Karakteristik Perlawanan Kaum Proletar

0 109

Karakteristik Perlawanan Kaum Proletar. Kehadiran agama merupakan respons terhadap problematika kehidupan manusia. Dalam hal ini, misi utama agama (Islam) adalah melakukan perubahan menuju struktur kehidupan yang berkeadilan. Perubahan bagi masayarakat berawal dari perubahan ideologi yang merupakan cermin dari realitas kehidupan yang diinginkan oleh masyarakat itu sendiri. Dalam hal ini, kemiskinan dan ketidakmampuan masyarakat, diprediksikan terkait dengan kemiskinan ideologi dan keyakinannya.

Teologi akan menjadi konsep yang tertuduh untuk ketidakberdayaan tersebut. Orang miskin dengan kekurangan yang ada padanya, juga berpengaruh dengan keyakinannya. Keyakinan kelompok miskin biasanya bersifat deterministik yang selalu mengandaikan kemapanan. Melalui pencarian epistemologi ayat-ayat bernuansa proletariat, diharapkan dapat menemukan karakter perubahan kaum proletar.

Proletar adalah istilah yang diberikan Karl Marx dan pengikut-pengikutnya. Karl Marx membagi strata sosial saat dia hidup menjadi dua, yaitu masyarakat kaya dan masyarakat miskin. Masyarakat kaya dia sebut dengan kelompok borjuis, sementara kelompok miskin disebut kaum proletar. Proletar berarti diadopsi dari istilah Marxian yang memiliki arti kelompok miskin.

Kelompok miskin dimaksud tidak ditentukan oleh status pekerjaan, tetapi ditentukan oleh status kepemilikan alat-alat produksi. Karena itu masuk dalam kelompok miskin, bila dihubungkan dengan realitas saat ini adalah para buruh peminta-minta, pengamen jalanan dan siapapun yang memiliki penghasilan dari usaha kepada orang lain, atau menggantungkan hidupnya kepada orang lain. Istilah “miskin” adalah payung yang bisa mewakili dari kelompok proletar.

Kelompok proletar memiliki konotasi dinamis. Proletar dalam bayangan pengikut kiri, adalah kelompok miskin yang diharapkan dapat melakukan gerakan untuk sebuah perubahan. Untuk merubah nasibnya, kelompok proletar harus mengorganisasikan diri. Kelompok proletak sadar bahwa nasib mereka bukanlah disebabkan karena mereka kurang keras bekerja, namun karena sistem yang menjadikan mereka seperti itu. Penindasan yang menimpa kaum proletar bersistem secara korporasi yang memasung mereka agar tetap miskin.

Karakteristik Nasib Kaum Proletar

Kelompok miskin yang dikategorikan sebagai kaum proletar, memiliki beberapa kesamaan nasib di antaranya: Pertama, kelompok yang diperlakukan secara tidak adil. Pengikut kiri menganggap bahwa orang asing menerima ketidakadilan dalam bentuk dua alienasi yakni alienasi dari barang produksi. Mereka bekerja tetapi tidak memakai atau menikmati hasil dari apa yang mereka lakukan. Kemudian alienasi dari teman sejawatnya. Mereka bekerja laksana mesin, siapa kuat dia dapat. Tidak jarang antar mereka terjadi persaingan dan permusuhan karena ingin bertahan atau mendapatkan promosi jabatan di atasnya. Pelaku kerja berkerja tanpa melihat batas waktu, namun hasil yang mereka dapat tidak sebanding dengan keringat yang dikeluarkan.

Kedua, kelompok yang ditindas oleh sistem. Posisi lemah mereka membuat mereka tidak kuasa untuk protes. Ancaman PHK atau ancaman tidak dapat pekerjaan membayangi mereka menuntut keadilan. Mereka dipaksa bekerja, ditindas atas nama sesuap nasi. Ketiga, kelompok yang menuntuk pembelaan. Pembelaan dimaksud tidak hanya pembelaan fisik, namun juga pembelaan norma dan agama. Kaum proletar seringkali belum memahami proletaratan mereka.

Mereka mengalami “kesadaran palsu”, seolah-olah mereka terbantu, padahal sebaliknya mereka ditindas. Pembelaan, karena itu, berkisar pada dua hal, yaitu pembelaan paradigmatis. Pembelaan yang mengurusi pada wilayah nalar, penyebab konstruksi nalar. Wilayah nalar adalah penyadaran nalar bahwa mereka dalam kondisi tidak adil. Penyebab konstruksi nalar bisa berbentuk norma sosial masyarakat atau juga dari teks kitab suci yang ditafsiri secara individual. Inilah pedoman kelompok kiri dalam strategi gerakan, yaitu memperbaharui paradigma kelompok proletar untuk kemudian melakukan revolusi sosial.

Komentar
Memuat...