Karir Politik M. Roem | Tokoh Politik Islam Indonesia Part 4

Karir Politik M. Roem Tokoh Politik Islam Indonesia Part 4
0 42

Karier Politik M. Roem. Tokoh politik Islam [Masyumi] lain yang diakui kehandalannya pada kelas dunia. Dia adalah salah satu sosok penting yang berhasil membawa Indonesia merdeka, melalui upaya diplomatik. Diketahui bersama bahwa, perjuangan kemerdekaan Indonesia, diperjuangkan melalui du acara; perang dan diplomasi. Roem adalah salah satu tokoh penting yang membawa perjuangan kemerdekaan melalui jalur diplomasi. Perjanjian Roem-Roijen selama masa revolusi, berhasil melalui upaya diplomatik yang salah tokoh pentingnya adalah Mohamad Roem.

Masa Kecil Mohammad Roem

Mohamad Roem, lahir di Parakan, Temanggung Jawa Tengah. Kondisi Indonesia masih berada dalam kekuasaan pemerintahan Hindia Belanda. Ia lahir pada 16 Mei 1908 di Parakan dan meninggal pada 24 September 1983 di Jakarta. Lahir dari seorang ayah Aristokrat Jawa bernama Dulkarnaen Djojosasmito, dan ibu bernama Siti Tarbijah. Masa kecil Roem dihabiskan di Parakan.

Namun ketika terjadi wabah Kolera dan Influenza di Parakan, keluarganya pindah ke Pekalongan. Wabah ini dianggap menular dan membahayakan kesehatan masyarakat.  Ia bersama keluarganya pindah dan lama menetap di Kota Pekalongan.

Pada tahun 1915, ia belajar di Volksschool. Dua tahun kemudian, ia melanjutkan ke Hollandse Inlandsche Sekolah sampai tahun 1924. Pada tahun yang sama [1924], ia mendapat beasiswa untuk belajar di School Tot Opleiding van Indische Artsen [STOVIA]. Selah tiga tahun, selesailah tahap pendahuluan dan ia dipindah ke Algemene Middelbare Sekolah. Di sekolah ini, ia lulus tahun 1930.

Aktivitas Sosial dan Politik

Menjadi ahli hukum sebenarnya, bukan merupakan cita-citaya. Ia tadinya ingin menjadi dokter, namun gagal Karena ditolak. Akhirnya ia mengikuti pendidikan tinggi di Rechtshoogeschool te Batavia (Sekolah Tinggi Hukum Jakarta), yang lulus pada tahun 1939. Ia memperoleh gelar Meester in de Rechten pada tahun 1939. Sejak saat itu, namanya menjadi Mr. Mohamad Roem.

Sejak muda, Roem adalah aktivitis Islam. Ia tergabung dalam Obligasi Jong Islamieten, sejak tahun 1924. Setahun kemudian [1925], ia mengikuti kegiatan di Sarikat Islam. Setelah Indonesia memproklamirkan diri sebagai negara merdeka, Roem terlibat dalam kegiatan kemerdekaan. Ia menjadi anggota delegasi Indonesia di Perundingan Linggar Jati Kuningan (1946) dan Perjanjian Renvile (1948). Pada tahun 1949, ia juga pemimpin delegasi di Perjanjian Roem Roijen yang membahas batas Indonesia dan ditandatangani pada tanggal 7 Mei 1949.

Berbagai keberhasilan yang diperankan Roem, telah membuat dirinya diangkat menjadi Wakil Perdana Menteri ke 10, saat Ali Sastroamidjoyo [1956-1957] menjadi Perdana Menteri. Ia menjadi Menteri Luar Negeri [Kabinet Natsir], dan Menteri Dalam Negeri [Kabinet Syahrir III].  Berbagai Sumber Bacaan By. Prof. Cecep Sumarna

Komentar
Memuat...