Islam di antara Sistem Nilai dan Sistem Ritus

Islam di antara Sistem Nilai dan Sistem Ritus
0 221

Tulisan ini, sejatinya merupakan jawaban atas soal ujian di Program Pascasarjana Universitas Majalengka. Soal ini diberikan Prof. Cecep Sumarna, ketika kami mengikuti mata kuliah Islam dan Filsafat.Ai?? Berikut hasil analisa kami atas soal berjudul: ai???Islam sebagai suatu nilai yang dibawa sejak Nabi Ibrahim hingga Nabi Muhammad dalam relasinya dengan pembangunan citra kemanusiaan dan ketuhanan.

Bagi saya, soal semacam ini sangat menarik. Mengingat kajian keislaman sering kali hampa dari pendekatan filsafat. Sehingga, kadang kita hanya menemukan Islam dogmatis yang berjarak dengan termonilogi rasionalisme. Kajian yang disampaikan Prof. Cecep dalam soal ini, telah membuat kami setidaknya menjadi mengerti untuk apa sejatinya agama diturunkan.

Agama, seperti sering disampaikan Prof. Cecep Sumarna, sejatinya hanya berfungsi untuk mengjak atau mengingatkan manusia akan pentingnya bertuhan. Sebaik apapun semangat keagamaan seseorang, tetapi, tidak menemukan Tuhan, makanya, agama dimaksud, sejatinya layak dipertanyakan. Agama akan menjadi bernilai, sepanjang ia mampu mendorong manusia menemukan Tuhan. Tuhan atau Allah yang tunggal …

Islam sebagai Sebuah Nilai

Islam sebagai sebuah Nilai, sebenarnya telah diletakkan Nabi Ibrahim. Ia adalah manusia yang lahir di kalangan masyarakat penyembah berhala. Akan tetapi dalam dirinya ditanamakan sifat ketauhidan oleh Tuhan kepada diri-Nya. Inilah yang kemudian menjadi bisikan penting sehingga beliau senantiasa mengajak masyarakat disekitanya untuk menyembah Tuhan Yang Tunggal dan meninggalkan diri untuk menyembah berhala.

Hal ini, setidaknya terekam dalan firman Allah dalam al Qurai??i??an surat Al-Anbiya’ [21]: 51 yang artinya:Sungguh, sebelum dia (Musa dan Harun) telah kami berikan kepada Ibrahim petunjuk, dan Kami telah mengetahui dia….”

Semangat luhur yang dibawa para Nabi adalah nilai yang diberikan Allah SWT untuk menuntun manusia dalam beribadah kepada Tuhan yang Tunggal. Semngat ini terus berlangsung dari Nabi ke Nabi sampai pada akhirnya datang ke Nabi Muhammad sebagai Nabi dan Rasul yang paling akhir.

Karena itu, dalam anggapan penulis, Nabi Muhammad sejatinya adalah pelanjut dari nabi sebelumnya yang selalu menuntun umatnya kepada ketauhidan kepada Allah SWT. Mereka sama-sama bersemangat membentuk manusia yang beradab dan berahlaq

Secara filosofis nilai sangat berkaitan dengan masalah etika. Etika juga seringa disebut sebagaiAi?? filsafat nilai, yang mengakaji nilai-nilai moral sebagai tolak ukur dan tindakan manusia dalam berbagai aspek kehidupan. Dan hal ini ditanamkan benar oleh Nabi Muhammad kepada umatnya tentang nilai dan etika dan yang perlu dijunjung tinggi adalah etika yang terdapat dalam Al-Qurai??i??an dan Sunah Nabi.

Islam sebagai Sistem Ritus

Berbeda dengan Islam sebagai sebuah nilai, Islam sebagai sebuah sistem ritus, hanya khusus dibawa Nabi Muhammad dengan seperangkat ajaran kemanusiaan dan ketauhidan. Dalam hal ini, saya melihat bahwa Nabi Muhammad ketika membawa umatnya kepada pembentukan nilai-nilai kemanusianan ini dengan mebentuk ahlaq yang baik dan beradab juga dikembangkan oleh Nabi Muhammad dengan pendekatan social kemasyarakatan dan bidang politik, dalam kehidupannya ini terbukti dengan adanya Piagam Madinah, Piagam inilah yang oleh Ibnu Hasyim disebut sebagai Undang-undang Dasar Negara Islam (Daulah Islamiyah) yang pertama.

  • Setiap kelompok mempunyai pribadi keagamaan dan politik. Adalah hak kelompok, menghukum orang yang membuat kerusakan dan memberi keamanan kepada orang patuh.
  • Kebebasan beragama terjamin buat semua warga Negara.
  • Adalah kewajiban penduduk madinah, baik kaum muslimin maupun bangsa Yahudi, untuk saling membantu, baik secara moril atau materil. Semuanya dengan bahu membahu harus menangkis setiap serangan terhadap kota Madinah.

Secara esensial kehadiran Nabi Muhammad pada masyarakat Arab adalah terjadinya kristalisasi pengalaman baru pada dimensi ketuhanan yang mempengaruhi segalah aspek kehidupan masyarakat, termaksut hukum-hukum yang digunakan pada masa itu. Keberhasilan Nabi Muhammad dalam memenangkan kepercayaan Bangsa Arab relative singkat. Kemampuannya dalam memodifikasi jalan hidup orang-orang Arab yang sebelumnya jahiliah kejalan orang-orang yang bermoral Islam.

Spesifikasi Muhammad sebagai Pembawa Agama [Islam]

Membentuk Kepribadian Islam

Terbentuknya pribadi-pribadi islam yang kompeten, kredibel, terpercaya dan berakhlak mulia merupakan pondasi awal dari tugas beliau sebagai Nabi utusan Allah. Keperibadian islam ini di sebut juga syakhiyyahAi?? RabbaniyyahAi?? atauAi?? qurai??i??an yang berjalan. Karena ayat-ayat Al-Qurai??i??an tersebut menjelma dalam kehidupan nyata. Bukan hanya dalam bentuk doktrin dan nilai-nilai yang tertulis, di hafalkan dan kemudian dijadikan sebagai dzikir harian semata.

Rabbani tersebut paling tidak memiliki 10 ciri utama ialah : saliimul akidahAi?? (akidahnya selamat), shahiihul ai???ibadah(ibadahnya benar), matiinul khuluq(mulia akhlaknya),qawiyyul jism(kuat dan sehat fisiknya),mutsaqqaful fikri(memiliki wawasan yang luas), jihadun lii nafsi(berjihat terhadap dirinya dari kejahatan hawa nafsu), harisun ai???alaa waqtihaa(mampu menjagah dan mengelolah waktu), qadirum ai???alal kasbi( mampu berdiri di atas kaki sendiri),husnu lii syuai??i??unihi(bagus urusannya), dan anfaai??i??u linnaas(bermanfaat bagi orang lain).

Membentuk Keluarga Islam

Keluarga islam adalah keluarga yang anggotanya terdiri dari manusia-manusia Rabbani. Keluarga ini dapat di bentuk dari hasil perkawinan antara pemudah dan pemudi Rabbani atau dari keluarga yang sudah ada untuk dibina secara terus menerus dan berkesinambungan untuk terbentuknya keluarga yang Sakinah,Ai?? Mawaddah Wa Rahmah. Keluarga sakinah adalah keluarga yang senang dan bahagia di tengah-tengah anggota keluarga.

Membentuk Masyarakat Islam

Masyarakat islam adalah masyarakat yang mencintai nilai-nilai Al-Qurai??i??an dan sunnah sehingga tegak di mungka bumi. Mereka menjauhi kemusyrikan, menegakkan shalat, membayar zakat, puasa di bulan ramadhan, berhaji bagi yang mampu dan masyarakat yang sibuk dengan kebajikan dan perbuatan baik yang diridhai Allah.

Membentuk Khilafah Islamiyyah

Khilafah memiliki dua makna yaitu sebagai pemakmur bumi dan sebagai penguasa di muka bumi berdasarkan syariai??i??at islam. Islam sebagai sistem akidah, syariah dan akhlak , tak akan tegak tanpa adanya kekuasaan atau seorang khalifah. Karena itulah agar islam tegak RasulullahAi?? perlu memiliki basis keuasaan dan kenegaraan. Maka beliau berhijrah ke Madinah untuk menyelamatkan agama dan umatnya sekaligus merealisasikan huku Islam.

Menjadi Guru Dunia

Islam adalah agama untuk seluruh semesta alam dalam arti selua-luasnya. Bukan hanya dalam masalah akidah dan ibadah tetapi juga dalam mengurus dan memakmurkan bumi. Islam memimpin dan menjadi guru dunia, guru peradaban yang penuh keindahan, dan kegelimanganAi?? kasih saying. Sebagaimana sejarah islam telah membuktikannya pada dunia hingga berabad- abad lamanya. Eropa dan Barat menjadi maju dan gemilang dalam ilmu penegetahuan dan teknologi hari ini, tiada lain karena pengaruh peradaban dan kebudayaan islam melalui pintu eropa yaitu Andalusia (Spanyol). Dari sinilah kemudian peradaban islam mempengaruhi dunia Barat.

Agama Islam adalah secara umum mempunyai ritualis yang nyata dengan adaya rukun iman dan rukun Islam, dengan tuntunan seperti itu umat islam merasa berkeyakinan yang kuat terhadap Tuhannya untuk mendekatkan dirinya dengan Tuhan, yang tidak serius menjalankan ini akan dicap oleh masyarakat sekitarnya sebagai orang yang munafik segangkan yang sama sekali tidak melaksanakan ajaran ini dicap sebagai orang kafir. Mumu Mughni –Mahasiswa Pascasarjana UNMA–

Komentar
Memuat...