Jenis Metode Pendidikan di Pondok Pesantren

0 1.196

Zamakhsyari Dhofir, mengatakan bahwa jenis metode pendidikan yang dominan dipakai di lingkungan pesantren adalah metode individual. Seorang murid atau seorang santri datang pada guru yang akan membacakan beberapa baris Qur’an atau kitab-kitab bahasa Arab, dan menterjemahkan ke dalam bahasa Jawa. Pada gilirannya murid mengulangi dan menterjemahkan seperti yang diucapkan oleh gurunya, metode ini biasanya disebut sorogan.

Metode Sorogan

Arifin, menyebut bahwa metode sorogan “punah” ketika gerakan pembaharuan dalam pendidikan Islam berkembang. Bahkan dengan gerakan pembaharuan itu, otoritas pengajar pendidikan agama Islam yang semula didominasi oleh Kiyai mulai berubah. Pernyataan HM. Arifin tersebut menunjukkan, bahwa pada mulanya pengajaran pendidikan agama Islam khusus disampaikan oleh Kiyai.

Hal ini seperti yang dikatakan oleh Zamakhsyari Dhofir, merupakan sosok yang sangat disegani oleh santrinya, bahkan oleh masyarakat luas. Hal ini dinyatakan pula oleh HM. Arifin tersebut menunjukkan telah terjadi pergeseran mengenai subjek pendidikan agama Islam, yang tidak hanya terbatas pada Kiyai dan alumni pesantren, tetapi juga di ajarkan oleh oleh orang yang diluluskan dari sekolah formal.

Metode sorogan yang pernah dominan digunakan pondok pesantren, kemudian berkembang dengan metode-metode lain. Kenyataan seperti ini, secara sosiologis menunjukkan bahwa pesantren tidak terbebas dari pengaruh luar, misalnya dari perkembangan metodologi pengajaran di sekolah. Munculnya metode diskusi, metode resitasi, yang semula hanya memberikan tugas-tugas yang berkaitan dengan materi pelajaran keagamaan, dikembangkan dengan metode-metode lain dari ajaran yang lain pula. Seperti pemberian tugas pada mata pelajaran umum, dan tugas-tugas ilmu yang lain.

Perbedaan Antara Metode yang Digunakan Oleh Pondok Pesantren dan Lembaga Pendidikan Sekolah

Lebih singkatnya, perbedaan antara metode yang digunakan oleh lembaga pendidikan Islam di pondok pesantren dan lembaga pendidikan sekolah-sekolah sebagai berikut:

Kalau dalam pendidikan Islam di pondok pesantren, metode yang digunakan paling dominan adalah metode sorogan dan metode resitasi yang bersumbu pada kehafalan. Karenanya, pendidikan dan pengajaran di lingkungan pondok pesantren tidak lebih banyak memberikan wahana dan nuansa yang lebih berkembang. Tetapi hanya batas pada konsep belajar mengajar dalam arti yang sempit. Ia hanya pewarisan kebudayaan dari generasi tua kepada generasi muda melalui pengkajian dan pendalaman kitab-kitab kuning sebagai buku pegangan.

Perbedaan yang mencolok antara pendidikan Islam di pesantren dengan pendidikan di sekolah pada umumnya, terletak pada aspek metode dan seluruh komponen yang berhubungan langsung dengan pelaksanaan pendidikan.

Persamaan Pendidikan Islam di Pondok Pesantren dengan di Sekolah

Persamaan antara pendidikan Islam di pondok pesantren dengan di sekolah adalah sama-sama memberikan titik tekan pengajaran kepada ajaran Islam mengalahkan materi pelajaran lainnya. Sekalipun diakui, di lembaga pendidikan Islam di sekolah telah diajarkan materi pelajaran lain. Bahkan ketika komputerisasi berkembang seperti sekarang ini, dengan serta merta pesantren-pesantren pun memposisikan supaya santri-santrinya dapat menguasai komputer.

Kenyataan ini menunjukkan bahwa pendidikan Islam seperti pesantren siap dan mau mengadaftasikan dirinya. Harapannya agar pesantren tetap eksis di tengah kemajuan jaman yang mengandalkan tekhnologi komputer sebagai dasar kerjanya. Dan sebagai wahana untuk mentransmisikan ajaran Islam.

Metode Diskusi

Dari segi pengunaan metode, persamaan antara pendidikan Islam di pondok pesantren dan sekolah pada umumnya, adalah metode diskusi yang diberikan di sekolah, saat ini juga digunakan di pesantren-pesantren.

Metode ini dapat berfungsi seperti apa yang diungkapkan oleh Abu Bakar Muhammad, bahwa metode berfungsi untuk lebih membangkitkan pikiran dan minat murid untuk aktif, dia sendiri lebih mampu menyiapkan diri sendiri untuk menyampaikan ilmu pengetahuan itu kepada murid dengan cara-cara yang mudah diterima dan lebih mudah difahami. Pendapat sama diungkapkan Imansyah Alpandia yang menyebut fungsi metode adalah untuk untuk membangkitkan minat para murid sehingga seluruh perhatian mereka tertuju pada materi pelajaran yang sedang diajarkan.

Dengan demikian jelaslah bahwa pondok pesantren bukan hanya mampu bertahan, tetapi lebih dari itu dengan penyesuaian, akomodasi dan konsepsi yang diberikan, pesantren pada gilirannya telah mampu mengembangkan diri dan bahkan kembali menempatkan diri pada posisi terpenting dalam sistem pendidikan nasional Indonesia secara keseluruhan.

Metode Wetonan Halaqah

Pesantren, sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia, sejarah perkembangan pesantren memiliki model-model pembelajaran yang bersifat nonklasikal, yaitu mode sistem pendidikan dengan metode pengajaran wetonan dan sorogan. Di Jawa Barat dikenal pula dengan metode bandungan atau halaqah.

Metode wetonan halaqah, yaitu metode yang didalamnya terdapat seorang kyai yang membaca suatu kitab dalam waktu tertentu, sedangkan santrinya membawa kitab yang sama lalu santri mendengar dan menyimak bacaan kyai. Metode ini dapat dikatakan sebagai proses pembelajaran kolektif. Sedangkan sorogan adalah metode pembelajaran yang santrinya cukup pandai men-sorog-kan (mengajukan) sebuah kitab kepada kyai untuk dibaca dihadapannya. Metode pembelajaran ini dapat dikatakan sebagai proses pembelajaran individual. ***H. Edeng Z.A

Bahan Bacaan

Dzofier Dzamaksyari, Tradisi Pesantren dalam Masyarakat Jawa, LP3ES, Jakarta, 1982

Arifin. Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara, 1988.

Martin Van Bruinessen, Kitab Kuning. Bandung: Mizan 1995.

Ginanjar Kartasasmita, Resonansi Republika, 1995.

Malik Fadjar. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia. Jakarta: Depag RI, 1986.

Malik Fadjar. Visi Pembaharuan Pendidikan Islam. Jakarta: LP3NI, 1998.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.