Kaum Ibu di Ranah Publik Makin Suram

0 6

Gelombang gerakan kaum perempuan Indonesia mulai menampakkan gejala baru. Suatu gejala di mana para wanita mulai meninggalkan dunia kerja. Banyak di antara mereka justru memilih ke luar dari profesi yang sebelumnya dianggap mapan dan bergengsi.

Tirto dalam merilis soal ini dengan tulisan berjudul Mengapa Perempuan Milineal Memilih Ke luar dari Kerja? Melalui reporter Patresia Kirnandita, 22 Juni 2017, menyebut bahwa 67 persen perempuan milenial berkemungkinan meninggalkan pekerjaannya dalam lima tahun. Data ini diperoleh Tirto Berdasarkan Deloitte Millenial Survey 2016.

Jumlah sebesar itu, 48 persen di antaranya ke luar karena merasa tidak betah bekerja di suatu perusahaan. Kebanyakan mereka merasa terabaikan atas potensi yang dimilikinya. Banyak perempuan Millinea merasa sulit mencapai posisi bergengsi di suatu kantor di mana mereka bekerja.

Tirto juga mengungkap laporan International Consortium for Executive Development Research (ICEDR) yang direleas Harvard Bussines Review yang menunjukkan bahwa perempuan milenial meninggalkan profesi pekerjaannya karena upah tidak sesuai dengan harapan.

Diskriminasi yang berbasis gender dalam soal pengupahan menjadi faktor lain. Hal ini sebagaimana dapat dicatat dalam laporan ILO mengenai kesenjangan gaji antara laki-laki dan perempuan. Kesetaraan dalam pengupahan tampaknya berdasarkan analisa ILO baru akan terjadi setelah 70 tahun masa yang akan datang.

Ke Mana Kaum Perempuan Bermuara

Jika ada pertanyaan ke mana muara kaum perempuan dalam pengembangan jati dirinya hari ini dan di masa yang akan datang. Rupanya mereka lari ke dunia usaha. Mereka lebih memilih untuk mengembangkan kariernya dalam dunia usaha. Mereka rata-rata merintis usaha, meskipun tampak sangat sederhana.

Banyak di antara kaum perempuan yang mengembangkan dunia usaha mulai dari home industri, sampai perusahaan-perusahaan yang berskala menengah dan makro. Meski harus juga diakui kalau mereka lebih banyak memilih untuk memasuki industri pakaian dan bisnis kuliner.

Kebanyakan kaum perempuan memilih memasuki dunia usaha, karena dengan dunia usaha itu, mereka lebih banyak memiliki waktu luang, hidup bersama keluarga menjadi lebih dinamis dan lebih banyak, serta tentu akan memiliki dampak pada perolehan keuangan secara signifikan. Betulkah analisa seperti ini akan terjadi … H. Cecep Sumarna

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.