Jika Sudah Sepakat Ishlah, Jangan Dilanggar

0 26

Ishlah sebagai upaya pencapaian kesepakatan bersama demi kebaikan bersama sudah semestinya dilakukan dengan penuh kesadaran dan konsekuen terhadap apa yang telah disepakati. Kesepakatan ishlah tidak boleh dilanggar oleh mereka yang sudah sepakat untuk berishlah.

Al-Barra’ bin Azib berkata; ketika Rasulullah mengadakan perjanjian dengan masyarakat Khudaibiyah Ali bin Abi Thalib menulis perjanjian di antara mereka, lantas ia menulis “Muhammad Rasulullah”.lalu orang-orang Musyrik berkata; Jangan engkau tulis “Muhammad Rasulullah”, seandainya engkau seorang Rasul kami tidak akan membunuh engkau, mereka menyuruh Ali untuk menghapusnya,lalu Ali menolaknya,lalu Rasulullah menghapusnya sendiri dengan tangannya dan beliau mengadakan perjanjian dengan mereka bahwa beliau akan memasuki kota Makkah dengan sahabatnya selama tiga hari, dan tidak boleh masuk Makkah kecuali hanya dengan memakai senjata yaitu hanya sarungnya pedang. (HR. Bukhori)

Jika dilihat dari isyarat bagaimana ishlâh  dan prosesnya dilakukan pada saat itu, nampaknya ada  suatu kebiasaan dan kecenderungan bahwa suatu kesepakatan untuk ishlâh harus disaksikan oleh tokoh, keluarga yang dianggap terpandang. Hal ini penulis analisa tidak lain hanya untuk memberikan legitimasi bahwa proses ishlâh tersebut terjadi secara faktual. Dan agar dapat memberikan jaminan terhadap keberlangungan proses ishlâh tersebut dikemudian hari.

Kalau ishlâh tersebut keberadaannya ditentukan oleh pencantuman nama tokoh/ keluarga yang terpandang sebagai jaminan keberlangsungan-nya. Maka sosialisasi ishlâh tersebut bukan atas dasar isi dan tujuannya. Melainkan semata- mata hanya tertekan oleh kekuatan eksternal yang memaksa ia harus berishlâh. Oleh karena itu hadits di atas memberikan koreksi atas kesalahan sikap tersebut. Di mana suatu ishlâh ditaati dan dipegangi oleh kedua belah pihak adalah atas dasar kesepakatan isi ishlâh. Bukan atas dasar tatanan dan intimidasi pihak lain. Sehingga apapun resikonya ishlâh tersebut harus dijalankan sesuai dengan kesepakatan yang telah dicapai ketika terjadi ishlâh.

Dalam riwayat di atas membicarakan masalah hasil atau kedudukan ishlâh yang tidak diketahui oleh umum. Dalam hadits tersebut tidak dicantumkan nama kakek atau qabilahnya. Hal tersebut mungkin dilakukan jika masalah tersebut memang masyhur. Sehingga tidak perlu untuk mencantumkan nama kakek dan lain- lain. Oleh karena itu apapun hasil/ kesepakatan ishlâh harus dijalankan.

Ishlah dalam Konflik Sosial dan Konflik Individu

Ishlâh dalam hadits di atas adalah Ishlâh dalam konflik sosial. Di mana kedua belah pihak harus menghargai dan menghormati hasil prosesnya. Tetapi jika koflik tersebut adalah konflik individu (keluarga), maka proses Ishlâh-nya harus melalui juru diplomatik. Seperti yang ditegaskan dalam QS. al-Nisâ’:35:

وَإِنْ خِفْتُمْ شِقَاقَ بَيْنِهِمَا فَابْعَثُوا حَكَمًا مِنْ أَهْلِهِ وَحَكَمًا مِنْ أَهْلِهَا إِنْ يُرِيدَا إِصْلَاحًا يُوَفِّقِ اللَّهُ بَيْنَهُمَا إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا خَبِيرًا

Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-isteri itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Al-Marâghi menjelaskan bahwa khitab dalam ayat tersebut secara dhahir ditujukan kepada suami isteri. Tetapi juga mencakup semua orang yang menyaksikan peristiwa tersebut. Terlebih khusus adalah kaum kerabatnya agar berupaya untuk menyeleseikan masalah tersebut jika menyaksikannya. Pengupayaan damai oleh pihak ketiga dari masing- masing keluarga suami isteri tersebut sangat diharapkan. Hal ini agar antara satu pihak dengan yang lain tidak terlalu mudah untuk melanggar dan mengingkari hasil kesepakatan  yang telah dicapai.

Oleh Dr. Ahmad Munir, M.Ag [Dosen Ushuludin STAIN Ponorogo]

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.