Take a fresh look at your lifestyle.

Istilah Pendidikan dalam Pendidikan Islam

0 556

Di dunia Islam, pendidikan ternyata memiliki padanan makna yang cukup banyak. Kalau dalam bahasa Inggris, Pendidikan dapat diterjemahkan dengan education. Selain itu, sulit mencari padanan kata yang sama.  Dilihat dari sudut etimologis, istilah pendidikan Islam terdiri atas dua kata, yakni “pendidikan” dan “Islam”.

Dalam konteks keislaman, definisi pendidikan sering disebut dengan berbagai istilah yang cukup beragam. Istilah dimaksud adalah al-tarbiyah, al-ta’lim, al ta’dib, dan al ri’yadhah. Setiap istilah memiliki makna yang berbeda-beda hal ini dikarenakan perbedaan konteks kalimatnya dalam penggunaan istilah tersebut.

Al Tarbiyah

Istilah Al Tarbiyah sangat populer dalam khazanah pendidikan Islam, khususnya di Indonesia karena nama ini digunakan untuk menjadi salah satu nama fakultas atau jurusan pada Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI). Fakultas ini membawahi jurusan-jurusan kependidikan atau keguruan. Walaupun secara jelas tidak ditemukan istilah tarbiyah dalam Al-Quran maupun dalam al-Hadits, tetapi kita dapat menemukan beberapa istilah yang maknanya sama dengan istilah al-tarbiyah, Seperti kata Al-Rabb, Rabbayaani,Nurrabbi, Ribbiyun, dan Rabbani. Makna dasar dari kata dimaksud adalh pemeliharaan.

Al Ta’lim

Istilah pendidikan Islam sering juga disebut dengan istilah Al-Ta’lim. Para ahli mengatakan bahwa al-ta’lim diartikan sebagai bagian kecil dari al-tarbiyah al-‘aqliyah, yang bertujuan memperoleh ilmu pengetahuan dan keahlian berpikir, yang sifatnya mengacu pada domain kognitif saja.

Ada beberapa ahli yang merumuskan konsep al-ta’lim dalam konteks pendidikan. Diantaranya adalah M. Rasyid Ridha (1373 H). Dalam tafsirnya Al-Manar, ia mendefinisikan al-ta’lim sebagai sebuah proses transmisi ilmu pengetahuan (knowledge)  pada jiwa individu tanpa ada batasan dan ketentuan tertentu. Pendapat ridha ini kelihatannya berdasarkan pada firman Allah dalam Al-Quran QS.al-Baqarah ayat 23 yang artinya: “Dan Dia (Allah) yang mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para malaikat, lalu berfirman: “sebutkanlah kepadaku nama benda-benda itu jika kamu memang benar orangorang yang benar”.

Al-Ta’dib

Secara definitif, istilah al-ta’dib bermakna pengenalan atau pengakuan yang secara berangsur-angsur ditanamkan kepada manusia tentang tempat-tempat yang tepat, dari segala sesuatu di dalam tatanan penciptaan sedemikian rupa, sehingga membimbing ke arah pengenalan atau pengakuan kekuasaan dan keagungan Tuhan didalam tatanan wujud dan keberadaannya. Pengertian ini berdasarkan pada salah satu Hadits Nabi yang berbunyi: addabani rabbi fa ahsana ta’dibi, yang biasa diartikan “tuhanku telah mendidikku, sehingga menjadikan baik pendidikanku”.

Apabila pendidikan dalam islam merupakan ekuivalensi dari tern al-ta’dib yang menurut al-attas (dalam Wan daud, 2005:77) sebagaimana dikatakan sebelumnya, maka tern tersebutlah yang paling cocok untuk dipergunakan sebagai istilah dalam pendidikan islam.

Al-Riyadlah

Istilah pendidikan dalam konteks yang keempat digunakan istilah al-riyadlah. Tetapi penggunaan istilah al-riyadlah ini khusus digunakan oleh Al-Ghazali, yang terkenal dengan istilahnya riyadlatu al-sibyan, artinya pelatihan terhadap individu pada fase anak-anak. Pengertian al-riyadlah dalam konteks pendidikan islam adalah mendidik jiwa anak dengan akhlaq mulia.

Pengertian al-riyadlah dalam konteks pendidikan islam tidak dapat disamakan dengan pengertian al-riyadlah dalam pandangan ahli sufi dan ahli olahraga. Para ahli sufi mendefinisikan al-riyadhlah dengan “menyendiri pada hari-hari tertentu untuk beribadah dan bertafakur mengenai hak-hak dan kewajiban orang mukmin”. Ahli olahraga mendefinisikan al-riyadlah dengan “aktifitas-aktifitas tubuh untuk menguatkan jasad manusia. Ikke Nurzannah Azhari –Mahasiswa Managemen Pendidikan Islam.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar