Kebaikan Istri Yang Sering Tak Terlihat Oleh Suami

0 289

Dalam sebuah rumah tangga, tanpa tertulis sekalipun, tugas suami istri telah terbagi dengan baik. Istri sebagai manager rumah tangga, sementara suami sebagai leadernya telah menjadi kesepakatan bagi sebagian besar pasangan suami istri dalam membina rumah tangga yang harmonis. Dengan kesepakatan berdasarkan kesadaran posisi suami dan istri itu. Agenda-agenda rumah tangga dapat direalisasikan dengan baik, meski tetap dalam beberapa hal ada yang menjadikan satu masalah. Namun, secara keseluruhan bahwa kehebatan manajemen rumah tangga adalah mampu menjadikan kesepahaman dan kesadaran untuk membangun bersama tentang sebuah keharmonisan tanpa perselingkuhan dalam hubungannya.

Jika saja istri sebagai ibu rumah tangga ataupun berkarir, ia tidak pernah lepas dari tanggungjawab mengurus rumah tangganya. Begitu pula bila suami bekerja di luar dan sibuk dalam jabatannya. Ia pun tetap harus melindungi dan ada ketika keluarga membutuhkannya. Keduanya memang memiliki hak untuk berkarir dan bersosialisasi diri di publik, namun tupoksi dalam rumah tangga tetap harus dijalankan sesuai kesepakatan.

Dalam konteks seorang istri, ia adalah sosok yang luar biasa dalam melakukan aktivitas di dalam rumah. Nampaknya sederhana dan bisa disederhanakan oleh kebanyakan orang yang kurang paham terhadap tugas-tugas istri. Tugas istri-baik sebagai ibu rumah tangga maupun wanita karir-ia tetap memiliki tanggungjawab luar biasa.

Istri-multitalent and multijob person

Ketika seorang istri bangun tidur di pagi hari, dalam pikirannya adalah apa yang harus dilakukan untuk keluarganya. Hanya beberapa menit untuk mengurus dirinya dengan berwudhu, sholat, dan ritual ibadah lainnya, sesaat kemudian ia harus mempersiapkan dan melakukan apapun yang berkaitan dengan pelayanan kepada suami dan anak-anaknya. Betapa tidak, hampir semua pekerjaan yang ia lakukan adalah untuk dihidangkan dan untuk diberikan kepada suami dan anak-anaknya.

Ia harus membereskan dan merapikan peralatan rumah tangga yang sudah digunakan tadi malam dan harus meracik hidangan yang sekiranya tepat untuk disantap pagi hari. Lebih dari itu juga, bagaimana ia merancang jenis-jenis hidangan sesuai waktu-pagi, siang, sore dan malam hari. Begitu juga ketika cuaca berubah-ubah, sang istri sangat cermat dalam meentukan menu yang tepat untuk disajikan di kala musim panas atau musim hujan. Sungguh perkara yang sering dianggap sepele oleh kebanyakan suami namun justru kreasi-kreasi istri kreatif itu dihasilkan dari sebuah keikhlasan dan kerja keras sang istri demi kenyamanan dan kebahagian keluarga semua.

Setelah selesai mengurus makanan untuk keluarganya, sang istri tidak lupa menyiapkan berbagai hal untuk suaminya. Suami yang akan bekerja ke kantor, berwirausaha, ke sawah, atau kemanapun tidak akan lepas dari bantuan detail istri-istri mereka. Bagaimana kesiapan suami-suami itu di masing-masing tugas atau kewajibannya tentu telah disiapkan berbagaihalnya oleh istri-istri tangguh mereka. Bagi suami yang bekerja di kantor, sang istri dengan sigap menyiapkan hidangan pagi agar tidak masuk angin. Malam sebelumnya telah meyetrika pakaian plus dasi yang akan dipakai esok harinya. Sepatu yang sering terpisah dengan kaos kakinya dipastikan akan ditanyakan lagi oleh sang suami, dimana kaos kaki itu, saputangan, kaos dalam, dan pakaian dalam lainnya, jam tangan dan hal kecil lainnya tidak luput disiapkan oleh sang istri. Istrinya begitu telaten merapat sang suami, melengkapi kekurangan dan menghiasinya dengan penuh keikhlasan.

Begitu juga bagi suami yang akan bekerja berwirausaha, ke sawah atau ke tempat pekerjaan manapun, dipastikan sang istri telah mempersiapkan bekal dan berbagai halnya agar sang suami tidak repot bekerja nanti tanpa memikirkan persiapan sebelumnya. Istri-istri mereka begitu teliti dan menata hal-hal kecil yang sering lupa disiapkan oleh suami-suami mereka. Semua itu dijalani dengan penuh ketulusan dan melakukannya penuh dengan keikhlasan. Tidak ada sedikitpun untuk merasa kesal dan benci meskipun setiap saat sang suami meminta bantuan untuk sesuatu yang sama dilakukan pada hari-hari sebelumnya. Istri adalah sosok yang cermat, detail dan solutif atas segala hal yang berkaitan dengan urusan suaminya.

Suami Harus Peka

Dalam banyak hal, sebagai pria, suami tentu memiliki karakter umum yang berbeda dengan wanita. Karakteristik umum pada pria adalah berfikir global dan bertindak taktis tanpa pertimbangan mendalam bahkan sering mengabaikan perasaan. Sementara wanita bersikap dan bertindak senantiasa berdasarkan atas perasaaan dan pertimbangan detil terhadap akibat yang akan terjadi kemudian. Sehingga, perbedaan karakter ini, jika tidak dikomunikasikan dengan baik, kebanyakan suami bersikap dan bertindak egois, ia terlalu mengedepankan rasional dan praktis. Suami juga kurang bisa bertindak detil dalam menyikapi perihal tertentu. Di sinilah alasan penting bahwa komunikasi suami istri harus inten agar keduanya mendapatkan titik temu dari perbedaan karakter itu.

Seoarang suami-dengan segala kesuksesan karirnya sering mudah mengabaikan jasa-jasa istri di rumah. Padahal istri yang dari semula sudah merawat dan menjadikan dirinya sebagai pria terhormat. Suami dalam masa tertentu, dengan segudang penghargaan dan seabreg reputasi atas prestasi publiknya sering pula lupa terhadap istri di rumah yang menjadi cikal bakal ide besar dalam dirinya untuk menjadi seperti demikian. Jika publik menilai tentang realitas yang dapat terlihat saat ini sebagai sebuah kesimpulan, maka sesungguhnya proses untuk menjadikan suami hebat itu butuh pekerjaan dan perjalanan panjang yang telah dan sedang dilakukan oleh sang istri.

Suami yang abai terhadap upaya-upaya istri untuk menjadikan dirinya hebat didepan publik. Dipastikan ia akan sakit dikemudian hari karena diabaikan oleh publik setelah ia tidak memiliki reputasi kembali. Suami hebat terlahir dari pelukan kasih sayang istri dan doa-doa ikhlas anak-anaknya. Tidak mudah mempertahankan reputasi itu dibandngkan dengan sekedar menggapainya. Boleh saja suami mampu menggapai prestasi dalam karir kehidupan itu dengan mudah karena dorongan keluarga. Namun, upaya mempertahankannya itu jauh lebih berat. Karena dalam mempertahankan itu ada banyak godaan yang menjadikan diri suami mudah goyah dan terombang-ambing hatinya. Godaan itu hadir seiring reputasi dan prestasi suami meningkat. Reputasi ibarat gula, maka semut adalah godaannya. Jika sang suami peka terhadap semuanya, maka ia akan kembali kepada keluarga untuk duduk bersama dalam upaya pemecahan masalah semuanya.***Nanan Abdul Manan


foto-nanan-abdul-mannan

Tentang Penulis

Nanan Abdul Manan, lahir di Kuningan tanggal 11 Februari 1982. Penulis adalah Dosen STKIP Muhammadiyah Kuningan. Untuk mengetahui lebih lengkap Lihat Biografi Lengkapnya  

Komentar
Memuat...