Kayla Kembali Jatuh Cinta | Candu Asmara Remaja Part – 9

Kayla Kembali Jatuh Cinta Candu Asmara Remaja Part-9
0 289

Kayla dan Rayhan terus menjalani hidup sebagai sepasang suami istri yang secara permukaan tampak tersirat kebahagiaan, namun, jika ditelisik lebih dalam, Kayla tetap menyembunyikan sebuah rasa yang tak mungkin dibuang dari dasar hatinya. Rasa membara itu, meski kadang menyesakan dadanya karena merasa telah dikhianati, tetapi kadang selalu menyembulkan suatu gairah raksasa kepada seorang laki-laki bernama Fredy. Inilah laki-laki yang membuat dirinya terpuruk, namun, dia juga yang sempat memberi kebahagiaan tak terlupakan. Rasa puas itu, masih dia rasakan sampai usia perkawinan mereka telah berjalan hampir 5 tahun.

Di usia yang telah masuk 23 tahun atau dalam perkawinannya dengan Rayhan selama lima tahun itu, adik perempuannya menikah. Banyak orang mengatakan bahwa kecantikan Kayla tak mampu diggantikan adiknya bernama Nisa. Terlebih jarak usia antara Kayla dan Nisa itu hanya terpaut tiga tahun. Kayla tetap tampak lebih cantik dibandingkan dengan adiknya sendiri yang baru akan menikah itu.

Kayla Berlabuh di Laki-laki yang Salah

Adiknya dinikahkan dengan seorang laki-laki blasteran Indo-Arab bernama Kelvin. Badannya tinggi dan tegap, warna kulit sawo matang dan rambut ikal, sorot mata yang tajam dan penampilan fisik lain yang cukup menggoda. Kelvin mampu mengalahkan Fredy, apalagi dengan Rayhan yang memiliki postur tubuh kering meski agak jangkung.

“Saat prosesi pernikahan Nisa dengan Kelvin berlangsung, di tengah segenap prosesi pernikahan yang cukup khidmat, Kayla sesungguhnya sudah menaruh hati dan kadang matanya selalu menyembulkan suatu tanda tanya mengapa misalnya Kelvin tidak menjadi suaminya. Ia yang memiliki karakter adventurer dalam konteks cinta berbau asmara, entah kerasukan apa, selalu membayangkan, bagaimana rasanya kalau Kelvin-lah yang menjadi pendamping tidurnya”

Waktu terus bergulir dan berjalan. Dua pasangan rumah tangga yang masih pada muda ini, tetap berada di dalam rumah yang sama, yakni rumah orang tua Kayla dan Nisa yang kebetulan memang sangat besar. Inilah rumah termegah dan terbesar di Kecamatan di mana mereka tinggal. Merekapun menjalani kehidupan bersama dalam suatu rumah tangga. Nisa sedikitpun tak membayangkan, kalau kakaknya, yakni Kayla menaruh hati pada suaminya tercinta.

Nisapun hamil dan beberapa hari lagi, dokter mengatakan bahwa ia sebentar lagi akan melahirkan. Sampai kemudian, suatu malam, tepat pada pukul 12.00 Nisa dibawa ke rumah sakit untuk melahirkan anak pertamanya. Tentu bapak dan ibu Nisa bergembira akan waktu di mana mereka sebentar lagi akan memiliki seorang cucu, yang menurut hasil USG akan lahir seorang anak laki-laki. Kedua orang tua Nisa, Kelvin dan tentu Nisa bersamanya berangkat ke rumah sakit. Mobil Volvo yang dibeli dua tahun terakhir, digunakan mereka untuk membawa Nisa ke rumah sakit persalinan.

Sesampainya di rumah sakit, Nisa masuk ke pembukaan dua. Dokter menyarankan agar tinggal saja di rumah sakit, tidak perlu pulang lagi. Namun kebaikan Nisa pada suaminya, memintanya untuk pulang saja, untuk istirahat. Kasian dari siang belum istirahat. Atas idzin orang tua dan istrinya, Kelvin pulang tepat pada pukul 03. dini hari. Dan Kelvin sampai di rumahnya kurang lebih pukul 0.30 pagi.

Pakaian Putih, Tipis dan Lembut Milik Kayla

Tiga kali Kelvin memijit bel rumah untuk dibukakan pintu masuk. Kayla melihat ke layar monitor bahwa yang memijit bel adalah Kelvin. Ia begitu bangga ketika mengetahui bahwa Kelvinlah yang pulang. Pakaian tidur dengan warna putih dan sangat tipis itu, membalut tubuh Kayla yang memiliki kulit sangat putih. Ia tidak memakai pakaian lain seperti kaos atau blus. Ia nyalah seluruh lampu listrik rumah dan tampak cahaya rumah yang sangat terang. Kebetulan suami Kayla sedang berada di Tanah Abang, berangkat kemarin sore untuk jualan pakaian.

Treuk-treuk, kunci dibuka lalu kreeeeet suara pintu itu terbuka dengan pelan. Kayla langsung bertanya, ko sudah pulang de … kata Kayla pelan. Sudah teh. Kebetulan kata dokter, Nisa kemungkinan akan melahirkan pada jam 10 pagi ini. Jadi, aku disuruh pulang sama mamah dan papah. Biar mereka yang menjaga Nisa. Nisa juga meminta saya untuk pulang istirahat saja. Maaf ya teh mengganggu waktu istirahatnya … nggak apa-apa de.

Nisa dan Kelvin masuk. Tiba-tiba tangan Kayla dan tangan Kelvin menyentuh benda yang sama, yakni penutup pintu. Mata Kayla dan mata Kelvin saling menatap. Kayla berdegup jantungnya. Sementara, Kelvin mengatakan … Maaf teh, tak sengaja. Kayla malah memegang jari Kelvin dan mengatakan, nggak apa-apa de … !

Mereka kembali berjalan bersama masuk meninggalkan balai tepas rumah. Masuk ke kamarnya masing-masing dengan membawa perasaan yang samar, tetapi, membuat Kayla dan tampaknya juga telah membawa Kelvin pada pikiran-pikiran yang tak dapat dipikirkan. By. Charly Siera –bersambung —

Komentar
Memuat...