Inspirasi Tanpa Batas

Jaga Hati dari Segala Penyakit yang Bisa Menciptakan Jarak Hati

0 28

Konten Sponsor

Suatu hari Sang Guru bertanya kepada Murid-muridnya : “Mengapa ketika seseorang sedang dalam keadaan marah, ia akan berbicara dengan suara kuat atau berteriak ?” Seorang murid kemudian mengangkat tangannya mencoba menjawab setelah ia berpikir beberapa lama: “kerena saat itu ia telah kehilangan kesabaran, maka dari itu ia berteriak.”

“Tapi..” Sang Guru balik bertanya, “ Lawan bicaranya justru berada disampingnya. Mengapa harus berteriak? Apakah ia tidak bisa berbicara dengan halus ?” Hampir semua murid memberikan jawaban yang dikira benar menurut pertimbangan mereka. Namun tak satu pun jawaban yang memuaskan.

Sang Guru lalu berkata :

“Ketika dua orang sedang berada dalam situasi kemarahan, jarak antara dua hati mereka menjadi amat jauh walau raga mereka berdekatan. Karena itu untuk mencapai jarak yang demikian, mereka harus berteriak, semakin mereka marah dengan sendirinya jarak hati anatara mereka berdua menjadi lebih jauh lagi. Karena itu mereka terpakasa untuk berteriak lebih keras lagi.”

Sang Guru masih melanjutkan :

“Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua orang saling jatuh cinta ? Mereka tidak berteriak, namun mereka berbicara dengan suara yang keluar dari mulut mereka begitu halus dan kecil. Sehalus apa pun itu, keduanya bisa mendengarkannya dengan begitu jelas. Mengapa demikian?”

Sang Guru bertanya sambil memperhatikan para muridnya. Mereka tampak berpikir amat dalam namun tak satu pun berani memberikan jawaban. Akhirnya Sang Guru menjelasakannya “Karena hati mereka begitu dekat, hati mereka tak berjarak. Pada akhirnya sepatah kata pun tak perlu diucapkan. Sebuah pandangan mata saja amatlah cukup membuat mereka memahami apa yang ingin mereka sampaikan.”

Sang Guru tetap melanjutkan :

“Ketika kamu sedang dilanda kemarahan, janganlah hatimu meciptakan jarak. Lebih lagi hendaknya kamu tidak mengucapkan kata yang dapat mendatangkan jarak diantara kamu. Mungkin disaat seperti itu, tak mengucapkan kata-kata  mungkin merupakan cara yang bijaksana. Karena waktu akan membantu kamu.”

Kisah ini merupakan kisah hati yang berjarak. Hati berbeda dengan raga, ketika hati kita berjauhan maka raga pun serasa jauh walaupun dalam faktanya jarak begitu dekat. Sedangkan hati, ketika hati kita berdekatan meski raga kita terbentang jauh oleh jarak, maka hati akan selalu dekat dan saling berpautan. Maka dari itu jaga hati dari segala penyakit hati yang akan menciptakan jarak.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar