Islam Diposisikan Sebagai Konsep Kehidupan

0 124

Islam Diposisikan Sebagai Konsep Kehidupan – Bagi muslim, al-Qur’an adalah pedoman normatif dalam kehidupan yang paling tinggi. Namun akal dan hati nurani yang bersih juga sebagai inspirasi untuk mencapai maksud yang dikehendaki oleh al-Qur’an. Dengan demikian, antara norma dan akal budi manusia saling melengkapi dalam mengawal kehidupan. Pitutur normatif tidak mengambil jarak antara individu dan kolektif, antara keadilan dan belas kasihan. Dalam hal-hal tersebut, norma memberikan acuan yang kokoh agar tidak terjadi disharmonis dan antimono antara dua hal tersebut. Akal budi dan nurani manusia, menempatkan aturan norma sesuai dengan tujuannya. Dengan demikian, seluruh pitutur yang bersifat normatif harus dipastikan berfungsi dan berpihak kepada kehidupan. Philanthropy dan seluruh anjuran kedermaan, harus berbasis pada kesejahteraan dan kemanusiaan, baik terhadap individu maupun kolektif.

Dalam pandangan ummat muslim, wahyu diyakini mampu mengatur seluruh tindakan kehidupan, baik yang tersirat maupun yang tersurat, baik lahir maupun batin. Tidak ada satu kondisi yang merupakan hasil keputusan sadar atas tindakan manusia yang tidak diatur oleh wahyu. Aturan tersebut tidak hanya membimbing sikap individu terhadap Tuhan, melainkan juga mengatur perilaku perorangan, maupun hubungannya dengan orang lain. Kewajiban moral tersebut menunjukkan sifat yang  formal dan serimonial  pada satu sisi, dan sifat moral dan zuhud pada sisi  lain. Perpaduan antara spiritual dan keduniaan, merupakan  ciri khas iklim intelektual Islam. Dalam hal ini, yang  nampak pada dunia Barat sebagai hal yang  semrawut adalah sintesa logis dalam Islam, di mana penguatan rasa berfihak kepada ummat di satu sisi, dan mempertahankan kesatuan watak manusia di sisi lain.

Kesentosaan Hidup dan Kehidupan

Kesentosaan Hidup dan Kehidupan
Kesentosaan Hidup dan Kehidupan

Islam sebagai agama pengatur kesentosaan hidup dan kehidupan. Dalam hal ini Islam tidak sekadar aspek dogma dan  hukum,  tetapi juga konsep moral.  Oleh karena itu, salah satu dari  unsur agama yang paling dominan adalah persembahan kebajikan. Kebajikan yang dipersembahkan oleh seorang muslim, di samping diatasnamakan hukum, aturan dan perintah Tuhan, hati sanubari  merupakan  suatu autoritas yang  bersemayam dalam dada  seorang muslim yang ikut berperan dalam mendorong berbuat kebajikan dan perbuatan yang terbaik, baik terhadap dirinya maupun terhadap sesamanya.

Ketika Islam diposisikan sebagai konsep kehidupan, maka jiwa manusia  adalah dasar esensi dari konsep tersebut yang  selalu mengkritik dan menyensor. Îmân dan rasa menyerah kepada Tuhan, tidak menghilangkan kemerdekaan kemauan  seorang mukmin yang  harus bertanggungjawab terhadap pekerjaannya. Imperatif (kewajiban) moral dalam Islam, adalah pendorong eskatologis yang sangat istimewa. Kepercayaan kepada eskatalogis (baca: hari akhir) mendorong manusia untuk  menghormati  hukum, menjauhi yang tidak dapat diterima oleh akal sehat (baca: munkar), dan mengajak kepada yang  bajik. Aspek-aspek ini  akan mendorong kepada moral pahala yang dijanjikan oleh setiap doktrin agama.

Oleh : Dr. Ahmad Munir, M.Ag

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.