“Istri Adalah Wanita Terjelek” Pertimbangkan Ini Sebelum Menikah

0 51

Istri adalah wanita terjelek, mengapa bisa terjadi? Kemesraan yang terjadi antara pria dan wanita bersifat fluktuatif. Fluktuasi itu muncul seiring satu sama lain saling mengenal kelebihan dan kekurangannya. Kekurangan dan kelebihan diantara mereka berdua biasanya ditemui ketika terjadi perkenalan. Perkenalan merupakan momentum awal yang menjadi jembatan untuk menghubungkan antara kedua insan lawan jenis itu. Mula perkenalan akan menjadi cerita awal yang akan menghantarkan apakah kedua insan akan melanjutkan ke jenjang pacaran, tunangan, menikah, atau berujung perpisahan.

Memaknai Perkenalan

Perkenalan sebentar ataupun lama dalam ukuran masa tidaklah menjadi jaminan bahwa hubungan itu akan berlanjut/langgeng atau bahkan putus di tengah jalan. Semua hubungan itu bersifat relatif seiring keduanya saling mengenal dan memahami keunikannya masing-masing.

Dalam masa perkenalan awal yang sering dipahami sebagai masa awal pertemuan, tentu kedua insan akan menunjukkan hal-hal yang baik dan menarik saja. Ungkapan bahasapun senantiasa diolah sedemikian rupa agar memberikan citra positif satu sama lain. Penampilan dan tindakan yang dirancang agar berkesan selalu menjadi pilihan bagi insan yang saling memadu kasih. Realitas ini akan selalu diwarnai dengan nuansa romantis, kerinduan, kasih sayang dan cinta membara.

Perkenalan yang kuat akan menghantarkan kedua insan ke jenjang yang lebih serius; khitbah dan pernikahan. Dalam perjalanan hubungan pria dan wanita menuju ke jenjang yang lebih serius, sudah umum dipahami, akan mengalami godaan. Godaan biasa sampai godaan serius secara bertahap akan muncul selama perjalanan hubungan kedua insan mulai menunjukkan tingkat hubungan yang serius. Menuju komitmen yang diimplementasikan oleh sebuah janji suci itu tidaklah mudah dilalui dan mulus tanpa kendala. Dua insan akan dicoba dengan berbagai kecemburuan, kecurigaan, kebosanan, sampai keinginan untuk menyudahi hubungan tersebut. Fenomena ini lumrah ditemui oleh setiap orang yang menuju ke jenjang janji suci (pernikahan).

Karena sifat dasar manusia adalah ingin bebas berhubungan tanpa komitmen, teman tapi mesra, atau hubungan tanpa status. Ketidakmampuan untuk mengendalikan sifat dasariah manusia inilah, seseorang yang dalam status hubungan menuju ke masa serius biasanya mengalami kegelisahan.

Pernikahan itu Indah

Jika ada orang yang mengatakan bahwa menikah adalah gerbang menuju masalah baru, dipastikan ia adalah orang yang pesimis dan bukan pribadi bertanggungjawab. Berumah tangga atau pernikahan merupakan suatu keadaan dimana dua hati, dua pikiran, dua perbedaan dikompromikan dalam satu ide besar yakni rumah tangga yang sakinah (tentram), mawaddah (penuh cinta), warohmah (penuh kasih sayang). Dengan bahasa sederhana, ketiga variabel yang menjadi harapan dalam berumahtangga itu adalah harmonis.  Harmonis itu tidak bisa diciptakan oleh sepihak (suami saja atau istri saja) namun keduanya harus bersama menguatkan visi berumahtangga itu. Pendidikan, jabatan, keturunan, harta bukanlah penghalang untuk menciptakan keluarga harmonis itu.

Kendala yang muncul adalah bilamana pasangan suami istri kurang bisa untuk menciptakan suasana rumah yang nyaman. Kenyamanan berumahtangga itu didukung oleh pola komunikasi yang inten antara suami, istri dan anak-anak. Komunikasi yang hangat itu harus diciptakan oleh semua anggota keluarga. Komunikasi hangat ini juga harus diciptakan di semua tempat dimana keluarga itu berada. Keterputusan komunikasi itu akan menjadi pemicu awal retaknya rumah tangga. Ketika sang suami bekerja di satu tempat dan istri menjadi ibu rumah tangga, atau suami bekerja dan istri pun bekerja, hal ini akan membutuhkan satu strategi jitu dalam menjaga komunikasi.

Seorang suami yang bekerja di perusahaan, lembaga swasta, lembaga pemerintahan atau membuka usaha mandiri dipastikan akan menemui banyak orang. Bekerja dalam sebuah tim dipastikan pula berkomunikasi dengan lawan jenis. Seorang suami yang mudah goyah hatinya oleh wanita lain maka akan mudah memberikan simpati, empati. Simpati dan empati di luar profesionalisme kerja akan mengakibatkan pada beban perasaan seorang laki-laki di tempat kerja. Tidak terkontrolnya diri dalam memisahkan antara wilayah profesional kerja dan perasaan subjektif.

Inilah yang Harus Diwaspadai

Dalam kondisi hati tidak stabil, seorang suami akan mudah menjustifikasi bahwa wanita yang sering ditemuinya, yang sering diajak komunikasi dalam bekerja dan yang selalu membantu di tempat kerja akan mendapatkan tempat lebih di hatinya. Ketidakstabilan hati ini makin terganggu ketika seorang suami cepat berkesimpulan bahwa hanya sebatas satu atau dua kebaikan yang dimiliki oleh wanita lain yang berada di tempat kerjanya, begitu mudah ia mengklaim kebaikan secara menyeluruh. Klaim kebaikan terhadap wanita lain sebelum melakukan perbandingan yang bijak dengan istri sendiri akan berakibat pada keberpihakan. Sehingga, posisi istri sendiri selalu terkesan memiliki kekurangan dan kelemahan dibandingkan dengan wanita di tempat kerjanya. Inilah yang harus diwaspadai.

Pernikahan yang indah itu akan tercipta ketika suami istri dapat saling menguatkan komunikasi, mengenyampingkan perbedaan, menghilangkan kecurigaan tanpa dasar, dan mengurangi kecemburuan tak rasional. Kebosanan dalam berkomunikasi harus diatasi dengan cara komunikasi yang bervariasi dari tema, waktu, dan tempat dimana pasangan suami istri itu berada. Ketertarikan pada wanita lain di tempat kerja yang berujung pada hubungan tanpa status akan dapat terhindar jika suami istri mampu terbuka tentang kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Istri adalah wanita terbaik akan diakui oleh suaminya dan suami adalah pria terbaik akan diakui oleh istrinya dapat terwujud jika kemesraan dalam berkomunikasi terjaga dengan baik. Kemesraan dalam berkomunikasi akan menjadi syarat awal untuk membangun kemesraan berikutnya. Keindahan berumahtangga akan tercapai bila komunikasi itu senantiasa terkonfirmasi dan terklarifikasi. Pusat permasalahan itu selalu muncul akibat kualitas komunikasi yang kurang. Penataan kembali pola komunikasi dengan nuansa yang hangat akan menjadi solusi strategis dalam membangun cinta kasih yang abadi. ***Nanan Abdul Manan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.