Islam Ekslusive dan Inklusive

0 8

Islam kiri atau Islam kanan adalah produk dari wujud yang abstrak. Keduanya pasti sulit dikongkretkan. Kreatornya mungkin sama, meski patut diduga berbeda. Tidak sulit menduga jika keduanya memiliki tujuan yang sama. Perbedaan dan persamaan di antara keduanya, sebetulnya sangat mudah dicari, terlebih oleh mereka yang memiliki kepekaan sosial cukup tinggi.

Jika hanya berada dalam posisi yang selalu tak peduli, tak mungkin gejala dimaksud mampu ditangkap secara jelas. Mengapa? Sebab kreatornya selalu berdiri secara ajeg dalam ujung yang seolah bertentangan. Islam ekslusive dan Islam Inklusive, pada akhirnya keduanya selalu hadir dalam jiwa yang ekslusive.

Islam dalam Versus adalah Produk Sejarah

Islam radikal dan Islam hanif juga sama. Keduanya adalah produk historis politik atau produk historis ekonomi manusia. Produk mereka yang kesulitan menyusun seri uang. Keduanya, pada akhirnya sama, yakni  tidak dapat mewakili Islam atau mungkin sama-sama mewakili Tuhan. Kita hanya mungkin menangkap kesamaan tujuannya.

Letak samanya, terdapat dalam ruang politik atau ruang ekonomi. Tampaknya tak pernah lebih. Tetapi, yang jelas patut diduga semuanya merupakan mega proyek dari mereka yang memiliki proyek khusus, yang tujuan dasarnya mungkin berada dalam laci rapih tak terjangkau. Keduanya, menurut saya adalah sama, yakni hanya persepsi yang motifnya, sekali lagi saya nyatakan, selalu disimpan rapih entah oleh siapa. Saya tidak tahu mana yang bakal masuk syurga Tuhan. Sebab ketika keduanya sudah menjadi ideologi, tak ada ekslusive dan tak ada inkkusive, semuanya sama, radikal.

Agak rancu, menurut saya karena itu, ketika kita menyatakan Islam inklusive, tetapi bertindak anarxis. Padahal seharusnya kalau benar-benar inklusive ya … berbagai aliran termasuk yang ekslusive sekalipun harus berada dalam maqam yang sama. Faktanya tidak! Yang inklusive kadang jauh lebih ekslusive dibandingkan dengan yang ekslusive.

Atau sebaliknya. Mereka yang menyatakan diri sebagai pengikut Islam sejati, Islam kaffah, Islam Rasulullah, Islam sahabat dan Islam shalihin lainnya, sebagai suatu Islam yang sebenarnya Islam, tetapi fakta di lapangan, selalu menunjukkan karakter yang jauh dari nilai ideal Islam. Karena itu, menurut saya, seharusnya, semua umat Islam bersikap tasamuh dan menahan mulut untuk tidak gampang berbicara apalagi gampang menuduh. Mengapa, karena masing-masing pasti memiliki logika. Prof. Dr. H. Cecep Sumarna

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.