Take a fresh look at your lifestyle.

Jalan Menuju Wakil Bupati Kuningan Dede Sembada (Desem) Kian Terang

0 38

KUNINGAN – Rintangan yang selama ini dihadapi Dede Sembada untuk menduduki jabatan Wakil Bupati Kuningan dari dua partai berbeda akhirnya berhasil diatasi. Hal itu setelah adanya komunikasi politik antara Ketua DPRD Kabupaten Kuningan, Rana Suparman S.Sos dengan Ketua DPC PPP Kuningan kubu Romi, Drs H Solehudin MBA MM, kemarin  siang.

Pertemuan antara kedua tokoh partai di Kota Kuda tersebut dilaksanakan di ruang kerja ketua dewan. Rana Suparman yang kebetulan juga menjabat Ketua DPC PDIP Kabupaten Kuningan, didampingi oleh Plh Panitia pemilihan wakil bupati, Nuzul Rachdy SE, dalam berkomunikasi politik dengan Solehudin. Dari komunikasi politik tersebut sehingga akhirnya membuahkan kesimpulan bahwa PPP versi Solehudin siap mengeluarkan rekomendasi untuk Dede Sembada (Desem) untuk dicalonkan menjadi Wakil Bupati Kuningan.

“Jadi begini, parpol itu menurut kacamata saya merupakan organisasi kedua setelah Negara, karena parpol diberikan kesempatan oleh negara untuk melahirkan pemimpin. Karena kita terlibat langsung maka kita harus mengikuti apa yang dikehendaki negara yaitu taat pada hukum negara,” ujar Rana mengawali keterangan persnya.

Bukti ketaatan pada aturan negara itu, lanjut dia, telah ditunjukkan Solehudin dengan menyerahkan bukti SK kepengurusan partainya. Namun proses menuju pemilihan wabup sudah berjalan sejak beberapa bulan lalu. Tetapi hal itu bukan berarti perjalanan politik yang sudah dibangun dengan PPP harus porak poranda.

“Tapi atas dasar kematangan berorganisasi dan kematangan politik sehingga PPP pun mendukung terhadap perjalanan politik yang sudah dibangun dengan PPP sebelumnya dan akan diperkuat oleh pemegang legalitas PPP yang sekarang,” jelasnya.

Jadi, kata Rana, proses tersebut tetap berjalan, tidak ada hambatan. Pemegang legalitas secara de jure yang diketuai Solehudin akan diajak bicara dengan tidak menghilangkan proses sebelumnya. Karena Momon Suherman maupun Solehudin, sama-sama pengurus partai PPP.

 Setelah pertemuan itu, PPP Solehudin akan mengeluarkan kebijakan organisasi secara tertulis. “Prinsipnya sudah ketemu tadi, bahwa pak Solehudin siap mengawal proses perjalanan pemilihan wabup sebagai wujud keseriusan parpol pengusung untuk membangun Kuningan,” tandas Rana.

Sementara, Solehudin mengatakan, PPP merupakan salah satu parpol pengusung paslon Utama dulu. Dia mengakui, dalam perjalanan politik pasti ada dinamika. Termasuk dalam proses pilwabup, ternyata ada yang mendahului. Sehingga dibutuhkan tindak lanjut berikutnya.

“Sekarang kita bicara dengan koalisi kita. Karena PDIP, PAN dan PPP merupakan tiga dari tujuh parpol pengusung. Tentu koalisi harus mensukseskan hajat politik di Kuningan. Saya tidak menapikan proses yang sudah berjalan. Karena enggak mungkin dong dimentahkan lagi,” ungkap Solehudin.

Untuk itu, pihaknya sepakat untuk menerbitkan surat dukungan sebagaimana pernah diterbitkan oleh rekannya. Isinya memperkuat, bukan menganulir apa yang telah diterbitkan PPP versi Momon Suherman. Karena ia ingin turut menjaga kondusivitas Kuningan. “Sebagai orang Kuningan yang punya tanggung jawab politik, kami tak akan mengacaukan tahapan-tahapan yang telah dilalui,” tandasnya.

–Duet Acep-Desem Bisa Diteruskan 2018

SETELAH jabatan wakil bupati terisi oleh Dede Sembada (Desem) nanti, duet kepemimpinan Acep Purnama dan Dede Sembada dapat diteruskan untuk periode selanjutnya. Bahkan tidak menutup kemungkinan, pada Pilkada 2018 nanti Acep bisa pula berpasangan dengan Rana Suparman.

Nuzul Rachdy SE selaku wakil ketua Bapilu Jabar sekaligus ketua F-Restorasi PDIP, sempat dipinta tanggapan terkait wacana itu. “Semuanya mungkin. Tergantung hasil survey. Bukan tergantung pak Acep, tapi tergantung partai. Partai itu ada tingkatannya, ada kewenangan masing-masing,” terang Zul, panggilan singkatnya.

Dia mengakui, Pilkada 2018 kelak pasti akan ramai. PDIP, memiliki sistem dan mekanisme konsolidasi tersendiri. Siapapun yang mau maju bersifat terbuka. Bukan monopoli seseorang atau kelompok. Kata kuncinya, sebut Zul, apa yang sudah didapat jangan dilepaskan.

Kendati di daerah lain PDIP kerap mengusung calon petahana, dia mengelak jika dalam setiap momentum Pilkada PDIP melakukan hal serupa. “Nggak juga (PDIP selalu mengusung petahana, red). Ada juga yang tidak mengusung petahana. Kita lihat, ada mekanismenya. Jadi, bisa petahana, bisa juga enggak,” tandasnya.

Dalam menentukan calon, banyak faktor yang harus dipertimbangkan. Zul menegaskan kembali partainya punya mekanisme. Seperti mekanisme survey elektabilitas, lalu kinerja. Yang menurutnya paling penting, bagaimana seorang kepala daerah dari PDIP mampu membumikan misi partai sesuai ajaran trisakti. “Yaitu berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang budaya. Itu yang paling penting,” ucapnya.

 PDIP menurutnya kaya kader. Namun menyangkut niat Rana untuk mencalonkan bupati atau wabup, dirinya mengarahkan agar wartawan menanyakan langsung. Sedangkan Zul sendiri mengaku tidak punya keinginan untuk mencalonkan. “enggak saya mah. Kalau keinginan sendiri enggak punya. Tapi kalau partai menugaskan ya saya siap. Jadi jika ditanya keinginan, saya enggak lah. Partai juga kan, kalau orangnya enggak mau, lalu dipaksa-paksa, enggak mungkin juga,” kata Zul.

Ditanya bagaimana komunikasi partai dengan Acep selaku kader partai sekarang ini, Zul menjawab bagus. “Ya kalau enggak bagus pasti diganggu PDIP,” ujar dia.

Sedangkan disinggung gebrakan Acep semenjak dilantik jadi bupati, Zul mengatakan, untuk konsolidasi turun ke bawah bertemu rakyat dinilainya sudah bagus. “Dia belum bisa menentukan kebijakan yang masih berada di tengah-tengah kebijakan almarhumah ibu Utje. Tapi sebetulnya antara kebijakan bu Utje dan pak Acep itu tidak terpisahkan karena satu paket,” ungkapnya.

Terpisah, Acep Purnama menjawab singkat tatkala dikonfirmasi seputar Pilkada 2018. “Aduh itu mah belum terpikirkan oleh saya. Masih lama. Sekarang sedang kerja dulu melaksanakan tugas,” jawab Acep usai menghadiri rapat paripurna. (mam)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar