Walaupun Jumlah Entrepreneur Rendah, Keinginan Berwirausaha Orang Indonesia Tinggi

0 77

Jumlah pelaku wirausaha di Indonesia sampai kini masih belum juga mencapai angka ideal yakni dua persen dari seluruh jumlah penduduk Indonesia. Data terkini dari Global Entrepreneurship Monitor (GEM) menunjukkan ternyata Indonesia baru mempunyai hanya sekitar 1,65 persen pelaku wirausaha dari total jumlah penduduknya yang 250 juta jiwa.

Data itu juga menunjukkan bahwa jumlah yang dimiliki Indonesia tertinggal. Ketimbang 3 negara di kawasan Asia Tenggara yaitu Singapura, Malaysia, serta Thailand. Ketiganya mencatatkan angka 7 persen, 5 persen, dan juga 3 persen dari total jumlah penduduk masing-masing.

Kendati begitu, masih menurut GEM, keinginan rakyat Indonesia untuk menjadi pelaku wirausaha menduduki posisi kedua. Posisi ini hanya satu level di bawah Filipina.

Harusnya Memiliki 10 persen

Sementara, berbagai negara maju seperti Amerika Serikat dan juga Jepang bahkan memiliki jumlah pengusaha lebih dari 10 persen dari total jumlah populasi.

Berangkat dari banyaknya data tersebut, sebagaimana pandangan Presiden Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) Ridwan Djamaluddin saat pergelaran “IA ITB Presidential Lecture” di Kampus ITB, Bandung, tahun kemarin. Pihaknya memunyai tujuan sama yakni untuk meningkatkan jumlah pelaku wirausaha di Tanah Air. Kegiatan satu hari ini menyasar ke alumni ITB. Pembicara tamu dalam kesempatan itu adalah Presiden Asosiasi Alumni Massachusetts Institute of Technology (MIT), perguruan tinggi teknik di Amerika Serikat, yaitu John Crisholm.

Catatan menunjukkan, Crisholm sendiri merupakan sosok yang berpengalaman selama 3 dekade sebagai pelaku wirausaha berbasis teknologi. Khususnya, dalam bidang pemasaran dalam jaringan (online marketing).

Ridwan mengatakan dirinya berharap sisi wirausaha kian meningkat di Indonesia. Termasuk di sini adalah alumni ITB. Untuknya, mereka harus dapat menjadi agen perubahan dengan berkontribusi ke daerah-daerah melalui investasi. Serta kerja sama usaha maupun meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) daerah, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.