Karakteristik Perlawanan Kaum Proletar

4 65

Karakteristik Perlawanan Kaum Proletar. Kehadiran agama merupakan respons terhadap problematika kehidupan manusia. Dalam hal ini, misi utama agama (Islam) adalah melakukan perubahan menuju struktur kehidupan yang berkeadilan. Perubahan bagi masayarakat berawal dari perubahan ideologi yang merupakan cermin dari realitas kehidupan yang diinginkan oleh masyarakat itu sendiri. Dalam hal ini, kemiskinan dan ketidakmampuan masyarakat, diprediksikan terkait dengan kemiskinan ideologi dan keyakinannya.

Teologi akan menjadi konsep yang tertuduh untuk ketidakberdayaan tersebut. Orang miskin dengan kekurangan yang ada padanya, juga berpengaruh dengan keyakinannya. Keyakinan kelompok miskin biasanya bersifat deterministik yang selalu mengandaikan kemapanan. Melalui pencarian epistemologi ayat-ayat bernuansa proletariat, diharapkan dapat menemukan karakter perubahan kaum proletar.

Proletar adalah istilah yang diberikan Karl Marx dan pengikut-pengikutnya. Karl Marx membagi strata sosial saat dia hidup menjadi dua, yaitu masyarakat kaya dan masyarakat miskin. Masyarakat kaya dia sebut dengan kelompok borjuis, sementara kelompok miskin disebut kaum proletar. Proletar berarti diadopsi dari istilah Marxian yang memiliki arti kelompok miskin.

Kelompok miskin dimaksud tidak ditentukan oleh status pekerjaan, tetapi ditentukan oleh status kepemilikan alat-alat produksi. Karena itu masuk dalam kelompok miskin, bila dihubungkan dengan realitas saat ini adalah para buruh peminta-minta, pengamen jalanan dan siapapun yang memiliki penghasilan dari usaha kepada orang lain, atau menggantungkan hidupnya kepada orang lain. Istilah “miskin” adalah payung yang bisa mewakili dari kelompok proletar.

Kelompok proletar memiliki konotasi dinamis. Proletar dalam bayangan pengikut kiri, adalah kelompok miskin yang diharapkan dapat melakukan gerakan untuk sebuah perubahan. Untuk merubah nasibnya, kelompok proletar harus mengorganisasikan diri. Kelompok proletak sadar bahwa nasib mereka bukanlah disebabkan karena mereka kurang keras bekerja, namun karena sistem yang menjadikan mereka seperti itu. Penindasan yang menimpa kaum proletar bersistem secara korporasi yang memasung mereka agar tetap miskin.

Karakteristik Nasib Kaum Proletar

Kelompok miskin yang dikategorikan sebagai kaum proletar, memiliki beberapa kesamaan nasib di antaranya: Pertama, kelompok yang diperlakukan secara tidak adil. Pengikut kiri menganggap bahwa orang asing menerima ketidakadilan dalam bentuk dua alienasi yakni alienasi dari barang produksi. Mereka bekerja tetapi tidak memakai atau menikmati hasil dari apa yang mereka lakukan. Kemudian alienasi dari teman sejawatnya. Mereka bekerja laksana mesin, siapa kuat dia dapat. Tidak jarang antar mereka terjadi persaingan dan permusuhan karena ingin bertahan atau mendapatkan promosi jabatan di atasnya. Pelaku kerja berkerja tanpa melihat batas waktu, namun hasil yang mereka dapat tidak sebanding dengan keringat yang dikeluarkan.

Kedua, kelompok yang ditindas oleh sistem. Posisi lemah mereka membuat mereka tidak kuasa untuk protes. Ancaman PHK atau ancaman tidak dapat pekerjaan membayangi mereka menuntut keadilan. Mereka dipaksa bekerja, ditindas atas nama sesuap nasi. Ketiga, kelompok yang menuntuk pembelaan. Pembelaan dimaksud tidak hanya pembelaan fisik, namun juga pembelaan norma dan agama. Kaum proletar seringkali belum memahami proletaratan mereka.

Mereka mengalami “kesadaran palsu”, seolah-olah mereka terbantu, padahal sebaliknya mereka ditindas. Pembelaan, karena itu, berkisar pada dua hal, yaitu pembelaan paradigmatis. Pembelaan yang mengurusi pada wilayah nalar, penyebab konstruksi nalar. Wilayah nalar adalah penyadaran nalar bahwa mereka dalam kondisi tidak adil. Penyebab konstruksi nalar bisa berbentuk norma sosial masyarakat atau juga dari teks kitab suci yang ditafsiri secara individual. Inilah pedoman kelompok kiri dalam strategi gerakan, yaitu memperbaharui paradigma kelompok proletar untuk kemudian melakukan revolusi sosial.

  1. Alldi Nurcahya / PPI berkata

    Pertanyaanya adalah Dimana posisi kita saat ini? Apakah termasuk Proletar atau Borjuis?

    Dalam sistem ekonomi kapitalisme kamu Proletar adalah kaum dengan strata sosial paling rendah, meski demikian memiliki peranan urgen dalam produkstifitas prusahaan. Yang paling penting saat ini adalah saling menghargai akan perbedaan tanpa ada diskriminasi. Kita tahu bahwa dunia menuntut keseimbangan, saling take and give, ada tangan diatas ada dibawah atau saling membutuhkan.

    Realitas ketika demo “Hari Buruh Nasional” dalam bahasa kerennya may day para kaum proletar sudah banyak yang pakai “Ninja 4 Tax”.

    Thanks

  2. Imam Bukhori - PPI berkata

    Sangat menarik ketika kita membaca maupun berbicara mengenai proletar. Yah, karena kita semua manusia pekerja yang tidak lain kita berusaha mendapatkan suatu bentuk benda yang disebut uang, duit atau dengan istilah upah. upah menjadi bagian terpenting bagi manusia untuk dapat hidup. Artinya, dalam konteks proletariat disbeut dengan dialektika proletar atau buruh yakni, buruh butuh hidup, untuk melaksanakan keberlangsungan kehidupan buruh harus bekerja untuk mendapatkan upah, dan upah dibelanjakan dengan untuk digunakan belanja kebutuhan pokok atau makanan. Dengan kasarnya orang bilang tidak makan adalah mati, itulah dialektika yang berlaku bagi buruh atau proletar. Seiring dengan hal tersebut, keberadaan proletar sangatlah mekanis dalam kaidah ini terbingkai atas logika formal yang berlaku bagi keidupan buruh. Maka, agar tidaklah mekanis perlu rumus proletar dengan pengistilahan logika dialektik yang didasari logika marxisme, artinya sperti keadaan buruh akan berubah ketika buruh atau proletar dapat melaksanakan hukum-hukum revolusi buruh.

    Pada hakikatnya, buruh atau proletar ialah kelas terendah dalam hubungan industri. Didalamnya, kelas proletar / buruh hanya mengandalkan tenaga sebagai jasa yang ditawarkan untuk dapat ditukar dengan upah, entah itu buruh industri, buruh tani, atau buruh-buruh lainnya. Hal ini tentunya tdak dapat ditarik kedalam bingkai “miskin” secara menyeluruh, seperti halnya petani miskin, pedagang miskin, dsb. Karena petani miskin dan juga pedagang kecil ialah berada pada ststus kepemilikan tanah dan ketidak mampuan bersaing dengan pemodal besar. Sehingga istilah lokal menyebutnya kaum miskin, yang memang didalamnya buruh andil dalam kelasifikasi tersebut.

    Keadaan buruh tidak akan berubah ketika keadaan tersebut tidak diurai diurai dengan suatu tindakan untuk mengorganisasikan dirinya, atau pasrah dengan keadaan. Maka sampai kapanpun bahwa buruh adalah miskin, karena tidak adanya kesadaran kolektif. Artinya, dengan pengorganisasian tersebut, buruh dapat membentuk suatu sikap bersama secara kolektif untuk dapat berdiplomasi dalam menyesuaikan kebutuhan hidup secara layak. Berbeda halnya pada kondisi sewaktu revolusi buruh di eropa, yang memang keadaan buruh saat itu ialah penghisapan tenaga buruh atau antara upah dan dan waktu kerja tidaklah sesuai. Sehingga alienasi pekerja sangatlah terasa.

    Konteks kekinian, upaya buruh mestinya optimal bukan hanya membentuk kolektifitas individu, namun selebihnya mengupayakan penyesuaian waktu dan posisi kerja untuk dapat melakukan andil dalam politik pengupahan agar sesuai. Lagi-lagi, kesadaran kolektif masihlah kurang sehingga memberikan celah untuk tidak layaknya pengupahan dan juga pencederaan politisisasi kebijakan pengupahan, yang dilakukan onknum-oknum yang berkolaborasi dengan pejabat industri, sejenis atau diluarnya yang memberikan ekses bagi buruh. lain dari istilah dikotomik diantara serikat buruh sangat melekat dengan pelabelan serikat merah dan kuning.

    mohon koreksinya bila saya keliru. Trima kasih.

  3. Dewi puji astuti berkata

    Proletar atau dalam bahasa yang sehari hari kita bilang itu masayarakat “miskin” memang terjadi diskriminasi strata sosial dalam masyarakat sosial apalagi masyarakat yang mempunyai sistem kasta

    1. Lanlan Muhria berkata

      begitulah realitas yang kita hadapi hari ini

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.