Jiwai Produk untuk Menjadi Marketing Handal

0 8

Menjadi Marketing Handal- Jika anda tertidur dengan lelap di malam hari, disebabkan karena di siang harinya bekerja keras yang hampir menghabiskan seluruh energi yang dimiliki, maka, seluruh derekan darah, bersama dengan nafas yang ke luar dan masuk dalam tubuhnya itu, akan dicatat Tuhan sebagai pahala yang tak berhingga. Ia tidur bersama anugerah Tuhan.  Inilah hadits Nabi yang seharusnya digunakan para entrepreneur Muslim. Meski harus juga dicatatakan bahwa terhadap hadits ini, belum banyak ditakhrij para muhadits. Tetapi untuk menjadi sebuah spirit, hadits ini luar biasa ampuhnya bagi para sahabat Nabi dalam menata kehidupan mereka di muka bumi.

Jiwa Marketing adalahKesungguhan

Mereka yang hidup bersama Nabi, selalu sadar bahwa tidak ada sesuatu yang besar yang dipeoleh dengan cara yang mudah. Masyarakat Arab menyebut istilah ini dengan semboyan: Siapa yang bersungguh-sungguh tentang sesuatu, maka, ia akan mendapatkannya. Karena itu, tidak ada sesuatu yang dapat diperoleh seseorang, jika ia tidak melakukan sesuatu itu dengan cara yang serius, sekalipun rasa lelah menghinggapi dirinya terus menerus tanpa henti.

Tradisi ini, oleh masyarakat Muslim, –termasuk masyarakat Muslim awal Nusantara– sejatinya terus menerus ditularkan dan diwariskan. Karena itu, menjadi wajar ketika sejarawan mencatat bahwa tidak ada para ulama yang datang ke Nusantara tanpa pemahamannya yang utuh tentang dunia usaha. Mereka adalah para saudagar yang terus bergerak dari satu titik ke titik lain dalam proses dakwah dan bisnis. Budaya usaha itulah yang menjadi warisan leluhur keislaman Nusantara.

Nenek moyang kita juga saja. Mereka adalah pekerja keras! Mulai dari tukang sorabi sampai kepada mereka yang biasa memproduksi barang-barang bergengsi, hadir sebagai sosok yang bukan saja selalu tidur terlambat, tetapi juga selalu bangun lebih awal.

Produksinyapun, sesungguhnya tidak ada yang dilakukan atas permintaan konsumen. Mereka adalah kelompok nekad. Bergerak dari titik nol  yang sulit diukur. Bergerak dari titik keyakinan. Mereka seolah selalu siap untuk rugi ketika hasil produksinya tidak laku dijual. Buktinya, seberapapun lamanya mereka hidup di bumi, akan melakukan kegiatan yang terus menerus seperti itu tanpa rasa beban membelit pada dirinya. Fakta di lapangan juga menunjukkan bahwa apa yang diproduksi mereka, ternyata selalu habis terjual. Itulah kehebatannya.

Produsen adalah Marketing Handal

Berdasarkan narasi tadi, saya melihat bahwa produsen adalah pemilik kemampuan tingkat tinggi dalam memasarkan setiap produk yang dibuatnya. Dalam bahasa lain, marketing handal setiap produk adalah mereka yang memproduksi barang-barang dimaksud.

Mengapa hal itu bisa terjadi? Setelah saya amati, ternyata karena mereka itulah yang memahami secara utuh tentang suatu produk; mulai dari filosofi, bentuk dan corak, bahan yang digunakan dan mengapa mereka memilih bentuk dan bahan tertentu yang menyebabkan produk dimaksud dia buat. Selain itu, mereka juga yang selalu dirasuki rasa kepemilikan dengan segenap rasa cinta yang tinggi atas setiap produknya.

Mungkinkah mereka yang tidak pernah menjadi produsen tadi dapat menjadi marketing handal? Jawabannya tentu saja! Sepanjang ia memahami setiap titik dari barang yang dia jual. Selain itu, ia juga dituntut mempunyai kecintaan terhadap produk yang dipasarkannya. Tanpa pemahaman dan rasa kepemilikan yang utuh tentang barang yang dijualnya itu, maka, ia tidak mungkin memiliki kemampuan untuk menjual barang dimaksud kepada konsumen secara tepat dan cepat.

Karena itu, sebelum menjual sesuatu, kuasailah barang itu secara utuh, yang mengesankan pada akhirnya, seolah-olah sang marketing itu adalah pemilik produk barang dimaksud. By. Prof. Dr. H. Cecep Sumarna

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.