan santun, budi pekerti. Pemerintah sebagai policymaker pendidikan yang akan bertanggung jawab dalam membuat kebijakan pendidikan yang akan menghasilkan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter. Melalui pendekatan inilah, tidak saja bangsa kita akan maju,tetapi yang penting juga pendidikan karakter akan melahirkan benteng moral bangsa yang kuat.

Tahapan Proses Internalisasi Karakter

Dalam proses internalisasi yang dikaitkan dengan pembinaan peserta didik, ada tiga tahap yang mewakili proses atau tahap terjadinya internalisasi, sebagaimana diungkapkan Muhaimin, (1996:153), yaitu:

  1. Tahap Transformasi Nilai : Tahap ini merupakan suatu proses yang dilakukan oleh pendidik dalam menginformasikan nilai-nilai yang baik dan kurang baik. Pada tahap ini hanya terjadi komunikasi verbal antara pendidik dan peserta didik atau anak asuh
  2. Tahap Transaksi Nilai : Suatu tahap pendidikan nilai dengan jalan melakukan komunikasi dua arah, atau interaksi antara peserta didik dengan pendidik yang bersifat interaksi timbal-balik.
  3. Tahap Transinternalisasi : Tahap ini jauh lebih mendalam dari tahap transaksi. Pada tahap ini bukan hanya dilakukan dengan komunikasi verbal tapi juga sikap mental dan kepribadian. Jadi pada tahap ini komunikasi kepribadian yang berperan secara aktif.

Jadi dikaitkan dengan perkembangan manusia, proses internalisasi harus berjalan sesuai dengan tugas-tugas perkembangan. Internalisasi merupakan sentral proses perubahan kepribadian yang merupakan dimensi kritis pada perolehan atau perubahan diri manusia, termasuk di dalamnya pempribadian makna (nilai) atau implikasi respon terhadap makna. ***Wawan Ahmad Ridwan

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

  1. Milha Nurseha berkata

    Rasa ingin tahu termasuk ke dalam nilai nilai karakter,apa yang dapat membangkitkan rasa ingin tahu kita,berfikir kritis,apakah dorongan dari luar juga mempengaruhi dalam pembentukan nilai-nilai karakter?

  2. Milha Nurseha berkata

    Assalamualaikum,,
    Pak di tahapan interaksi nilai,kan di sebutkan di sana kalau hanya terjadi komunikasi verbal di antara pendidik dan peserta didik,apakah tidak ada lagi yang menpengaruhi selain dari komunikasi verbal di dalam interaksi nilai??