Kayla Akhirnya Aborsi | Candu Asmara Remaja Part – 4

33 635

Dalam ketertekanan bathin yang berat, Kayla dipaksa orang tuanya untuk menggugurkan bayi dalam kandungannya. Tak mungkin rasanya jika Indra dan Shofia harus segera berganti posisi dari seorang ayah dan ibu menjadi seorang kakek dan nenek. Kami merasa masih sangat muda. Kayla masih terasa sebagai bayi yang dipaksa harus segera berubah posisi menjadi seorang ibu.Tentu selain karena bagaimana nasib dan masa depan keluarga mereka di mata masyarakat lain.

Dalam anggapan Indra dan keluarganya, Kayla masih sangat muda. Ia memiliki peluang untuk tetap meneruskan sekolahnya ke jenjang yang lebih tinggi. Meski ia harus kembali merogoh saku koceknya guna pendidikan anaknya itu, ia akan mempersiapkan diri untuk memeindahkannya ke sekolah lain, tentu jika proses pengguran itu berhasil dilakukan.

Anggapan ini diperkuat dengan bagaimana sikap negatif manusia di sekitar rumah mereka jika tahu kalau Kayla melahirkan seorang anak. Dilihat dalam kaca mata apapun, keluarga Indra akhirnya memutuskan untuk memaksa Kayla menggugurkan kandungannya. Mereka juga sesungguhnya sadar jika Kayla menolaknya dengan keras. Sampai suatu waktu, Kayla hampir mau bunuh diri, jika, orang tuanya tetap memaksa untuk menggugurkan janin yang ada dalam kandungannya itu.

Indra tahu kalau Kayla menolak aborsi. Sama juga Indra dan Shofia mengetahui kalau Kayla masih menjalin komunikasi secara sembunyi-sembunyi dengan Fredy. Kayla tampaknya selalu meminta pertimbangannya kepada Fredy ketika bayi yang dikandungnya harus dia gugurkan. Indra dan Shofia membaca ratusan sms Kayla kepada Fredy akan keinginan kedua orang tuanya yang memintanya untuk menggugurkan bayi dalam kandungannya.

SMS Kayla kepada Fredy

Dalam salah satu sms yang dikirim Kayla kepada Fredy, ia menuliskan pesan sebagai berikut: “Fredy sayang … Kau adalah kekasihku yang paling aku cintai. Seorang laki-laki yang melumatkan seluruh rasaku kepada apapun selain kepada dirimu. Laki-laki yang telah kurelakan seluruh harta kekayaanku kepadamu berupa keprawanan dan darah pertamaku.

Aku kata Kayla, akhirnya tak kuasa menolak ajakan kedua orang tuaku untuk menggugurkan benih cinta kasih dan sayangku bersama kamu. Buah cinta yang sekarang bersarang dalam rahiem-ku ini. Meski aku tahu betapa kau marah atas rencana aborsi ini. Tetapi, akhirnya aku tak kuasa menolaknya. Jujur, aku tak kuasa. Maafkan aku”.

Dengan mata yang polos, kosong dan cenderung pelamun itu, Kayla akhirnya mengikuti paksaan kedua orang tuanya. Ia berangkat dengan tubuh yang sangat lemah, karena, beberapa hari ini ia malas makan. Kondisi itu diperparah dengan situasi psikologis keluarganya yang tiada henti memarahinya. Semua waktu, pagi, siang maupun malam, Kayla terus menerus mendapat hardikan kedua orang tuanya.

Dengan tubuh yang lemah, Kayla akhirnya berangkat menemui satu rumah sakit dengan rumah sakit lain. Dari satu klinik ke klinik lain, dan dari satu dokter kandungan ke dokter kandungan lain. Mereka semuanya menolak. Menolak untuk menggugurkan sebuah cabang bayi yang sudah memiliki nafas.

Dukun Beranak Mengakhiri Segalanya

Akhirnya, keluarga Kayla membawanya ke dukun beranak yang tempatnya sangat jauh dari rumah mereka. Mereka melewatinya dalam waktu enam jam dengan jalan yang berliku, terjal dan tidak halus. Mereka datang ke di kaki gunung Salak. Di tempat inilah, erangan kebahagiaan yang biasa dialami Kayla saat melakukan hubungan seks bersama Fredy, naik ke puncak asmara dengan sejumlah senyum bahagia, tiba-tiba berganti menjadi erangan-erangan kuat menahan rasa sakit. Sakit yang tiada peri, terutama saat dukun beranak itu mengurut dan meremas perutnya dengan kasar.

Inilah jeritan Kayla yang dalam kasus tertentu sangat memungkinkan dirinya justru mati. Jerit tangis Kayla, saat dia terpaksa harus menggugurkan bayi dalam kandungannya yang sudah menginjak 120 hari itu, telah menyebabkan seluruh keluarganya berada dalam ketakutan yang luar biasa juga. Seperti telah disebut sebelumnya, kedatangan keluarga Kayla ke dukun beranak itu, dilakukan karena beberapa rumah sakit, poliklinik dan dokter kandungan menolak untuk menggugurkan kandungan Kayla. Termasuk dokter dan rumah sakit di luar Bandung.

Di rumah dukun beranak itu, darah segar mengucur deras dari mis “V” Kayla. Dengan erangan kesakitan yang meronta-ronta, akhirnya, membuat orang tua Kayla pasrah sepenuhnya kepada hukum alam dan hukum Tuhan. Inilah suasana yang cukup menegangkan dalam waktu yang cukup panjang juga.

Proses yang dilewati dalam pengguguran, hampir memakan waktu selama 4 jam itu, akhirnya, membuat bayi seukuran tangan anak kecil, dipaksa ke luar  oleh dukun beranak dengan cara memasukan beberapa jari tangannya ke dalam mis “V” Kayla. Ke luarlah bayi itu dari mis “V” Kayla. Ternyata seluruh organ tubuh bayi itu sudah lengkap. Tak ada satupun yang tersisa.

Indra dan Shofia, membungkus bayi kecil itu dengan kain putih. Diikat dengan lima ikatan seperti layaknya manusia biasa yang mati. Dengan deraian air mata yang kuyu dan sayu, Indra menguburkan bayi dalam jarak kurang lebih 200 meter dari tempat di mana dukun beranak berada. Kayla sendiri ditidurkan di ranjang kotor dan tidak empuk. Ia berbaring lemah dan ia mengalami goncangan bathin dan jiwa yang sangat tinggi. Sementara itu, darah belum juga dapat dihentikan. Tubuh Kayla semakin pucat dan sedikitpun tidak tampak seperti tubuh yang memiliki darah.

Setelah Proses Aborsi

Akhirnya, Kayla diberi minuman ramuan khas dukun beranak. Beberapa jam kemudian, berhentilah cucuran darah segar dari mis “V”nya. Kayla diberi makanan dan minuman segar. Lalu kemudian ia tertidur pulas. Indra dan Shofia pulang. Sementara, Kayla tetap berada di situ karena dukun beranak menyarankan agar Kayla jangan dibawa pulang terlebih dahulu. Indra, jangan bawa pulang anak ini.

Paling tidak setelah tiga hari dia di sini, ia baru kuidzinkan pulang. Percayalah aku akan merawatnya dengan baik di sini. Atas saran dukun beranak itu, Kayla akhirnya tinggal di situ ditemani pembantu keluarga Indra.

Besok hari, setelah proses aborsi, Kayla mulai pulih. Pikirannya mulai tenang dan normal. Mukanya tak sepucat mayat. Ia kembali seperti seorang gadis yang sangat cantik. Ia meminta tolong kepada pembantu keluarganya dengan mengatakan: “Bi … sini. Aku ada perlu. Si Bibi datang dengan mengatakan: Iya non … ada apa? Aku pinjam HP bibi. Iya non ini! Tapi bibi jangan di sini ya aku malu. Baik non … si bibi ke luar dari kamar.

Rupanya, Kayla menelephon Fredy. Hello … siapa ini? Kata Fredy. Sayang ini aku kata Kayla pelan. O .. ya. Apa kabar. Begini yang … aku baru berhasil menggugurkan anak kita. Maafkan aku ya … HP dimatiin sama Kayla. Ia tak kuasa berkata. Ia lalu menangis tersedu-sedu. Ia merasa menyesal mengapa bayi ini digugurkan. Inilah bayi yang mempertemukan ovum-ku dengan spermatozoa-nya dalam ikatan cinta tulus dari seorang laki-laki yang demikian tulus mencintaiku dan aku bahagia bersamanya. Bathin Kayla bergumam.

Tiba-tiba HP yang ada di sekitar Kayla berbunyi: Hello Kayla sayang … mengapa HP-nya mati. Dengan suara parau penuh tangisan, Kayla mengatakan: “Fredy aku mencintai kamu”. Aku takut kehilanganmu, tapi aku tak kuasa”. Fredy tak ada waktu yang kumiliki selain aku merasa bahwa betapa aku akan mencintai kamu sampai kapanpun. HP itu kembali dimatikan …. By. Charly Siera — Bersambung.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

  1. Andriyani berkata

    Assalamualaikum Wr. Wb
    Setelah membaca novel candu asmara remaja part 4 ini saya pribadi mendapat terjadi konflik yang sudah sangat menakutkan, kenap bisa sangat menakutkan karena bahwasanya yang terdapat pada part 4 ini keluarga kayla atau orang tua kayla menyuruh hal yang tidak sepatutnya, kita semua tau bahwa yang namanya aborsi itu tidak baik bahkan terbilang perkara yang kejam dan sudah pasti dipandang tidak baik oleh agama, memang sifat atau rasa khawatir yang dirasakan kedua orang tua kayla ini sangat manusiawi tapi kedua tidak berfikir panjang tentang apa yang nanti terjadi dan bagaimana dengan putrinya tentu tindakan seperti itu juga menjadi cambuk besar baginya bahkan tekanan yang mendalam

  2. Merlindia Widia Ningsih berkata

    Dalam novel candu asmara part 4 ini, peran orang tua Kayla salah dalam mengambil tindakan, Karena menyuruh kayla untuk aborsi. Perbuatan aborsi tersebut perbuatan yang dilarang oleh agama. Yang dimana bayi yang tidak berdosa ini menjadi sasaran akibat perilaku orangtua nya yang melakukan hubungan di luar nikah.

  3. Anton Mulyono berkata

    Di part 4 ini, peran keluarga sangat buruk dalam mendidik anak-anak nya . Mestinya keluarga nya membiarkan si bayi lahir kedunia terlebih dahulu,dan tidak boleh bertindak sendiri. Pendidikan menjadi faktor utama keberhasilan keluarga dalam mendidik anak maka dari itu orang tua harus berani ambil resiko demi kebahagiaan seorang anak.

  4. FATLIKHA WATI berkata

    Assalamualaikum wr wb
    Dalam part 4 ini ,tidak ada orang tua yang ingin anak perempuannya kehilangan kehormatannya Sebelum dia menikah . orang tua kurang mengawasi pergaulan anak- anaknya yng sudah terjebak dalm pergaulan bebas, dengan melakukan perbuatan aborsi maka semuanya akan baik tidak , tapi melainkan akn semakin buruk bagi kayla, orang yang melakukan aborsi adalah orang yang bodo yang mana dalam agama kita yaitu hukumnya kharam,tidak hanya agama melainkan hukum di indonesia dan medispun sama.

  5. Muhamad Hananda berkata

    Seharusnya orang itu bisa mengarahkan anaknya k dalam hal yg positif bkn menjerumuskan k dalam hal yg negatif ,seperti menggugurkan atau mengaborsi bayi yg ada d dalam rahim Kayla karena cara itu sangat berbahaya untuk keselamatan kayla dan bayi nya dan cara tersebut telah d dilarang oleh agama ..

  6. haniza mariana berkata

    Dalam part 4 ini nilai pendidikan yang di paparkan ialah buah dari perbuatan yang kita lakukan akan di rasa oleh kita sendiri, jadi pada intinya nilai pendidikan yang di sampaikan penulis ialah dalam bertidak ataupun berprilaku kita harus memikirkan apa hasil dari tindakan kita nantinya,kita harus berfikir apa yang akan terjadi jika saya melakukan ini,?apa hasil dari perbuatan saya jika saya melakukan tindakan ini,?nah jadi intinya penulis menyarankan kita dalam bertindak harus memikirkan hasil dari tindakan yang kita lakukan..

  7. Musfiq Hadining Amrullah berkata

    Asssalamualikum wr .wb
    Setelah saya membaca part 4 ini saya dapat menyimpulkan bahwa peran keluarga indra untuk mendorong anaknya untuk lebih dewasa dan bisa bertangung jawab atas apa yang telah dilakukanya tergolong rendah hal ini terbukti ketika indra meminta kayla untuk menggurkan buah cintanya atas dasar untuk menjaga nama baik dan kehormatan keluarga . Padahal bisa saja setelah aborsi dilakukan denga sukses sianak kembali melakukan perbuatan yang sama dan hamil kembali karena pola pikrnya sudah berisi ah jika hamil lagi itu gampang tinggal aborsi saja.

  8. Rismawati berkata

    Tindakan kayla sangatlah tidak baik, karena bayi yang tidak berdosa itu tanpa berfikir lagi mengaborsinya. Sungguh perilaku itu sangat-sangat dibenci oleh Allah. dan sebagai orangtua sangatlah gagal untuk mendidik anaknya.

  9. Nur Iqrima berkata

    Dalam part 4 ini, keperdulian orang tua yg sangat berlebihan. Karena kenapa? Mereka terlalu peduli sama nanti omongan tetangga, saudara sekitar. Bukan memperdulikan seberapa takutnya kyla dalam melakukan perbuatan menggugurkan kandungannya.
    Orang tua yang baik, dan paham tentang agamannya, seharussnya tidak melakukan hal aborsi semacam itu, membunuh anak yang tidak berdosa karena perlakuan orang tua nya yg salah jalan. Orang tua yang baik, mengayomi kayla bukan malah memojokkannya, bicara baik”, solusi terbaiknyaa gimna untuk masalah ini, bermusyawarah semua anggota keluarga, jangan sampai memutuskan sesuatu yang nantinya akan fatal akibatnya.

  10. Danty Adi Sudarno Jafar berkata

    Pelajaran yang saya dapat ialah, banyak nya pasangan yang melakukan hubungan suami-istri diluar pernikahan, mereka memutuskam untuk menggugurkan anak yang mereka buat sendiri untuk kehidupan diri sendiri, untuk menutupi aib mereka yang mereka buat sendiri, supaya tidak ada orang lain yang mencibirnya, memakinya atau mengejeknya.

  11. Nurul Faridah berkata

    Seharusnya bayi yang ada di dalam kandungan kayla tidak di aborsi sebab bagi yang ada di dalam rahim kayla tidak bersalah, dan harus siap menerima resiko hujatan dari orang sekitarnya, berani berbuat berani bertanggung jawab

  12. Nisa berkata

    Dalam suatu pendidikan yang seharusnya diajarkan oleh orangtua terhadap anaknya yaitu mengajarkan tentang ketauhidan juga keimanan. Sedangkan yang terdapat dalam cerita bagian ini, orangtua sama sekali tidak mengajarkan tentang keimanan mereka terhadap Kayla, justru mereka tidak peduli dari akibat proses aborsi tersebut yang juga bisa saja merenggut nyawa Kayla. mereka masih memikirkan ego nya masing masing.
    Aborsi merupakan sesuatu yang sangat dilarang oleh Allah swt , tetapi mereka menyuruhnya melakukan hal tersebut terhadap Kayla anaknya.

  13. Irfan Sahroni berkata

    Dari novel diatas peran orang tua yang tidak baik karena bukannya menasehati anak kepada hal kebaikan malah menyuruh anak untuk melakukan yang dilarang oleh normal-normal agama. Hanya karena malu dengan tetangganya sampai kedua ornag tua kayla tega untuk mengambil resiko yang begitu besar bukan hanya pada banyinya saja yang harus kehilangan nyawanya, namun dari sang ibu juga harus mempertaruhkan nyawanya.

  14. Muhammad Ghowtsul Alam berkata

    cinta adalah anugerah yang pastinya dimiliki setiap orang. tetapi jikalau salah dalam mengartikan cinta dan sudah melampauinya itu bukanlah cinta namanya, tetapi nafsu. karena sesungguhnya cinta itu suci dari hati.
    jika sudah melampaui batas, penyesalan pasti akan terjadi. seperti fredy dan kayla, mereka salah dalam hal ini. yang menyebabkan kayla hamil. namun aborsi bukanlah jalan keluarnya. firman Allah SWT:”Barang siapa membunuh orang mukmin dengan sengaja, maka balasannya adalah neraka Jahanam dan kekallah ia di dalamnya. Allah murka kepadanya serta mengutukinya dan menyediakan siksa yang berat”. (Q.S. Al Baqarah).

  15. Siti maryatul qibthiyah berkata

    dalam part 4 ini bahwa orangtua itu harus benar benar menjaga dan mendidik anak dalam hal bergaul dan di sinilah peran orangtua itu sangat penting sekali, walaupun menggugurkan itu cara yg baik untuk menjaga image keluarga tapi tidak seharusnya juga orangtua itu memaksakan anaknya untuk melakukan menggugurkannya,karna ini akan sangat berdampak sekali kepada sang anak tersebut dan mengugurkan itu adalah hal yg paling di larang keras atau sangat menyimpang dari ajaran agama islam

  16. Siti maryatul qibthiyah berkata

    dalam part 4 ini bahwa orangtua itu harus benar-benar menjaga dan mendidik anak dalam hal bergaul dan di sinilah peran orangtua itu sangat penting sekali, walaupun menggugurkan itu cara yg baik untuk menjaga image keluarga tapi tidak seharusnya juga orangtua itu memaksakan anaknya untuk melakukan menggugurkannya,karna ini akan sangat berdampak sekali kepada sang anak tersebut dan mengugurkan itu adalah hal yg paling di larang keras atau sangat menyimpang dari ajaran agama islam.

  17. Siti maryatul qibthiyah berkata

    dalam part 4 ini mengajarkan atau mengarahkan bahwa orangtua itu harus benar-benar menjaga dan mendidik anak dalam hal bergaul dan di sinilah peran orangtua itu sangat penting sekali, walaupun menggugurkan itu cara yg baik untuk menjaga image keluarga tapi tidak seharusnya juga orangtua itu memaksakan anaknya untuk melakukan menggugurkannya,karna ini akan sangat berdampak sekali kepada sang anak tersebut dan mengugurkan itu adalah hal yg paling di larang keras atau sangat menyimpang dari ajaran agama islam

  18. Afni Nursofiya berkata

    Assalam’ualaikum
    Pada dasarnya tindakan orang tua tersebut menyuruh anaknya melakukan aborsi itu merupakan tindakkan yg sangat tidak baik. Pada dasarnya membunuh adalah haram hukumnya. Disini ada ayat yang menjelaskan masalah aborsi menyatakan, firman Allah SWT:”Barang siapa membunuh orang mukmin dengan sengaja, maka balasannya adalah neraka Jahanam dan kekallah ia di dalamnya. Allah murka kepadanya serta mengutukinya dan menyediakan siksa yang berat”. (Q.S. Al Baqarah).

  19. Aji santoso T.IPS A/1 berkata

    Assalamualaikum, bagian part 4 ini menurut saya seharusnya orang tua itu sebagai acuan untuk membimbing anaknya kejalan yang baik bukan sebaliknya yaitu mendukung anaknya kedalam jurang keburukan dan seharusnya jika si anak berbuat perilaku yang menyimmpang dalam agama seharusnya orang tua merangkul dengan pendekatan sehingga orang tua dan anak saling memahami dalam konteks ini. terimakasih,wassalamualaikum.

  20. Robi'atul Adawiyah berkata

    Hukum aborsi dalam pandangan Islam menegaskan keharaman aborsi jika umur kehamilannya sudah 4 (empat) bulan, yakni sudah ditiupkan ruh pada janin. Untuk janin yang berumur di bawah 4 bulan, para ulama telah berbeda pendapat. Jadi ini memang masalah khilafiyah. Namun menurut pemahaman kami, pendapat yang rajih (kuat) adalah jika aborsi dilakukan setelah 40 (empat puluh) hari, atau 42 (empat puluh dua) hari dari usia kehamilan dan pada saat permulaan pembentukan janin, maka hukumnya haram. Sedangkan pengguguran kandungan yang usianya belum mencapai 40 hari, maka hukumnya boleh (ja’iz) dan tidak apa-apa. Wallahu a’lam [M. Shiddiq al-Jawi]
    Kandungan Kayla sudah 150 hari sama dengan 5 bulan itu artinya haram baginya untuk aborsi. Orang tua harusnya menuntun anaknya dalam hal kebaikan bukan keburukan. Alasannya memang untuk kebaikan kayla agar dapat meneruskan pendidikan, namun kebaikan haruslah dilakukan dengan cara yang baik. Orang tua Kayla perlu mempertimbangkan solusi lain untuk menyelesaikan permasalahan ini.

  21. Wahyuni Wati Nengsi MPI A smt 3 berkata

    Candu asmara part4 ini, selain orang tua salah dalam mendidik anak, disini orang tua sangat salah dalam mengambil keputusan. Orang tua ini bisa dibilang egois karena hanya meikirikan diri sendiri, dia malu bahwa anaknya seperti itu. Tetapi orang tua itu tidak memikirkan janin yang ada di dalam perut anaknya, itu sebenarnya disalahkan dalam agama. Harusnya berani berbuat berani bertanggung jawab.

  22. Vina Rosseliana berkata

    Tindakan orang tua kayla disini memanglah tidak baik , karena memaksa untuk melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan agama (aborsi) jika kita ketahui tindakn aborsi ini tidak sepatutnya dilakukam karena bahayanya yang luar biasa, Apalagi seusia kayla . Seharusnya orangtua kayla disini mengambil tindakan atau jalan keluar dengan cara lain… karena bagaimanapun tindakan ini seharusnya tidak lah untuk di lakukan.

  23. Safa amaliatus saadah berkata

    Part 4, pada saat remaja harus adanya bimbingan lebih mengenal apa itu cinta, mempunyai perasaan lebih kepada lawan jenis suatu hal yg wajar, dalam artian cinta bisa membimbing kita yang lebih baik, ataupun menjadikan penyemangat dalam sekolah, tetapi biasanya mereka lebih mengedepankan perasaan dibandingkan masa depannya, apapun yg terjadi itu resiko nya, terputusnya sekolah, masa depan suram, tetapi semuanya kembali kepada diri kita masing masing gimana dalam menanggapi permasalahan ataupun tentang cinta, harus bisa menjaga diri masing2,

  24. suyana berkata

    asalamualaikum
    pada candu asmara part 4 ini perilaku orang tua kayla sungguh tidak benar karna membunuh bayi yang ada dalam kandungan kayla meskipun kehadiran bayi tersebut adalah hal yang memalukan keluarganya namun dalam islam tidak di benarkan membunuh bayi yang tidak berdosa karna yang dosa itu akibat perilaku orang tuanya yang melalakukan hubungan di luar nikah

  25. Fitria dewi berkata

    Pada part 4 ini orang tua kayla menyuruh kayla aborsi karena demi menutupi aib dan menjaga martabat keluarga. Ketika seseorang akan melakukan perbuatan harus memikirkan apa yang akan terjadi kedepannya. Jangan ke gabah dalam berbuat atau bertindak sesuatu dengan memikirkannya dalam sekejap. Karena penyesalan pasti datangnya di akhir.

  26. Cahya Hadi Kusuma ( T.IPS A/1 ) berkata

    Part ke 4 ini Saran orang tua untuk menyuruh anaknya berbuat yang dilarang agama sama saja orang tua menjerumuskan anaknya. Perbuatan aborsi adalah termasuk perbuatan pembunuhan dimana bayi yang masih kecil yang masih didalam peerut dipaksa untuk keluar. Apalagi anak adalah anugerah Tuhan yang harus kita jaga, didik, dan merawat. Bahwasannya perbuatan yang kita lakukan sekarang akan berdampak dikemudian hari. Dalam setiap tindakan harus berfikir dua kali terlebih dahulu apakah perbutan ini baik atau tidaknya. Seharusmya orang tua harus menerima apa yang terjadi pada anaknya sekarang karena ini juga bisa kesalahan orang tua nya dalam mendidika anak.

  27. Nina Nur'aeni berkata

    assalamualaikum wr.wb
    dari candu asmara part 4 ini sudah sangat jelas bahwa bagaimana mungkin seorang anak akan mempunyai karakter dan moral yang baik pendidik di pertamanyapun (keluarga) tidak memiliki karakter dan moral yang baik. berbicara mengenai aborsi, kenapa banyak klinik atau rumas sakit rumah sakit yang menolak melalukan aborsi karena mereka tau karena mereka bahwa bahwa dalam agama dijelaskan membunuh seseorang yang bernyawa itu dosa apalagi ini janin yang suci yang tidak mempunyai dosa apapun. menurut saya oraang tua seperti orang tua kayla ini sangat egaois mereka lebih mementingkan kehormatan keluarganya daripada nyawa orang lain yang tidak berdosa sama sekali, aborsi bukanlah cara yang mendidik agar anak kita menyesal dengan apa yang ia perbuat tapi malah menjadi jalan keluar jika suatu saat “hal tersebut” terjadi lagi maka ia akan mendatangi dukun beranak untuk melakukan aborsi kembali. harusnya orang tuanya kayla memberikan tanggung jawab kepada kayla dan fredy atas perbuatanya, karena berani berbuat harus berani bertanggung jawab.

  28. Dede hidayatulloh berkata

    Percintaan di luar nikah itu akan mengakibatkan suatu masalah yang amat besar.
    Janganlah berbuat yang di larang oleh agama kita senditi dan.
    Sesuatu yang di perintahkan orang tua boleh saja kita jangan mengikutinya kalao perintah itu bertentangan dengan syariat agama kita sendiri .
    Dan yang pernah saya tulis di komentar lainnya bahwa penyesalan itu selalu datang di akhir yang akan membuat batin terus terganggu

  29. Maulidiya berkata

    Assalamu’alaikum
    Pada candu asmara part 4 ini sangat memilukan harkat keluarga kayla karena kayla bertindak dan berperilaku sangat tidak terpuji,sehingga keluarga kayla merasa bahwa sanya kaylah harus mengarbosi janinnya karena kayla mash sangat lah muda untuk mempunyai seorang anak.tindakan orang tua kayla memang benar tetapi menyimpang dalam ajaran agama,dan sebagai orang tua haruslah mendidik anak-anaknya ke hal yang positif agar anak itu bisa memilih mana yang baik dan buruk.

  30. Intan Tresna Dwi berkata

    Assalamu’alaikum wr.wb
    Berani berbuat berani bertanggung jawab, pengguguran atau aborsi yang dilakukan kedua orangtuanya Kayla adalah akibat dari perbuatannya sendiri yang telah melakukan hubungan diluar nikah. Akan tetapi disini terlihat bahwa komunikasi antara orantua dengan anak masih kurang, jadi intinya disini penulis menyarakankan agar kita lebih berhati-hati untuk melakukan suatu perbuatan karena apapun bentuk perbuatan itu baik ataupun buruk harus mampu kita pertanggung jawabkan.
    sekian
    wassalamu’alaikum. wr.wb

  31. Miftahul Janah berkata

    Assalamu’alaikum wr.wb
    Prilaku menyimpang Kayla mengakibatkan keluarganya malu sehingga memutuskan menggugurkan janin dalam perut Kayla. Didikan orag tua sangat diperlukan anak sejak lahir sampai si anak beranjak dewasa sekalipun,apabila didikan itu tidak berjalan kearah yang baik maka terjadilah kejadian seperti yang dialami oleh Kayla.

  32. ikbal pauji berkata

    Pada bagian ke-4 ini, adalah penekanan tentang dalam bersikap. ketika kita berani berbuat maka kita harus siap mengambil resiko dan bertanggung jawab atasnya, dan harus jeli serta proporsional dalam menentukan pilihan selanjutnya.
    Akan tetapi darisegi cerita, sekilas kita bisa lihat kegelisahan dari orang tua itu lebih ke insaniyah, bukan ilahiyyah. Keputusan mereka utk melakukan aborsi hanya untuk menutupi aib yang telah ditanam, akan tetapi kurang memperhatikan posisi si anak, komunikasi masih belum terjalin, ego masing-masing masih menjadi idealisme.

  33. Milha Nurseha berkata

    Assalamualaikum,,
    Dalam part 4 ini nilai pendidikan yang di paparkan ialah buah dari perbuatan yang kita lakukan akan di rasa oleh kita sendiri, jadi pada intinya nilai pendidikan yang di sampaikan penulis ialah dalam bertidak ataupun berprilaku kita harus memikirkan apa hasil dari tindakan kita nantinya,kita harus berfikir apa yang akan terjadi jika saya melakukan ini,?apa hasil dari perbuatan saya jika saya melakukan tindakan ini,?nah jadi intinya penulis menyarankan kita dalam bertindak harus memikirkan hasil dari tindakan yang kita lakukan..
    Wassalamualaikum,.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.