Ishlah Dalam Bentuk Isim Fa’il dan Harus Berlaku Adil

0 24

Ishlah Dalam Bentuk Isim Fa’il | Perspektif Al-Quran dan Al-Sunnah: Bentuk ini dalam al-Qur’an terulang sebanyak lima kali, satu kali berbentuk tunggal dan empat kali berbentuk jama’.

Perbedaan bentuk tersebut berkaitan dengan konteks, di mana bentuk tunggal biasanya ditujukan kepada wali si yatim. Wali yang berupaya menyiapkan kebaikan kehidupan masa depan anak yatim. Sementara yang berbentuk jama’ dikontekskan dengan kelompok yang mengupayakan perdamaian dan kebaikan.

Bagi kelompok yang mengupayakan perdamaian, Allah akan memberikan jaminan bahwa segala apa yang telah mereka upayakan tidak akan pernah dilupakan. Firman Allah dalam QS. Al-A’râf: 170:

وَالَّذِينَ يُمَسِّكُونَ بِالْكِتَابِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ إِنَّا لَا نُضِيعُ أَجْرَ الْمُصْلِحِينَ

Dan orang-orang yang berpegang teguh dengan Al Kitab (Taurat) serta mendirikan shalat, (akan diberi pahala) karena sesungguhnya Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengadakan perbaikan.

Hal ini juga sesuai dengan hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Bukhari yang bersumber dari Abi Hurairah:

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ مَنْصُورٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ هَمَّامٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّه صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ سُلَامَى مِنْ النَّاس عَلَيْهِ صَدَقَةٌ كُلَّ يَوْمٍ تَطْلُعُ فِيهِ الشَّمْسُ يَعْدِلُ بَيْنَ النَّاسِ صَدَقَةٌ (رواه البخارى)

Dari Abi Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda; setiap ruas jari-jari manusia mengandung unsur shadaqah, dalam setiap hari selama mata hari masih terbit, dan jika manusia berbuat adil di kalangan manusia ia akan mendapat pahala shadaqah.

 Ishlah Harus Berlaku Adil

Kata adil akan dipahami manusia melalui indikasi adanya peradilan. Di mana kata tersebut hanya identik untuk disandang oleh seorang hakim saja. Maka jika ingin menyatakan keadilan seseorang selain hakim, maka ia akan disebut adil jika ia berbuat ishlâh. Kalau keadilan hakim hanya identik dalam mahkamah, maka keadilan orang selain hakim terdapat dalam berbagai sendi kehidupan yang diungkapkan seperti ruas/sendi tubuh, di mana ada suatu celah, di situ ia dapat berbuat shâlih (adil), sehingga wajarlah tidak diungkapkan ishlâh dalam hadits tersebut.

Nabi adalah teladan yang baik (uswatu hasanah) bagi ummatnya yang menghendaki keridhaan Allah. Maka tugas mendamaikan manusia yang dilakukan oleh Nabi mestinya diikuti dan menjadi tuntunan bagi orang mukmin sesuai dengan kesanggupan masing-masing. Mengupayakan tercapainya ishlâh sesungguhnya merupakan salah satu tangga untuk mencapai kebajikan.

Oleh: Ahmad Munir

Komentar
Memuat...