Mengenal Karakteristik Pemerintahan Negara Yunani Kuno

0 165

Negara Yunani Kuno merupakan negara tirani. Dengan alasan sebagian besar pemimpin yang pernah berkuasa di negara Yunani Kuno menjalankan pemerintahannya dengan sewenang-wenang.

Tipe negara Yunani Kuno yakni polis, dalam artian negara kota. Dikatakan sebagai negara kota, karena wilayahnya tidak lebih besar dari kota dimana di sekelilingnya terdapat benteng-benteng pertahanan yang bertujuan untuk mempertahankan diri dari serangan musuh. Selain itu penduduknya juga tidak terlalu banyak dan bentuk pemerintahannya demokratis.

Tiga jenis penduduk di Yunani Kuno

  1. Asli

Penduduk asli pribumi Yunani Kuno. Jenis penduduk ini diperbolehkan mencampuri urusan pemerintahan.

  1. Pendatang

Penduduk yang termasuk kedalam golongan pendatang di Negara Yunani Kuno, tidak diperbolehkan mengurusi pemerintahan.

  1. Budak

Walaupun negara yunani bentuk pemerintahannya demokratis, tetapi mereka mengakui perbudakan masih ada di negaranya dan bahkan menjadi hal yang diperbolehkan. Alasan negara Yunani kuno bersikap seperti demikian, karena Negara Yunani Kuno beranggapan bahwa perbudakan adalah sebuah proses alami dalam suatu kehidupan.

Kebiasaan Orang Yunani Kuno

Kebiasaan dari orang-orang Yunani Kuno yakni sangat terbuka dalam membicarakan semua persoalan, khususnya persoalan politik dan persoalan negara. Beberapa latar belakang menyertai hal tersebut diantaranya adalah :

  1. Dikarenakan Negara Yunani Kuno telah mengalami beberapa fase pemerintahan. Dari mulai fase pemerintahan yang berbentuk Monarki lalu aristokrasi lalu tirani sampai pada akhirnya demokrasi. Sehingga timbul suatu rangsangan pemikiran politik dari masyarakat itu sendiri.
  2. Dikarenakan Negara Yunani Kuno beranggapan bahwa negara adalah masyarakat begitu juga sebaliknya. Sehingga masalah bermasyarakat atau pergaulan bersama bisa menjadi masalah kenegaraan. Begitu juga dengan masalah hidup juga dianggap sebagai masalah negara.
  3. Dikarenakan cara hidup mereka yang selalu memperhatikan permasalahan bersama sampai menyelesaikan bersama-sama yang timbul dari diri mereka masing-masing ataupun dari beberapa tuntutan negara.
  4. Penjelasan ataupun penyelesaian suatu masalah sangat tergantung kepada kekuatan argumentasi bukan dari kekuatan senjata. Sehingga sering menimbulkan adu kekuatan argumentasi yang dikemudian hari melahirkan daya nalar yang kritis.

Ketika mencari sebuah keputusan

Dalam mencari sebuah keputusan, rakyat bercampur dengan pemerintah disuatu tempat yang terbuka, tempat itu dinamakan Ecclesia. Perdebatan demi perdebatan memenuhi arena tempat tersebut sampai menghasilkan sebuah keputusan. Namun pemerintah tidak serta merta memperbolehkan rakyatnya mencampuri urusan pemerintahan dari mulai kesulitan-kesulitan yang tengah dihadapi, sampai kepada beberapa perbaikan yang perlu diperbaiki di negara secara bersama-sama. Dengan kata lain ada persyaratan khusus bagi rakyat yang ingin mencampuri urusan pemerintah yakni harus mempunyai pengetahuan yang tidak sedikit.

sumber : Sarja. 2016. “Negara Hukum Teori dan Praktek”. Yogyakarta : Thafamedia.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Komentar
Memuat...